Dolar AS menguat setelah pertumbuhan Tiongkok sentuh level terendah 28 tahun
Monday, 21 January 2019 15:56 WIB | CURRENCIES |DOLLARDolar AS

Dolar bertahan di dekat level tertinggi dua minggu pada hari Senin, mengabaikan kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan global dan data yang menunjukkan ekonomi Tiongkok melambat tajam pada 2018.

Greenback telah menikmati kenaikan mingguan pertamanya sejak pertengahan Desember, didukung oleh harapan mencairnya ketegangan perdagangan AS dan Tiongkok serta angka produksi industri AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Memasuki 2019, pelemahan dolar menjadi pandangan konsensus di antara para pedagang pasar mata uang. Taruhannya adalah bahwa bank sentral AS akan berhenti menaikkan suku bunga dan ekonomi akan melambat setelah dorongan fiskal tahun lalu.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatannya terhadap kelompok enam mata uang utama, pada hari Senin stabil di 96,308 setelah naik menjadi 96,260 persen pada hari Jumat, level terkuat sejak 4 Januari.

Euro mendorong naik 0,2 persen ke level $ 1,1376 dan menuju kenaikan harian pertama dalam lebih dari seminggu tetapi tetap dalam jangkauan di dekat level terendah dua minggu di level $ 1,1353 pada Jumat.

Pound berada 0,1 persen lebih rendah ke level $ 1,2860.

Dolar Australia stabil di $ 0,7166 setelah mengakhiri Jumat dengan penurunan 0,3 persen.

Pasar keuangan AS akan ditutup pada hari Senin untuk Hari Martin Luther King Jr. (Sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Sterling Naik di tengah Spekulasi Melunaknya Sikap Inggris terhadap Brexit
Friday, 13 September 2019 23:45 WIB

Pound naik pada hari Jumat terkait laporan surat kabar bahwa pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan beberapa jenis perbedaan peraturan antara Irlandia Utara dengan Inggris dalam upaya untuk mengamankan kesepakatan Brexit. Menurut The Times, DUP Irlandia Utara akan bersedia menerima beberapa per...

Dolar Lanjutkan Pelemahan Pada Harapan Berlarutnya Perang Dagang
Friday, 13 September 2019 15:25 WIB

Dolar melanjutkan pelemahan pada awal perdagangan di Eropa, Jumat, karena mata uang berimbal hasil lebih tinggi menguat dengan harapan perjajian penghentian sementara untuk perang perdagangan AS-China. Presiden Donald Trump mengecilkan laporan Bloomberg bahwa pemerintahannya sedang bersiap untuk me...

Optimisme perdagangan menekan yen tetapi tetap hati-hati jelang Fed dan BOJ
Friday, 13 September 2019 08:38 WIB

Yen tersemat di dekat level terendah enam minggu versus dolar karena tanda-tanda Amerika Serikat dan China memperkecil perbedaan mereka atas perdagangan menjelang pembicaraan utama yang menurunkan permintaan untuk aset safe haven. Euro bertahan stabil terhadap dolar di Asia pasca menguat pada hari ...

Sterling melayang di dekat tertinggi baru-baru ini seiring investor menimbang hasil Brexit
Thursday, 12 September 2019 23:34 WIB

Sterling bertahan pada hari Kamis di dekat tertinggi enam minggu yang dicapai pada awal minggu karena investor mempertimbangkan peluang Inggris untuk mengamankan kesepakatan dengan Uni Eropa menjelang keberangkatannya dari blok pada 31 Oktober. Dengan Parlemen Inggris yang menghentikan sejenak sete...

Meredanya perang dagang picu reli risiko, Euro berhenti jelang ECB
Thursday, 12 September 2019 15:47 WIB

Euro melayang di dekat $ 1,10 pada hari Kamis karena para pelaku pasar menunggu skala stimulus baru yang diharapkan dari Bank Sentral Eropa, sementara yuan Tiongkok dan dolar Australia didukung oleh tanda-tanda lebih lanjut dari meredanya perang dagang AS-Tiongkok. Yen Jepang jatuh ke level terenda...

ANOTHER NEWS
Saham HK Akhiri Pekan Dengan Gain Tajam (Review)
Saturday, 14 September 2019 03:26 WIB Saham-saham Hong Kong mengakhiri Jumat ini dengan sukses karena pelaku pasar menyambut  meredanya serangkaian gejolak perdagangan China-AS sementara juga berspekulasi pada pemangkasan suku bunga lain oleh Federal Reserve pekan depan. Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.