Sterling volatile sebelum "Plan B" Brexit May
Monday, 21 January 2019 19:31 WIB | CURRENCIES |poundSterling,Poundsterling

Sterling naik tipis dari posisi terendah awal tetapi tetap stabil pada hari Senin seiring pedagang menunggu pernyataan dari Perdana Menteri Theresa May di parlemen tentang rencananya untuk memecahkan kebuntuan atas Brexit.

Meskipun mata uang Inggris telah stabil di atas level $ 1,28 sejak pekan lalu karena pasar meningkatkan ekspektasi bahwa Inggris tidak akan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, pengamat pasar memperingatkan lebih banyak volatilitas di depan.

Dengan sekitar dua bulan lagi sampai Inggris akan pergi pada 29 Maret, investor memperlihatkan kehati-hatian di sekitar level saat ini karena tidak ada tanda-tanda tentang bagaimana Inggris akan meninggalkan blok perdagangan terbesar di dunia itu, dengan pound diperdagangan kira-kira di tengah-tengah range perdagangan dua tahun.

Sterling naik sekitar 0,3 persen dari posisi terendah sesi untuk diperdagangkan hampir datar di level $ 1,2868. Terhadap euro, pound turun 0,1 persen ke level 88,33 pence.

May akan membuat pernyataan di parlemen sekitar pukul 15:30 GMT dan mengajukan mosi di parlemen tentang langkah-langkah berikutnya yang diusulkannya untuk Brexit, meskipun beberapa anggota parlemen berencana mengambil kendali Brexit dari pemerintah. (sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Dolar Jatuh ke Posisi Terendahnya yang Baru Terhadap Euro & Yen
Tuesday, 25 June 2019 17:26 WIB

Dolar AS jatuh ke level terendahnya tiga bulan terhadap euro dan turun ke level terlemahnya terhadap yen Jepang sejak awal Januari karena prospek pelonggaran moneter oleh Federal Reserve menekan permintaan untuk mata uang AS. Euro mencapai level tertingginya tiga bulan di $ 1,1412, setelah naik 2,0...

Dolar AS Turun; Yen Menguat karena Permintaan Safe-Haven
Tuesday, 25 June 2019 12:51 WIB

Dolar AS turun pada hari Selasa di Asia sementara yen Jepang naik karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menarik permintaan safe-haven. Indeks dolar AS yang menelusuri greenback terhadap sekumpulan mata uang lainnya turun 0,1% menjadi 95,428 pada 1:35 pagi waktu timur AS (05:35 GMT). Pasan...

Dolar terbebani prospek The Fed; Swiss Franc, emas bersinar terkait geopolitik
Tuesday, 25 June 2019 08:36 WIB

Dolar pada hari Selasa tetap terbelenggu oleh prospek pelonggaran moneter oleh Federal Reserve sementara safe-haven Swiss franc dan emas tertopang oleh ketegangan antara Washington dan Teheran. Euro menyentuh level tertinggi tiga bulan di $1,14065 di awal perdagangan Asia. Dolar telah naik 2,0% dar...

Dolar AS Melemah seiring Data Manufaktur Dallas Mengecewakan
Monday, 24 June 2019 23:18 WIB

Dolar AS mendekati posisi terendah 3 bulan pada Senin pasca data regional yang mengecewakan dan meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, turun 0,1% menjadi 95,59 pada pukul 10:45 pagi waktu timur AS (14:4...

Dolar Berjuang Setelah Mengalami Penurunan Mingguan Terbesarnya Dalam 4 Bulan Terakhir
Monday, 24 June 2019 15:42 WIB

Dolar berjuang pada Senin ini setelah mempertahankan penurunan mingguan terbesarnya dalam empat bulan terakhir pada pekan lalu karena para pedagang tetap berhati-hati tentang prospek pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China pada pertemuan puncak G20 minggu ini. Greenback berada di u...

ANOTHER NEWS
Dolar Jatuh ke Posisi Terendahnya yang Baru Terhadap Euro & Yen
Tuesday, 25 June 2019 17:26 WIB Dolar AS jatuh ke level terendahnya tiga bulan terhadap euro dan turun ke level terlemahnya terhadap yen Jepang sejak awal Januari karena prospek pelonggaran moneter oleh Federal Reserve menekan permintaan untuk mata uang AS. Euro mencapai level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.