Dolar Stabil, Kekhawatiran Pertumbuhan Global Mendukung Safe-Havens
Tuesday, 22 January 2019 08:30 WIB | CURRENCIES |DOLLAR

Dolar melayang di dekat 2-minggu tertinggi terhadap mata uang utama lainnya pada hari Selasa terkait perlambatan ekonomi Tiongkok ke posisi terendah 28-tahun memicu kembali kekhawatiran investor atas pertumbuhan global dan mendukung mata uang safe-haven.

Semalam, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk tahun 2019 dan 2020, mengutip perlambatan yang lebih besar dari yang diperkirakan di China dan Zona Euro, dan mengatakan kegagalan untuk menyelesaikan ketegangan perdagangan dapat semakin mengganggu kestabilan ekonomi global.

Kekhawatiran itu muncul pada hari Senin ketika data menunjukkan ekonomi China tumbuh pada laju paling lambat sejak 1990 silam pada tahun lalu dalam tanda-tanda yang tidak menyenangkan di tahun 2019. Perlambatan pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah mendapatkan keuntungan bagi perusahaan mulai dari Apple untuk produsen mobil besar.

Indeks dolar (DXY), yang mengukur kekuatannya terhadap sekelompok enam mata uang utama, stabil di level 96,33, bertahan dekat 2 minggu tertinggi di level 96,43 yang dicapai pada hari Senin.

Yen, yang termasuk mata uang safe-haven lain, stabil terhadap dolar, diperdagangkan di level 109,64 pada awal perdagangan. (knc)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Euro Merosot seiring Lemahnya Perdagangan Di Jerman, Tergelincirnya Saham
Wednesday, 24 April 2019 23:37 WIB

Euro melemah terhadap dolar AS pada hari Rabu setelah data menunjukkan penurunan mengejutkan dalam semangat bisnis di Jerman memicu kekhawatiran melambatnya pertumbuhan global dan membebani pasar ekuitas dunia. Penurunan indeks iklim bisnis lembaga ekonomi Ifo yang bermarkas di Munich melawan ekspe...

Dolar Terus Melonjak pada laba yang Kuat, Data Perumahan
Wednesday, 24 April 2019 15:22 WIB

Dolar melanjutkan penguatannya pada awal Rabu di Eropa, yang mendapat dukungan lebih lanjut dari musim laba perusahaan yang kuat ditambah oleh data perumahan serta data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Terdorong dari laporan perusahaan yang bervariasi seperti Twitter, United Technologies dan...

Dolar Aussie Turun ke Terendah 6-Pekan di Tengah Data CPI yang Lebih Lemah Dari Yang Diharapkan
Wednesday, 24 April 2019 12:58 WIB

Dolar Australia turun ke posisi terendah 6-minggu pada  Rabu di Asia setelah rilis data inflasi terbaru yang lebih lemah dari yang diharapkan. Pasangan AUD/USD melemah 1,0% pada pukul 11:30 waktu timur AS (03:30 GMT) ke 0,7034, level terendah sejak 8 Maret. Indeks harga konsumen negara itu me...

Dolar berada di dekat puncak 22-bulan didukung oleh data AS yang kuat
Wednesday, 24 April 2019 08:03 WIB

Dolar melayang di dekat level tertinggi 22 bulan terhadap mata uang pada Rabu, pasca data perumahan AS yang kuat lebih lanjut meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi terbesar di dunia. indeks dolar versus sekumpulan enam mata uang utama berdiri di 97,602 setelah menguat ke 97,777 semalam, tertin...

Dolar AS Mencapai Level 22-Bulan Tertinggi seiring Franc Swiss dan Dolar Aussie Jatuh
Wednesday, 24 April 2019 02:19 WIB

Dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Selasa, menguat terhadap sebagian besar mitra dagang utama dan mencapai level intraday tertinggi 22-hari. Indeks Dolar AS, acuan kekuatan mata uang terhadap enam rival utama, naik 0,4% pada 97,648. Indeks mencapai level intraday di 97,78, level tertinggi sej...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Terkoreksi Pada Penutupan (Review)
Thursday, 25 April 2019 03:19 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan penurunan pada Rabu karena investor menepis rekor kinerja di Wall Street, dengan perusahaan-perusahaan energi tertekan dari penurunan harga minyak. Indeks Hang Seng turun 0,53%, atau 157,41 poin, menjadi ditutup...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.