Minyak Tahan Dua Hari Kerugian seiring Permintaan Outlook Memburuk
Wednesday, 16 October 2019 09:17 WIB | ENERGY |Minyak BrentMinyak MentahMinyak WTI

Minyak menahan kerugian selama dua hari seiring prospek permintaan yang memburuk diperparah dengan tanda-tanda akan sulit bagi AS dan China untuk mencapai bahkan kesepakatan perdagangan terbatas.

Minyak Berjangka di New York sedikit lebih tinggi setelah turun 3,5% selama dua sesi sebelumnya. Beijing menginginkan pengembalian tarif sebelum setuju untuk membeli sebanyak $ 50 miliar produk pertanian AS yang diklaim oleh Presiden Donald Trump adalah bagian dari kesepakatan awal, kata orang yang mengetahui masalah tersebut. China juga mengancam akan membalas jika Kongres AS mengeluarkan undang-undang tentang Hong Kong.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik tipis 13 sen, atau 0,3%, menjadi $ 52,94 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:04 pagi waktu Singapura. Jatuh 1,5% pada hari Selasa.

Minyak mentah Brent untuk penyelesaian Desember naik 0,2% menjadi $ 58,85 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London setelah jatuh 1% pada hari Selasa. Acuan global diperdagangkan pada $ 5,85 premium untuk WTI untuk bulan yang sama. (Tgh)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak naik terkait aksi short-covering meskipun meningkatnya kekhawatiran virus corona
Wednesday, 26 February 2020 10:15 WIB

Harga minyak mentah naik tipis pada hari Rabu karena investor mengambil posisi covered short pasca penurunan tiga sesi, walaupun semakin adanya kekhawatiran bahwa penyebaran virus corona yang cepat akan menyebabkan pandemi global. Minyak mentah Brent naik 42 sen, atau 0,8%, menjadi $ 55,37 per bare...

Minyak turun 3% untuk ditutup di bawah $ 50 untuk pertama kalinya dalam 2 minggu
Wednesday, 26 February 2020 02:53 WIB

\Minyak turun di bawah $ 55 per barel pada hari Selasa, turun untuk hari ketiga, seiring kekhawatiran terkait penyebaran virus corona dan dampaknya terhadap permintaan minyak melebihi penurunan produksi OPEC dan kerugian pasokan Libya. Minyak mentah turun hampir 4% pada hari Senin, dengan komoditas...

Minyak Tahan Penurunan Dalam Tujuh pekan Pada Memburuknya Outlook Virus
Tuesday, 25 February 2020 08:43 WIB

Oil held its biggest loss in almost seven weeks as investors attempted to gauge the economic consequences of the fast-spreading coronavirus and whether it would become a global pandemic. Minyak menahan penurunan terbesar dalam hampir tujuh pekan karena investor berusaha untuk mengukur kon...

Harga minyak AS turun hampir 4% seiring penyebaran wabah coronavirus
Tuesday, 25 February 2020 02:59 WIB

Minyak berjangka ditutup lebih rendah pada hari Senin, dengan harga minyak AS Kehilangan hampir 4% karena pasar terus resah atas dampak coronavirus pada permintaan energi. "Ini bisa menjadi pertumpahan darah untuk minyak dalam jangka pendek karena risiko wabah global akan melumpuhkan perjalanan dan...

Harga Minyak Turun Lebih Dari 3% Terkait Kekhawatiran atas Permintaan; Penyebaran Virus
Monday, 24 February 2020 18:39 WIB

Harga minyak anjlok lebih dari 3% pada hari Senin, karena penyebaran yang cepat dari virus Korona di beberapa negara di luar China membuat investor khawatir tentang permintaan. Saham global juga memperpanjang kerugian karena kekhawatiran tentang dampak virus baru tumbuh, dengan jumlah infeksi melon...

ANOTHER NEWS
Minyak naik terkait aksi short-covering meskipun meningkatnya kekhawatiran virus corona
Wednesday, 26 February 2020 10:15 WIB Harga minyak mentah naik tipis pada hari Rabu karena investor mengambil posisi covered short pasca penurunan tiga sesi, walaupun semakin adanya kekhawatiran bahwa penyebaran virus corona yang cepat akan menyebabkan pandemi global. Minyak mentah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.