Sterling jatuh ke level 2-1 / 2 minggu terendah
Monday, 22 October 2018 23:08 WIB | CURRENCIES |poundSterling,Poundsterling

Sterling jatuh pada hari Senin seiring kekhawatiran yang tumbuh bahwa masalah perbatasan Irlandia dan perselisihan dalam Konservatif Inggris yang berkuasa atas Brexit bisa membuat Perdana Menteri Theresa May menghadapi tantangan kepemimpinan yang serius.

Pound melemah terhadap dolar dan euro, pada satu titik jatuh hampir 1 persen terhadap greenback, meskipun kemudian memangkas kembali beberapa penurunannya.

Koran-koran hari Minggu mengutip anggota parlemen yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa May harus mempersiapkan tantangan terkait kepemimpinannya.

Pada 15:30 GMT, sterling turun 0,65 persen, setelah sebelumnya menjejaki posisi rendah di level $ 1,2957, tingkat terlemah sejak 4 Oktober.

Terhadap euro, pound kehilangan 0,3 persen, menjauh dari posisi terendah sebelumnya di 88,57 pence yang telah menjadi posisi terendah 2 1/2-minggu.

Pasar yang gelisah mengamati pidato May ke parlemen, di mana dia diharapkan untuk mengatakan bahwa 95 persen dari kesepakatan perceraian Brexit telah diselesaikan. Namun dia akan mempertahankan oposisi terhadap proposal Uni Eropa untuk perbatasan darat dengan Irlandia Utara.

Namun, usulnya untuk memperpanjang periode transisi status-quo di luar tanggal yang diusulkan saat ini pada Desember 2021 telah membuat pihak skeptis euro di partainya marah. (sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

GBP/USD Koreksi Kembali Dari Tertinggi 5 Minggu
Wednesday, 26 June 2019 08:27 WIB

Sementara kekhawatiran baru Brexit tanpa kesepakatan dan pidato Fed yang kurang dovish menyeret pasangan GBP/USD kembali dari tertinggi sebulan, Cable sedikit berubah di dekat 1,2690 pada awal Rabu. Prospek Perdana Menteri Inggris (PM), Boris Johnson, melalui BBC ketika dia menegaskan kembali berja...

Spekulasi pada pemotongan suku bunga AS membuat dolar bertahan
Tuesday, 25 June 2019 23:16 WIB

Dolar tergelincir terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa, mencapai level terendah 3 bulan terhadap euro, seiring ekspektasi penurunan beberapa suku bunga AS oleh Federal Reserve telah mendorong penjualan mata uang A.S. Ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat memicu pe...

Dolar Jatuh ke Posisi Terendahnya yang Baru Terhadap Euro & Yen
Tuesday, 25 June 2019 17:26 WIB

Dolar AS jatuh ke level terendahnya tiga bulan terhadap euro dan turun ke level terlemahnya terhadap yen Jepang sejak awal Januari karena prospek pelonggaran moneter oleh Federal Reserve menekan permintaan untuk mata uang AS. Euro mencapai level tertingginya tiga bulan di $ 1,1412, setelah naik 2,0...

Dolar AS Turun; Yen Menguat karena Permintaan Safe-Haven
Tuesday, 25 June 2019 12:51 WIB

Dolar AS turun pada hari Selasa di Asia sementara yen Jepang naik karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menarik permintaan safe-haven. Indeks dolar AS yang menelusuri greenback terhadap sekumpulan mata uang lainnya turun 0,1% menjadi 95,428 pada 1:35 pagi waktu timur AS (05:35 GMT). Pasan...

Dolar terbebani prospek The Fed; Swiss Franc, emas bersinar terkait geopolitik
Tuesday, 25 June 2019 08:36 WIB

Dolar pada hari Selasa tetap terbelenggu oleh prospek pelonggaran moneter oleh Federal Reserve sementara safe-haven Swiss franc dan emas tertopang oleh ketegangan antara Washington dan Teheran. Euro menyentuh level tertinggi tiga bulan di $1,14065 di awal perdagangan Asia. Dolar telah naik 2,0% dar...

ANOTHER NEWS
Emas Jeda Pasca Reli Ke Level Enam Tahun Tertinggi
Wednesday, 26 June 2019 11:19 WIB Emas tertahan pasca melonjak ke level tertinggi enam tahun. Harga emas spot turun sebanyak 1,3% menjadi $1.405,05 per ons, dan diperdagangkan pada $1.407,68 pada jam 11:24 pagi di Singapura. Harga menyentuh level $1,439.21 pada hari Selasa, yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.