Minyak Lanjutkan Penurunan seiring Pasokan Minyak AS Terlihat Meningkat
Tuesday, 19 November 2019 08:18 WIB | ENERGY |Minyak BrentMinyak MentahMinyak WTI

Minyak turun untuk hari kedua seiring indikasi stok minyak mentah AS dan produksi serpih akan terus berkembang, sementara investor menunggu berita tentang terobosan perang perdagangan yang berkepanjangan.

Minyak berjangka turun sebanyak 0,4% di New York setelah jatuh 1,2% pada hari Senin, terbesar sejak 6 November. Persediaan minyak mentah Amerika mungkin naik 1,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah pada hari Rabu. Output serpih di bidang utama juga diperkirakan akan meningkat bulan depan. Pasar global berada dalam pola bertahan, peka terhadap perkembangan perdagangan setelah berbulan-bulan negosiasi yang diikuti dengan cermat.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun 22 sen menjadi $ 56,83 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:33 pagi waktu Singapura. Kontrak turun 67 sen dan ditutup pada $ 57,05 pada hari Senin. Kontrak bulan depan akan berakhir hari Rabu.

Minyak Brent untuk penyelesaian Januari turun 86 sen, atau 1,4%, ditutup pada $ 62,44 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London pada Senin. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 5,28 premium untuk WTI untuk bulan yang sama. (Tgh)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Harga Minyak Dekat Level Tertingginya 3-Bulan Terkait Kesepakatan Dagang AS-Cina
Monday, 16 December 2019 18:28 WIB

Harga minyak pada hari Senin bertahan di dekat level tertingginya tiga bulan, didukung oleh pengumuman minggu lalu bahwa kesepakatan perdagangan awal telah dicapai antara Amerika Serikat dan Cina. Minyak mentah berjangka Brent naik 17 sen atau 0,3% menjadi $ 65,39 per barel pada 0940 GMT, sementara...

Minyak Turun Terkait Optimisme Kesepakatan Dagang Menjadi Kekhawatiran
Monday, 16 December 2019 08:51 WIB

Minyak turun dari level tertinggi tiga bulan karena optimisme serta kesepakatan perdagangan China akan memicu kekhawatiran sebab sifat perjanjian yang terbatas serta detail yang kurang. Minyak berjangka turun sebanyak 0,6% di New York setelah ditutup naik 1,5% pada Jumat. Kesepakatan tersebut melib...

Minyak berjangka AS ditutup di atas $ 60 ,pertama kalinya sejak pertengahan September
Saturday, 14 December 2019 02:47 WIB

Minyak berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Jumat, dengan harga AS di atas $ 60 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan September. Para pedagang mengkaji berita tentang kesepakatan perdagangan fase satu AS-China awal yang membantu meredakan kekhawatiran tentang prospek permintaan ener...

Minyak Naik Dekat Tertingginya Tiga Bulan Terkait Perjanjian Awal Perdagangan AS-China
Friday, 13 December 2019 18:35 WIB

Minyak naik mendekati level tertinggi dalam hampir tiga bulan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan parsial dengan China, memberikan dorongan pada prospek lemah untuk permintaan minyak global. Minyak berjangka naik 1,1% menjadi hampir $ 60 per barel di New York, dan...

Harga Minyak Naik seiring Trump Dilaporkan Setuju dengan Perjanjian Perdagangan
Friday, 13 December 2019 12:49 WIB

Harga minyak naik pada hari Jumat waktu Asia karena Presiden AS dilaporkan menyetujui kesepakatan parsial dengan China untuk menghentikan perang perdagangan. Minyak Mentah AS WTI berjangka naik 0,5% menjadi $ 59,48 pada pukul 12:01 ET (04:01 GMT), sementara Brent International berjangka naik 0,6% m...

ANOTHER NEWS
Indeks Berjangka AS Menujukkan Kenaikan pada Pembukaan, Didukung Kesepakatan Dagang Awal AS-Tiongkok
Monday, 16 December 2019 19:50 WIB Indeks saham berjangka AS menunjukkan lebih tinggi pada hari Senin, dengan nada optimis terkait dengan kesepakatan perdagangan awal antara AS-China, meskipun pertanyaan tetap mengenai rincian perjanjian "fase satu" yang telah lama...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.