Dolar AS jatuh versus yen setelah AS ancam tarif lebih lanjut untuk Cina
Tuesday, 19 June 2018 16:14 WIB | CURRENCIES |DOLLAR Yen EuroDolar ASAussie

Dolar jatuh terhadap yen Jepang dan franc Swiss pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman lebih banyak tarif untuk China yang meningkatkan kekhawatiran bahwa perselisihan perdagangan yang meningkat dapat merusak pertumbuhan global.

Permusuhan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu semakin intensif pada hari Selasa ketika Trump mengancam untuk memaksakan tarif 10 persen pada barang-barang Cina senilai $ 200 miliar, yang mendorong peringatan cepat untuk pembalasan dari Beijing.

Pasar saham global tergelincir pada berita tersebut dan yuan China jatuh ke level lebih dari 5 bulan terendah terhadap dolar.

Investor membeli mata uang yang secara tradisional dianggap safe havens termasuk yen Jepang, yang naik 0,8 persen terhadap dolar ke level 109,56 yen, posisi tertinggi dalam seminggu.

Swiss franc, sering dicari pada saat gejolak pasar, juga mendapat dorongan dari berita tersebut. Mata uang itu naik 0,3 persen terhadap dolar ke level 0,9918 franc.

Namun, pada hari Selasa, dolar menguat 0,2 persen versus sekeranjang mata uang utama, mendekati level tertinggi tujuh bulan di level $ 95.131.

Euro, sementara itu, tetap di bawah tekanan seiring perselisihan dalam koalisi pemerintah Jerman dan harapan Bank Sentral Eropa akan menahan suku bunga stabil sampai 2019.

Mata uang tunggal euro menyentuh level sesi-rendah di $ 1,1572 mendekati posisi terendah dua minggu $ 1,1541 yang dibukukan pada hari Jumat.

Dolar Australia merosot ke level terendah satu tahun di level A$ 0,7380 pada perselisihan perdagangan AS-Cina yang meningkat dan harga logam dasar yang merosot. (Sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

USD/JPY: Bulls Mengontrol, Berusaha Menembus 108,40 Hari Ini
Wednesday, 24 July 2019 08:31 WIB

USD/JPY hampir datar di jam pembukaan Tokyo setelah sesi positif semalam, memperpanjang serangkaian bullish candlestick harian pada grafik. USD/JPY saat ini diperdagangkan pada 108,23, setelah melakukan perjalanan semalam dari rendah 108,03 ke tinggi 108,28. Dolar dalam bid yang lebih baik, dengan D...

Pound Melemah Untuk Hari Ketiga Jelang Hasil Pemilihan Partai Konservatif
Tuesday, 23 July 2019 15:47 WIB

Sterling turun untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, terseret oleh dolar yang lebih kuat dan kekhawatiran bahwa perdana menteri baru, yang identitasnya akan diketahui di kemudian hari, akan menarik Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan perdagangan. Hasil pemilihan Part...

Dolar Menguat Terkait Kesepakatan Batas Utang
Tuesday, 23 July 2019 10:51 WIB

Dolar menguat terhadap semua mata uang Kelompok 10 karena imbal hasil Treasury naik setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan bipartisan untuk menangguhkan plafon utang AS. EUR / USD turun 0,1% menjadi 1,1199, sementara GBP / USD turun 0,1% menjadi 1,2465. USD / JPY naik 0,2% menjadi 10...

GBP/USD Sentuh Posisi Terendah Baru Sesi, Kembali Di Bawah 1,2500
Monday, 22 July 2019 16:06 WIB

Pasangan GBP/USD akhirnya terhenti dari fase konsolidasi sesi Asia dan turun ke posisi terendah baru sesi, di sekitar wilayah 1,2475 dalam satu jam terakhir. Penurunan tiba-tiba lebih dari 35-pip, menyeret pasangan ini lebih jauh di bawah angka psikologis kunci 1,2500 sebagai reaksi terhadap berita...

Euro mendekati $ 1,12 seiring investor menunggu pertemuan bank sentral
Monday, 22 July 2019 15:19 WIB

Pasar valuta asing memulai minggu ini dengan menunggu untuk melihat seberapa banyak dan seberapa cepat pembuat kebijakan dapat melonggarkan kebijakan, dimulai dengan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis. Euro melemah ke $ 1,12 dalam perdagangan Asia karena dolar menguat terhadap permintaan safe-haven...

ANOTHER NEWS
Saham Jepang Menguat Terkait Harapan Perdagangan AS-Tiongkok
Wednesday, 24 July 2019 10:18 WIB Harga saham Jepang naik tipis pada hari Rabu setelah laporan berita mengatakan bahwa negosiator perdagangan AS akan bertemu dengan rekan-rekan Chinanya di Shanghai minggu depan mendorong investor untuk membeli kembali saham siklus seperti pembuat...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.