Sterling tertahan di dekat terendah satu bulan karena dolar memantul terhadap imbal hasil
Wednesday, 25 April 2018 16:37 WIB | CURRENCIES |Sterling,Poundsterling

Sterling jatuh terhadap dolar pada Rabu ini seiring menguatnya mata uang AS karena meningkatnya imbal hasil Treasury, sementara pedagang tetap berhati-hati menjelang angka PDB Inggris yang jatuh pada Jumat

Rilis pertumbuhan ekonomi akan menjadi data kunci terakhir yang dirilis sebelum pertemuan Komite Kebijakan Moneter Bank of England awal bulan depan, dan fokus pasar terbagi atas apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga. Mengirim Sterling jatuh dari level tertinggi pasca-Brexit dan membiarkannya turun untuk bulan April.

Pound, telah menghentikan penurunan beruntun dan meningkat pada Selasa dan semalam di tengah berita tentang kemungkinan M & A yang positif, analis RBC mengatakan dalam sebuah catatan. Tetapi dengan dolar rebound pada hari Rabu, investor menjual pound.

Pound turun 0,2 persen menjadi $ 1,3948 karena dolar menguat di sebagian besar mata uang utama.

Sterling tetap lebih dari empat sen dari tertinggi pasca-Brexit sebesar $ 1,4377 yang dicapai pekan lalu.

Terhadap euro, yang beberapa analis katakan saat ini merupakan ukuran permintaan yang lebih baik untuk pound mengingat telah ada berita khusus dolar minggu ini, sterling naik 0,1 persen menjadi 87,425 pence per euro. (arl)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Pound Sentuh Terendahnya 4-Bulan Seiring Meningkatnya Tekanan Terhadap May
Wednesday, 22 May 2019 15:16 WIB

Pound jatuh ke level terendahnya empat bulan terhadap dolar karena tekanan pada Theresa May untuk meninggalkan kesepakatan Brexit, dimana dirinya harus menghadapi oposisi besar dari anggota parlemen, dan mengundurkan diri sebagai perdana menteri Inggris. Sterling turun sebanyak 0,4% menjadi $ 1,266...

Dolar dekati tertinggi tiga setengah pekan, ditopang oleh imbal hasil AS
Wednesday, 22 May 2019 08:23 WIB

Dolar melayang di dekat level tertinggi empat pekan pada Rabu, didukung oleh kenaikan imbal hasil AS setelah Amerika Serikat melonggarkan pembatasan perdagangan pada produsen peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies. Terhadap sekumpulan mata uang utama saingan, dolar bertahan lebih rendah...

Dolar AS menguat terhadap Huawei, Bantuan Perdagangan
Tuesday, 21 May 2019 23:31 WIB

Dolar AS menguat pada Selasa, mencapai 3-minggu tertinggi  seiring ketegangan investor mereda pasca AS menghapus beberapa pembatasan pada raksasa teknologi China Huawei. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, menguat 0,2% menjadi 97,922 pada...

Dolar Yang Lebih Kuat dan Kekhawatiran Brexit Mendorong Sterling Di Bawah $ 1,27
Tuesday, 21 May 2019 16:45 WIB

Sterling jatuh di bawah $ 1,27 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Januari, tertekan oleh penguatan dolar dan harapan bahwa Perdana Menteri Theresa May akan gagal membujuk rekan kabinet untuk mendukung versi amandemen dari perjanjian penarikan Brexit-nya. Ketidakpastian Brexit telah tumbuh dala...

EUR/USD Terus Turun Mendekati 1,1150 Menjelang ECB dan Data
Tuesday, 21 May 2019 13:59 WIB

Sentimen di sekitar mata uang Eropa tetap tenang di paruh kedua bulan ini, EUR/USD sekarang membalik kenaikan hari Senin dan fokus kembali pada wilayah 1,1150. EUR/USD melihat ke perdagangan dan ECB Spot ini bergerak di ujung bawah kisaran baru-baru ini setelah aksi jual tajam pekan lalu, sementar...

ANOTHER NEWS
Emas Rebound Terkait Perselisihan Perdagangan yang Persisten Menekan Ekuitas
Wednesday, 22 May 2019 21:19 WIB Emas berjangka rebound dari level terendahnya dua minggu, didukung oleh ekuitas yang lebih lemah dan dolar yang goyah. Harga tembaga turun. Emas berjangka untuk pengiriman Juni  menguat  0,1% di $ 1,274.40 per ons pada jam 9:38 pagi di...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.