Dolar AS melemah versus rekan-rekannya terkait komentar Fed Powell
Friday, 11 January 2019 07:59 WIB | CURRENCIES |DOLLARDolar AS

Dolar mempertahankan pergerakan lemah versus rekan-rekannya pada hari Jumat, di tengah meningkatnya ekspektasi Federal Reserve AS dapat menekan tombol jeda pada pengetatan moneter jika ekonomi melambat tahun ini.

Ketua Fed Jerome Powell menegaskan pada hari Kamis bahwa bank sentral AS memiliki kemampuan untuk bersabar pada kebijakan moneter mengingat inflasi tetap stabil. Pasar sekarang memperkirakan tidak ada kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Fed tahun ini.

Sentimen berhati-hati terlihat dalam perdagangan awal Asia menyusul kurangnya detail konkret dari Amerika Serikat dan Cina pada setiap kemajuan yang dibuat dalam sengketa perdagangan mereka setelah pertemuan tiga hari di Beijing. Kedua belah pihak sudah menjalani lebih dari setengah waktu gencatan senjata 90 hari yang disepakati oleh Presiden AS Donald Trump dan timpalannya dari Tiongkok Xi Jinping.

Indeks dolar sedikit lebih rendah di level 95,5 pada hari Jumat. Indeks telah turun sekitar 2,2 persen sejak pertengahan Desember di tengah ekspektasi bahwa perlambatan pertumbuhan, baik di Amerika Serikat maupun global, akan membatasi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada 2019.

Safe-haven yen menguat 0,1 persen ke level 108,32 per dolar, mencerminkan mode tunggu-dan-lihat investor.

Euro naik 0,1 persen ke level $ 1,1502, setelah kehilangan 0,4 persen dari nilainya di sesi sebelumnya.

Di tempat lain, sterling diperdagangkan sedikit menguat ke level $ 1,2752 di awal perdagangan Asia dengan para pedagang berfokus pada kemajuan Brexit. (sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Dolar Stabil, Kekhawatiran Pertumbuhan Global Mendukung Safe-Havens
Tuesday, 22 January 2019 08:30 WIB

Dolar melayang di dekat 2-minggu tertinggi terhadap mata uang utama lainnya pada hari Selasa terkait perlambatan ekonomi Tiongkok ke posisi terendah 28-tahun memicu kembali kekhawatiran investor atas pertumbuhan global dan mendukung mata uang safe-haven. Semalam, Dana Moneter Internasional (IMF) me...

Dolar menguat pasca pertumbuhan ekonomi China menyentuh terendah 28 tahun
Monday, 21 January 2019 23:57 WIB

Dolar bertahan di dekat level tertinggi dua pekan pada Senin ini, mengabaikan kekhawatiran mengenai melemahnya pertumbuhan global serta data yang menunjukkan bahwa ekonomi China melambat tajam pada 2018. Greenback telah menikmati kenaikan mingguan pertamanya sejak pertengahan Desember, didukung ole...

Sterling volatile sebelum "Plan B" Brexit May
Monday, 21 January 2019 19:31 WIB

Sterling naik tipis dari posisi terendah awal tetapi tetap stabil pada hari Senin seiring pedagang menunggu pernyataan dari Perdana Menteri Theresa May di parlemen tentang rencananya untuk memecahkan kebuntuan atas Brexit. Meskipun mata uang Inggris telah stabil di atas level $ 1,28 sejak pekan lal...

Dolar AS menguat setelah pertumbuhan Tiongkok sentuh level terendah 28 tahun
Monday, 21 January 2019 15:56 WIB

Dolar bertahan di dekat level tertinggi dua minggu pada hari Senin, mengabaikan kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan global dan data yang menunjukkan ekonomi Tiongkok melambat tajam pada 2018. Greenback telah menikmati kenaikan mingguan pertamanya sejak pertengahan Desember, didukung oleh ha...

AUD/USD Melonjak 23 Pips Setelah Produksi Industri China Lebih Baik Dari Perkiraan
Monday, 21 January 2019 09:46 WIB

Pasangan AUD/USD melonjak 23 pips ke level 0,7177 segera sebelum waktu penulisan, setelah data China lebih baik dari perkiraan. Produksi industri China naik ke angka 5,7 persen tahunan di bulan Desember, mengalahkan perkiraan 5,3 persen dengan selisih besar. Angka di atas perkiraan bisa diambil seb...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Datar Saat Sesi Pembukaan Hari Selasa
Tuesday, 22 January 2019 09:21 WIB Saham-saham Hong Kong hampir tidak bergerak dalam beberapa menit pertama perdagangan hari Selasa karena pedagang memberikan jeda setelah mengalami kenaikan yang solid selama dua minggu terakhir. Indeks Hang Seng bergerak menurun 7,14 poin ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.