Dolar turun terkait pandangan suku bunga, Pound menguat
Tuesday, 15 January 2019 15:43 WIB | CURRENCIES | Indeks Dolar EuroDolar ASPoundsterling

Dolar AS turun terhadap sekumpulan mata uang pada Selasa di tengah ekspektasi Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga tahun ini karena melemahnya pertumbuhan global, sementara pound merayap lebih tinggi jealng pemungutan suara parlemen Inggris atas kesepakatan Brexit.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, berada di 95,21 pada pukul 03:06 pagi waktu timur AS (08:06 GMT) setelah turun ke 95,06 semalam.

Pound naik sebentar di atas level 1,29 menjelang pemungutan suara pada kesepakatan Brexit pemerintah dengan Uni Eropa di parlemen Inggris.

GBP / USD naik 0,17% menjadi 1,2881 setelah naik setinggi 1,2916 sebelumnya, sementara EUR / GBP tergelincir 0,13% menjadi 0,8902.

Euro bertahan stabil terhadap mata uang AS, dengan EUR / USD berpindah tangan pada 1,1469.

Di tempat lain, dolar Australia dan Selandia Baru, keduanya dianggap sebagai proxy untuk selera risiko global, menguat, setelah pulih dari posisi terendah Senin.

Sentimen dibantu oleh putaran komitmen baru dari otoritas China guna merangsang perekonomiannya melalui langkah-langkah fiskal dan moneter.

AUD / USD naik 0,31% menjadi 0,7261, sementara NZD / USD naik 0,32% yang diperdagangkan pada level 0,6840.(yds)

Investing.com

RELATED NEWS

Dolar Bervariasi Pasca Tiongkok Menambahkan Kebijakan Stimulus
Monday, 17 February 2020 16:21 WIB

Dolar bervariasi terhadap rekan-rekan pasar maju di awal perdagangan pada hari Senin setelah mencapai level tertinggi baru empat bulan dalam perdagangan semalam. Greenback juga merupakan sentuhan yang lebih lemah terhadap yuan China setelah Bank Rakyat China menambah langkah-langkah stimulus yang s...

Euro Dekat Terendahnya 3-Tahun Terkait Pertumbuhan Yang Lambat, Yen Stabil
Monday, 17 February 2020 09:00 WIB

Euro berjuang memperbaiki posisinya pada hari Senin, karena kekhawatiran memuncak tentang melemahnya pertumbuhan ekonomi di Eropa pada saat pasar keuangan dan pembuat kebijakan resah tentang ancaman baru terhadap ekonomi global dari virus corona yang menyebar cepat di Cina. Euro, yang mencapai leve...

Euro Turun ke Level Terendah Baru pasca Data PDB Mengonfirmasi Lemahnya Pertumbuhan
Friday, 14 February 2020 19:52 WIB

Euro jatuh lagi ke level terendah hampir tiga tahun pada hari Jumat di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan di zona euro, karena data kuartal keempat mengkonfirmasi kinerja ekonomi yang lemah. Euro telah kehilangan hampir 1% sejauh minggu ini dan berada di jalur untuk kinerja dua min...

Sterling Mengkonsolidasikan Keuntungan setelah Pergantian Menteri Keuangan
Friday, 14 February 2020 16:17 WIB

Sterling bertahan pada kenaikan baru-baru ini pada hari Jumat karena para pedagang terjebak dengan pandangan bahwa menteri keuangan baru Inggris akan mengungkap anggaran yang lebih ekspansif bulan depan. Dengan pertumbuhan yang lemah di Inggris, banyak ekonom dan investor ingin melihat Inggris memp...

EUR/USD Sedikit Berubah Setelah PDB Awal Jerman Di 0,0% Pada Q4 VS +0,1% Diharapkan
Friday, 14 February 2020 14:18 WIB

Ekonomi Jerman tidak menunjukkan pertumbuhan antar kuartal pada kuartal keempat 2019, mencapai 0,0% terhadap ekspektasi + 0,1%, laporan awal oleh Destatis menunjukkan pada Jumat ini. Sementara itu, tingkat tahunan tumbuh sebesar 0,3% pada Q4 dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya + 1,0%, tetapi e...

ANOTHER NEWS
Emas Turun Dari Tertinggi Didekat 2-Minggu Ditengah Stimulus Bank Sentral China
Monday, 17 February 2020 19:13 WIB Harga emas pada hari Senin turun dari level tertinggi hampir dua minggu, karena intervensi kebijakan moneter oleh bank sentral China untuk membatasi dampak ekonomi dari wabah coronavirus meyakinkan investor dan mendorong permintaan untuk aset...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.