Sterling melemah setelah komentar terbaru pejabat BoE
Tuesday, 26 June 2018 18:17 WIB | CURRENCIES |poundSterling,Poundsterling

Pound jatuh terhadap dolar pada hari Selasa setelah pedagang melihat komentar dovish dari penentu suku bunga Bank of England, John Haskel, tentang ketidakpastian dampak Brexit terhadap ekonomi.

Sterling turun setengah persen seiring Haskel, yang pandangannya tentang kebijakan moneter relatif tidak bisa ditebak dan juga pembuat kebijakan yang menyerukan suku bunga lebih tinggi, berbicara kepada Komite Pemilihan Keuangan parlemen Inggris.

Sterling telah menikmati lonjakan dari level penurunan 7 bulan terendah pekan lalu setelah pertemuan Bank of England di minggi sebelumnya menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Namun reli tersebut terbukti berumur pendek.

Pound turun setengah persen ke level $ 1,3208, masih di atas posisi terendah 7 bulan di level $ 1,3102 yang dijejaki pekan lalu.

Sterling juga menyerahkan kenaikannya terhadap euro untuk diperdagangkan di level 88.120 pence per euro setelah Haskel berbicara.

Mata uang Inggris telah berada di bawah tekanan pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang konflik perdagangan yang berkembang antara Amerika Serikat dan negara-negara ekonomi utama lainnya membatasi minat investor untuk mengambil risiko.

Pedagang Sterling juga menahan diri untuk mengambil posisi besar sebelum pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa akhir pekan ini. (sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Dolar dekati tertinggi tiga setengah pekan, ditopang oleh imbal hasil AS
Wednesday, 22 May 2019 08:23 WIB

Dolar melayang di dekat level tertinggi empat pekan pada Rabu, didukung oleh kenaikan imbal hasil AS setelah Amerika Serikat melonggarkan pembatasan perdagangan pada produsen peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies. Terhadap sekumpulan mata uang utama saingan, dolar bertahan lebih rendah...

Dolar AS menguat terhadap Huawei, Bantuan Perdagangan
Tuesday, 21 May 2019 23:31 WIB

Dolar AS menguat pada Selasa, mencapai 3-minggu tertinggi  seiring ketegangan investor mereda pasca AS menghapus beberapa pembatasan pada raksasa teknologi China Huawei. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, menguat 0,2% menjadi 97,922 pada...

Dolar Yang Lebih Kuat dan Kekhawatiran Brexit Mendorong Sterling Di Bawah $ 1,27
Tuesday, 21 May 2019 16:45 WIB

Sterling jatuh di bawah $ 1,27 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Januari, tertekan oleh penguatan dolar dan harapan bahwa Perdana Menteri Theresa May akan gagal membujuk rekan kabinet untuk mendukung versi amandemen dari perjanjian penarikan Brexit-nya. Ketidakpastian Brexit telah tumbuh dala...

EUR/USD Terus Turun Mendekati 1,1150 Menjelang ECB dan Data
Tuesday, 21 May 2019 13:59 WIB

Sentimen di sekitar mata uang Eropa tetap tenang di paruh kedua bulan ini, EUR/USD sekarang membalik kenaikan hari Senin dan fokus kembali pada wilayah 1,1150. EUR/USD melihat ke perdagangan dan ECB Spot ini bergerak di ujung bawah kisaran baru-baru ini setelah aksi jual tajam pekan lalu, sementar...

Dolar bertahan di dekat level dua setengah pekan tertingginya
Tuesday, 21 May 2019 08:33 WIB

Dolar bertahan di dekat tertinggi 2-1/2-pekan pada Selasa, didukung oleh imbal hasil AS yang lebih tinggi serta gejolak perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China sehingga mendorong selera untuk safe-haven greenback. Indeks dolar berada di level 97,947 terhadap sekumpulan enam mata uang ut...

ANOTHER NEWS
Emas dekati level terendah dua pekan pada dolar yang kuat jelang risalah Fed
Wednesday, 22 May 2019 11:38 WIB Emas beringsut lebih rendah pada hari Rabu untuk melayang mendekati level terendah dua pekan, karena dolar yang lebih kuat dan tanda-tanda pelonggaran Sino-AS mengurangi permintaan bullion menjelang risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.