Dolar AS mulai 2019 dengan kuat, bid haven angkat yen
Wednesday, 2 January 2019 23:04 WIB | CURRENCIES |DOLLAR Yen EuroDolar ASAussiepound

Dolar AS naik terhadap euro dan sterling pada hari Senin, memulai tahun baru dengan pijakan yang kuat, tetapi jatuh terhadap safe-haven yen Jepang seiring investor tetap waspada terhadap perlambatan pertumbuhan global dan pasar ekuitas yang bergejolak.

Euro jatuh 0,9 persen terhadap dolar AS, menyusul data manufaktur yang lemah dari Spanyol, Prancis, Italia, dan Jerman.

Aktivitas pabrik melemah di sebagian besar Eropa dan Asia pada bulan Desember ketika perang perdagangan AS-China dan perlambatan permintaan menghantam produksi di banyak negara, menawarkan sedikit alasan untuk optimisme ketika tahun baru dimulai.

Pedagang mengharapkan mata uang tunggal tetap di bawah tekanan seiring pertumbuhan dan inflasi di zona euro tetap di bawah ekspektasi Bank Sentral Eropa.

Sterling jatuh 1,1 persen, membalikkan beberapa kenaikan yang diraih awal pekan ini, setelah survei pabrik yang kuat gagal menghilangkan kekhawatiran yang berkembang atas negosiasi Brexit.

Terhadap yen, yang cenderung menguntungkan selama tekanan geopolitik atau keuangan karena Jepang adalah negara kreditor terbesar di dunia, dolar bergerak 0,36 persen lebih rendah.

Dolar Australia, yang peruntungannya sangat bergantung pada ekonomi Cina yang menjadi tujuan pengiriman Australia atas sebagian besar komoditasnya, kehilangan 0,9 persen.

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS

Dolar tahan kerugian seiring harapan untuk kesepakatan perdagangan memudar
Tuesday, 19 November 2019 08:08 WIB

Dolar menahan kerugian terhadap mata uang utama pada Selasa seiring surutnya harapan untuk kesepakatan perdagangan awal antara Amerika Serikat dan Cina mengurangi permintaan untuk greenback. Ada harapan yang tinggi bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani apa yang disebut sebagai kesepak...

Dolar AS Turun Terkait Ketidakpastian Kesepakatan Perdagangan
Monday, 18 November 2019 23:27 WIB

Dolar AS melemah pada hari Senin setelah CNBC melaporkan bahwa pejabat Tiongkok pesimistis bahwa kesepakatan perdagangan akan ditandatangani. Laporan itu, yang mengutip sumber-sumber pemerintah, mengatakan pandangan suram itu disebabkan keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif. Ch...

Dolar Menyentuh 1-Pekan Terendah Menunggu Perkembangan Perdagangan
Monday, 18 November 2019 15:39 WIB

Dolar merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekumpulan mata uang pada Senin ini, karena para pedagang menunggu indikasi baru mengenai apakah AS dan China bergerak lebih dekat ke kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka yang telah mengguncang pasar keuangan dan bertindak sebagai ha...

Pound Menguat seiring Janji Konservatif untuk Mendukung Brexit
Monday, 18 November 2019 09:58 WIB

Pound menguat terhadap semua rekan Grup-of-10 pasca Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kandidat Konservatif berjanji untuk memilih kesepakatan Brexit jika ia memenangkan pemilihan 12 Desember. GBP/USD naik ke level tertinggi dua minggu. Johnson akan mencoba untuk memenangkan para pemi...

Peluang Pemulihan Euro Terlihat Meningkat pada Tanda-Tanda Ekonomi Yang Stabil
Friday, 15 November 2019 23:09 WIB

Investor menunggu tanda-tanda apakah euro siap untuk tahap pemulihan dan akan diawasi ketat laporan manufaktur regional minggu depan. Data awal, yang akan dirilis pada Jumat depan, akan membantu investor berspekulasi apakah Eropa sedang menuju pemulihan yang lebih kuat, atau menyimpulkan bahwa siny...

ANOTHER NEWS
Saham Tokyo turun seiring penguatan yen membebani eksportir
Tuesday, 19 November 2019 09:57 WIB Saham Jepang Nikkei melemah pada hari Selasa seiring investor menunggu kejelasan tentang kemajuan negosiasi perdagangan AS-Cina, dengan eksportir tertekan oleh penguatan yen terhadap dolar. Saham Nikkei turun 0,2% ke level 23.361,35 jelang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.