GBP/USD Turun Ke 1,4200 Pasca Data Inggris Yang Bervariasi
Wednesday, 11 April 2018 15:57 WIB | CURRENCIES |GBP/USD

Sterling telah menyerahkan sebagian dari kenaikan sebelumnya vs Greenback dan sekarang mendorong GBP/USD untuk kembali ke level 1,4200.

Kenaikan GBP/USD tersendat di dekat 1,4220

Reli Cable tetap sehat hari ini di tengah-tengah melemahnya Greenback berbasis luas dan meskipun rilisan data Inggris yang bervariasi.

Faktanya, Produksi Manufaktur Inggris menyusut  0,2% secara bulanan di bulan Februari dan Produksi Industri meningkat 0,1% antar bulan selama periode yang sama, kedua laporan tersebut berada di bawah perkiraan awal.

Selain itu, defisit perdagangan Inggris menyusut menjadi £10,20 miliar, lebih baik dari survei sebelumnya, dan turun dari defisit bulan Januari £12,23 miliar.

Kemudian pada hari ini, angka inflasi AS serta ringkasan pertemuan FOMC siap untuk mendorong sentimen di pasar global dan di sekitar Greenback.

Level GBP/USD untuk dipertimbangkan

Saat penulisan, pasangan ini naik 0,15% ke 1,4197 menghadapi rintangan berikutnya di 1,4224 (tertinggi 11 April) diikuti oleh 1,4246 (tertinggi 26 Mar) dan akhirnya 1,4280 (tertinggi 2 Februari). Di sisi lain, terobosan di bawah 1,4083 (SMA 10-hari) akan bergerak ke 1,4072 (SMA 21-hari) dan kemudian 1,3965 (terendah 5 Apr).

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS

Dolar menyerah pasca kenaikan suku bunga Fed, sterling ke tertinggi 2 bulan
Friday, 20 September 2019 15:18 WIB

Dolar melayang lebih rendah pada Jumat ini setelah bank-bank sentral di Swiss dan Inggris menahan diri untuk mengikuti Federal Reserve dalam pemangkasan suku bunga, dan selera risiko berkurang karena adanya sentimen mengenai pembicaraan perdagangan AS-China. Sterling menyentuh level tertinggi dua b...

Dolar menahan penurunan pasca-Fed, sterling naik terkait harapan kesepakatan Brexit
Friday, 20 September 2019 08:24 WIB

Dolar menahan kerugian terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Jumat, karena bank sentral di Swiss dan Inggris menahan diri untuk tidak mengikuti Federal Reserve dalam memangkas suku bunga, sementara selera risiko berkurang karena kehati-hatian terhadap pembicaraan perdagangan AS-China. S...

Pasca BOJ Menahan Suku Bunganya, Yen Naik terhadap Dolar
Thursday, 19 September 2019 15:17 WIB

Yen naik dari level terendah tujuh minggu terhadap dolar AS pada hari Kamis setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya, setelah keputusan semalam Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga. Dolar turun 0,44% menjadi 107,95 yen pada pukul 02:32 pagi waktu timur AS (6:32 GMT) setelah ...

Dolar rally di tengah kehati-hatian terhadap prospek penurunan suku bunga Fed
Thursday, 19 September 2019 08:22 WIB

Dolar menguat pada hari Kamis setelah Federal Reserve AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, seperti yang diharapkan, tetapi ketuanya mengisyaratkan batasan yang lebih tinggi untuk penurunan suku bunga di masa depan. Greenback menyentuh level tertinggi tujuh minggu di 108,47 terhadap yen Je...

Sterling sedikit melemah dari tertinggi 6-minggu, BoE dalam fokus
Wednesday, 18 September 2019 15:51 WIB

Sterling sedikit melemah pada hari Rabu pasca naik ke tertingginya enam minggu di tengah harapan untuk kesepakatan akhir Brexit, sementara investor mengalihkan perhatian mereka pada pertemuan Bank of England pada hari Kamis. Pound turun 0,2% dalam perdagangan awal Eropa menjadi $ 1,2476, tetapi men...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Turun Saat Sesi Makan Siang
Monday, 23 September 2019 11:20 WIB Saham di Hong Kong turun pada istirahat hari Senin karena investor resah atas pembicaraan perdagangan antara China-AS setelah Donald Trump mengatakan dia tidak ingin membuat perjanjian sedikit demi sedikit. Indeks Hang Seng turun sebesar 0,86...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.