Sterling naik terkait survei konstruksi dan pembicaraan Brexit
Tuesday, 3 July 2018 23:11 WIB | CURRENCIES |poundSterling,Poundsterling

Pound naik pada hari Selasa seiring risk appetite rebound dan survei yang menunjukkan pertumbuhan yang layak di industri konstruksi Inggris memberikan sedikit kelonggaran dari kesuraman baru-baru ini tentang kemajuan pembicaraan Brexit.

Komentar bank sentral China tentang menjaga yuan stabil, serta pergerakan lebih tinggi untuk aset seperti saham, meningkatkan mata uang di seluruh papan termasuk sterling.

Mata uang Inggris bertambah 0,4 persen terhadap dolar ke level setinggi $ 1,3207, menjauhi level 2018 terendah yang dicapai minggu lalu di level $ 1,3050. Mata uang tersebut kemudian memberikan beberapa keuntungan untuk diperdagangkan di level $ 1,3180 pada pukul 15:10 GMT.

Indeks Pembelian Manajer Konstruksi (PMI) meningkat menjadi 53,1 pada Juni dari 52,5 Mei, lebih baik dari perkiraan dan laju pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan. Itu adalah bulan ketiga berturut-turut sektor ini tumbuh setelah berkontraksi pada bulan Maret.

Versus euro, sterling menguat 0,2 persen ke level 88,40 pence.

Sterling telah berjuang dalam beberapa pekan terakhir pada kekhawatiran tentang apakah Inggris dapat mengamankan kesepakatan dengan Uni Eropa sebelum meninggalkan blok tersebut pada bulan Maret mendatang membebani mata uang. (sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Dolar AS Bertahan di level Tertinggi terhadap Data Tenaga Kerja Yang Kuat, Risalah The Fed
Thursday, 23 May 2019 23:29 WIB

Dolar AS mendekati level tertinggi 1 bulan pada Kamis seiring penurunan tak terduga dalam jumlah orang yang mengajukan untuk bantuan pengangguran pekan lalu membantu mempertahankan momentum. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, naik 0,1% menjad...

May Dipaksa Keluar, Pound Melemah
Thursday, 23 May 2019 15:22 WIB

Dolar menguat di seluruh perdagangan awal di Eropa Rabu, karena keluarnya Perdana Menteri Inggris Theresa May yang diperkirakan segera terjadi karena ketidakjelasan Brexit menekan pound dan membuat kemunduran yang buruk untuk pemilihan parlemen Eropa yang dimulai hari ini. Pada pukul 03:00 pagi ET ...

Indeks Dolar AS Naik Ke Tertinggi Mingguan Di Dekat 98,20
Thursday, 23 May 2019 12:59 WIB

Greenback, dalam hal Indeks Dolar AS (DXY), memperpanjang pergerakan ke atas di atas penghalang 98,00, meraih pada saat yang sama tertinggi baru mingguan. Indeks Dolar AS fokus pada pembicara Fed, data Indeks memposting kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Kamis, selalu di belakang ...

Yen menguat pada sentimen perdagangan, kekhawatiran Brexit mengguncang kepercayaan investor
Thursday, 23 May 2019 08:31 WIB

  Yen menguat terhadap mata uang rekanan pada Kamis ini karena berlanjutnya sentimen perdagangan AS-China serta kekhawatiran Brexit yang mendorong aksi risk aversion, sehingga mengangkat mata uang safe-haven Jepang. Yen menguat 0,1% pada 110,240 terhadap dolar, setelah turun dari level terend...

Pound Memulihkan Kerugian setelah Sky News Melaporkan Pengunduran Diri PM May
Wednesday, 22 May 2019 23:21 WIB

Sterling memulihkan beberapa kerugian sebelumnya terhadap dolar dan euro pada hari Rabu setelah laporan Sky News bahwa Perdana Menteri Theresa May akan mengundurkan diri di kemudian hari. Mata uang yang sebelumnya telah jatuh sebanyak 0,6% ke level terendah empat bulan dari $ 1,2625 dan jatuh ke le...

ANOTHER NEWS
Harga minyak stabil setelah turun tajam di awal pekan
Friday, 24 May 2019 08:38 WIB Pasar minyak stabil pada hari Jumat ditengah pengurangan pasokan OPEC serta ketegangan di Timur Tengah, setelah mencatat penurunan tertajam sejak awal tahun sebelumnya di pekan ini di balik perlambatan ekonomi global dan membengkaknya persediaan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.