Indeks dolar berubah negatif setelah pernyataan minor Trump terhadap The Feds
Friday, 20 July 2018 01:05 WIB | CURRENCIES | Indeks DolarDolar ASThe Fed

Dolar AS berbalik negatif terhadap rival utamanya pada Kamis ini setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia tidak setuju dengan strategi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara bertahap.

Trump mengatakan kepada CNBC selama wawancara pada Kamis ini bahwa dia tidak "senang" bahwa Federal Reserve menaikkan suku bunga. Sebuah kutipan dari wawancara, yang dijadwalkan untuk mengudara Jumat pagi, dirilis Kamis tengah hari. "Karena kami naik dan setiap kali Anda naik, mereka ingin menaikkan suku bunga lagi. Saya tidak benar-benar tidak senang tentang itu," kata Trump.

The Federal Reserve sejauh ini telah menaikkan suku bunga sebanyak tujuh kali sejak akhir 2015, dengan dua kenaikan suku bunga diharapkan pada 2018. Pengetatan moneter dipandu baik oleh dolar, serta hasil Treasury AS yang lebih tinggi. Komentar Trump membuat tidak nyaman bagi investor seperti yang disebut kemerdekaan Fed dari pemerintah kembali dipertanyakan. Trump sendiri telah menominasikan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, yang mulai menjabat pada awal tahun ini.

Indeks Dolar AS, yang telah naik 0,5% pada puncaknya pada Kamis ini, menelusuri kembali jalurnya dalam menanggapi berita dan berakhir turun 0,1% pada level 94,975. (arl)

Sumber : Marketwatch

RELATED NEWS

Dolar Yang Lebih Kuat dan Kekhawatiran Brexit Mendorong Sterling Di Bawah $ 1,27
Tuesday, 21 May 2019 16:45 WIB

Sterling jatuh di bawah $ 1,27 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Januari, tertekan oleh penguatan dolar dan harapan bahwa Perdana Menteri Theresa May akan gagal membujuk rekan kabinet untuk mendukung versi amandemen dari perjanjian penarikan Brexit-nya. Ketidakpastian Brexit telah tumbuh dala...

EUR/USD Terus Turun Mendekati 1,1150 Menjelang ECB dan Data
Tuesday, 21 May 2019 13:59 WIB

Sentimen di sekitar mata uang Eropa tetap tenang di paruh kedua bulan ini, EUR/USD sekarang membalik kenaikan hari Senin dan fokus kembali pada wilayah 1,1150. EUR/USD melihat ke perdagangan dan ECB Spot ini bergerak di ujung bawah kisaran baru-baru ini setelah aksi jual tajam pekan lalu, sementar...

Dolar bertahan di dekat level dua setengah pekan tertingginya
Tuesday, 21 May 2019 08:33 WIB

Dolar bertahan di dekat tertinggi 2-1/2-pekan pada Selasa, didukung oleh imbal hasil AS yang lebih tinggi serta gejolak perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China sehingga mendorong selera untuk safe-haven greenback. Indeks dolar berada di level 97,947 terhadap sekumpulan enam mata uang ut...

Sterling Berangsur Naik Dari Terendah setelah Penurunan Mingguan Terbesar Tahun Ini
Monday, 20 May 2019 23:22 WIB

Sterling beringsut menjauh dari level terendah sejak Januari pada Senin ini ketika perdana menteri Inggris melakukan upaya terakhir untuk mendapatkan kesepakatan Brexit melalui parlemen sebelum dia meninggalkan kantor, meskipun skeptisisme dari oposisi Partai Buruh membatasi kenaikan. Setelah gagal...

Aussie Menuju Kenaikan Terbesarnya di 2019 Setelah Kemenangan yang Mengejutkan di Pemilu
Monday, 20 May 2019 16:00 WIB

Dolar Australia melonjak pada hari Senin dan berada di jalur untuk kenaikan terbesarnya tahun ini karena investor menyambut kemenangan mengejutkan pemilihan oleh koalisi konservatif Perdana Menteri Scott Morrison, meskipun saham global yang bervariasi secara luas membebani selera risiko. Aussie ter...

ANOTHER NEWS
Saham AS Dibuka Lebih Tinggi Karena Amerika Sementara Membatasi Pembatasan Huawei
Tuesday, 21 May 2019 20:43 WIB Saham A.S. dibuka lebih tinggi pada hari Selasa, mendapatkan dorongan setelah Departemen Perdagangan mengatakan akan memberikan pengecualian sementara untuk daftar hitam ekspor terhadap perusahaan telekomunikasi China Huawei. Indeks S&P 500...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.