Minyak Berjangka Turun ditengah Diperpanjangnya Pemotongan Produksi dan Keraguan Global akan Pasokan
Thursday, 4 June 2020 19:01 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Harga minyak bergerak lebih rendah pada hari Kamis, tersandung karena pertanyaan tentang kesediaan produsen global untuk mempertahankan pengurangan output dan kepatuhan dengan pakta yang ada untuk menstabilkan harga menjadi pertanyaan.

Kegagalan untuk memajukan pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutu utamanya, termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, juga telah mengacaukan daya beli di pasar minyak mentah.

Selama 24 jam terakhir, raksasa penghasil minyak Arab Saudi dan Rusia, dua produsen minyak terbesar dunia, telah sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi 9,7 juta barel per hari, yang akan mulai meruncing pada akhir bulan ini, hingga Juli. Namun, dukungan Saudi dan Rusia terhadap perpanjangan pengurangan output bergantung pada negara-negara seperti Nigeria dan Irak, mematuhi langkah-langkah yang ada untuk mengurangi pasokan global, Reuters melaporkan. Sementara itu, Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab belum setuju untuk secara sukarela mengurangi 1,18 juta barel per hari setelah Juni, menurut Reuters.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, turun 58 sen, atau 1,6%, diperdagangkan pada $ 36,72 per barel di New York Mercantile Exchange, menghapus kenaikan pada hari Rabu. Minyak Brent Patokan global, untuk kontrak Agustus turun 29 sen, atau 0,7%, diperdagangkan pada $ 39,50 per barel di ICE Futures Europe, juga menghapus kenaikan serupa pada hari Rabu. Harga untuk WTI dan minyak mentah Brent telah menyentuh tertinggi sejak 6 Maret, menurut Dow Jones Market Data.(Arl)

Sumber : Marketwatch

RELATED NEWS

Minyak bergerak lebih rendah karena kasus Covid-19 memicu kekhawatiran permintaan
Wednesday, 8 July 2020 02:09 WIB

Harga minyak turun pada Selasa ini di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan kasus baru virus corona, terutama di Amerika Serikat, yang dapat menghambat pemulihan permintaan untuk bahan bakar. Minyak mentah berjangka Brent turun 24 sen, atau 0,56%, menjadi $ 42,86. Minyak mentah berjangka West Texas In...

Minyak Turun Seiring Lonjakan Virus di AS Memicu Kekhawatiran akan Permintaan
Tuesday, 7 July 2020 18:27 WIB

Harga minyak turun pada hari Selasa di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan kasus coronavirus baru, terutama di Amerika Serikat, akan menghambat pemulihan permintaan bahan bakar. Minyak mentah berjangka Brent turun 44 sen, atau 1,02%, menjadi $ 42,66, setelah mencapai tertinggi $ 43,19. Minyak menta...

Harga Minyak Naik Tipis Seiring Dukungan Pada Pemangkasan Produksi
Tuesday, 7 July 2020 10:29 WIB

Harga minyak meraih kenaikan kceil di awal perdagangan pada hari Selasa dengan produsen utama yang tetap bertahan pada pemangkasan pasokan, tetapi kenaikan tersebut dibatasi karena kasus virus corona AS melonjak, berpotensi menghambat pemulihan permintaan bahan bakar. Minyak mentah berjangka West T...

Data ekonomi dukung harga minyak seiring lonjakan kasus virus
Tuesday, 7 July 2020 02:53 WIB

Minyak berjangka berakhir stabil pada Senin ini karena data ekonomi yang positif mendukung harga, sementara lonjakan kasus virus corona di Amerika Serikat yang dapat membatasi permintaan bahan bakar yang dapat menekan harga. Minyak mentah Brent ditutup pada level $ 43,10 per barel, naik 30 sen. Min...

Minyak Bervariasi ditengah Pasokan Yang Turun, Kasus Virus di A.S. Melonjak
Monday, 6 July 2020 19:04 WIB

Harga minyak bervariasi pada hari Senin, dengan minyak mentah Brent naik lebih tinggi, didukung oleh pasokan yang menurun dan data ekonomi yang positif, sementara patokan WTI AS berjangka turun karena kekhawatiran bahwa lonjakan kasus coronavirus dapat membatasi permintaan di Amerika Serikat. Minya...

ANOTHER NEWS
Saham AS Berakhir Lebih Rendah Karena Kasus Virus Corona Meningkat
Wednesday, 8 July 2020 03:19 WIB Saham AS melemah pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan sehari pasca S&P 500 mencatat kenaikan terpanjangnya tahun ini dan karena kasus baru virus corona AS kembali naik. Sebagian besar Amerika Serikat melaporkan puluhan ribu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.