Sterling naik terkait data jasa tetapi momok Brexit masih mengintai
Tuesday, 5 June 2018 23:21 WIB | CURRENCIES |poundSterling,Poundsterling

Sterling melonjak pada hari Selasa setelah survei menunjukkan perusahaan di sektor jasa dominan Inggris tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada Mei setelah kemerosotan pada musim dingin di awal 2018.

Tapi mood mengenai prospek pound tetap lebih melah karena ketidakpastian seputar rencana keluar Inggris dari Uni Eropa pada Maret 2019 dan jalan Bank of England untuk pengetatan moneter.

Setelah merosot 3,43 persen terhadap dolar yang bangkit kembali pada bulan Mei, sterling memulai Juni pada pijakan positif, didukung oleh data yang menunjukkan tanda-tanda kemungkinan penguatan ekonomi Inggris setelah kuartal pertama yang lamban.

Layanan indeks pembelian manajer (PMI) IHS Markit / CIPS naik ke level tertinggi tiga bulan pada bulan Mei, lebih baik dari perkiraan dalam jajak pendapat ekonom Reuters.

Itu mendorong sterling hingga ke level $ 1,3391 - mendekati level tertinggi dua minggu “ sebelum tergelincir kemudian ke level $ 1,3339 seiring dolar menguat secara luas.

Terhadap euro, pound juga naik ke posisi ertinggi empat hari di 87,25 pence.

Investor sekarang melihat dalam kira-kira 40 persen peluang BoE menaikkan biaya pinjaman pada bulan Agustus - waktu berikutnya memperbarui perkiraan ekonominya.

Namun, para analis memperingatkan bahwa risiko seputar hubungan Inggris dan UE setelah Brexit terus mengaburkan prospek mata uang. (Sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Dolar Tergelincir pada Ketidakpastian Perdagangan seiring Euro Naik
Friday, 24 May 2019 23:26 WIB

\Dolar AS tergelincir pada hari Jumat seiring para pedagang mengkaji dampak dari head-see perdagangan melihat pada greenback yang lebih kuat. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, turun 0,1% menjadi 97,593 pada pukul 10:14 Pagi waktu timur AS (1...

Pound Menuju Rekor Penurunan Beruntun vs Euro; Pernyataan Mei Ditunggu
Friday, 24 May 2019 16:14 WIB

Pound Inggris berada di jalur untuk mengambil rekor penurunan beruntun terhadap euro pada hari Jumat karena Perdana Menteri Inggris Theresa May tampaknya akan mengumumkan tanggal keberangkatannya setelah dua tahun mencoba untuk mendorong melalui kesepakatan Brexit. Meskipun tidak ada kejelasan tent...

Dolar stabil pasca turun dari tertinggi 2 tahun, tertekan rendahnya imbal hasil AS
Friday, 24 May 2019 09:12 WIB

Dolar bertahan stabil pada Jumat ini, setelah turun dari level tertinggi dua tahun pada imbal hasil AS yang lebih rendah di sesi sebelumnya ditengah kekhawatiran bahwa perang perdagangan dengan China akan merugikan ekonomi AS lebih dari yang diperkirakan sebelumnya. Greenback tidak tertolong oleh m...

Dolar AS Bertahan di level Tertinggi terhadap Data Tenaga Kerja Yang Kuat, Risalah The Fed
Thursday, 23 May 2019 23:29 WIB

Dolar AS mendekati level tertinggi 1 bulan pada Kamis seiring penurunan tak terduga dalam jumlah orang yang mengajukan untuk bantuan pengangguran pekan lalu membantu mempertahankan momentum. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, naik 0,1% menjad...

May Dipaksa Keluar, Pound Melemah
Thursday, 23 May 2019 15:22 WIB

Dolar menguat di seluruh perdagangan awal di Eropa Rabu, karena keluarnya Perdana Menteri Inggris Theresa May yang diperkirakan segera terjadi karena ketidakjelasan Brexit menekan pound dan membuat kemunduran yang buruk untuk pemilihan parlemen Eropa yang dimulai hari ini. Pada pukul 03:00 pagi ET ...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham HK Mengakhiri Pekan Dengan Catatan Positif (Review)
Saturday, 25 May 2019 03:23 WIB Saham ditutup pada hari Jumat dengan sedikit penguatan, mengakhiri pekan yang sulit tetapi investor tetap gelisah karena meningkatnya ketegangan antara China-AS. Indeks Hang Seng naik sebesar 0,32 persen, atau 86,80 poin, ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.