Minyak melonjak setelah serangan terhadap fasilitas Saudi menutup 5% dari pasokan global
Monday, 16 September 2019 13:20 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentMinyak MentahOil,

Harga minyak melonjak pada hari Senin, dengan minyak mentah Brent membukukan persentase kenaikan intra-day terbesar sejak Perang Teluk pada tahun 1991, setelah serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada hari Sabtu menutup sekitar 5% dari pasokan global.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik sebanyak 19,5% menjadi $ 71,95 per barel, lonjakan terbesar dalam sehari sejak 14 Januari 1991. Kontrak bulan depan berada di $ 66,28 per barel, naik $ 6,06, atau 10,1% , dari penutupan sebelumnya, pada 04:49 GMT.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka AS naik sebanyak 15,5% menjadi $ 63,34 per barel, kenaikan persentase intra-day terbesar sejak 22 Juni 1998. Kontrak bulan depan berada di $ 59,77 per barel, naik $ 4,92, atau 9% , pada 04:49 GMT.

Arab Saudi merupakan pengekspor minyak terbesar di dunia dan serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak mentah milik pemerintah Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais telah memangkas produksi sebesar 5,7 juta barel per hari. Perusahaan belum memberikan batas waktu untuk dimulainya kembali output penuh.(Arl)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Minyak Catatkan Penurunan Terbesar Sejak Mei karena Wabah Coronavirus
Saturday, 25 January 2020 03:00 WIB

Minyak membukukan pekan terburuk sejak Mei karena wabah coronavirus terus menekan harga. Perlambatan ekonomi Tiongkok akan berdampak pada permintaan karena China adalah importir minyak mentah terbesar dunia, setelah mengimpor di rekor 10,12 juta barel per hari pada 2019, menurut data dari Administr...

Minyak Bersiap untuk Penurunan Mingguan saat Virus Asia Menambah Keprihatinan
Friday, 24 January 2020 18:37 WIB

Minyak menuju penurunan 5% minggu ini di tengah kekhawatiran bahwa virus corona China akan mengikis permintaan bahan bakar seperti pasar yang bejuang dengan ekonomi dunia yang rapuh dan pasokan yang memadai. Minyak berjangka bertahan di atas $ 55 per barel di New York, didukung oleh penurunan tak t...

Minyak stabil, tapi terbebani kekhawatiran penyebaran virus China
Friday, 24 January 2020 09:58 WIB

Harga minyak stabil pada hari Jumat, tetapi berada di jalur untuk penurunan hingga 5% untuk pekan ini di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar akan melemah karena penyebaran virus pernapasan dari China yang telah menewaskan 25 orang sejauh ini. Minyak mentah berjangka Brent ...

Minyak berjangka AS menandai penyelesaian terendah sejak akhir November
Friday, 24 January 2020 03:11 WIB

Minyak berjangka turun tajam pada hari Kamis, mengirimkan harga AS ke penyelesaian terendah sejak akhir November, seiring penyebaran virus corona meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi global dan permintaan energi. "Semua pasar mengawasi situasi di China" dan coronavirus, kata Tariq Zahir, anggo...

Minyak Pangkas Kerugian pasca EIA Melaporkan Penurunan Mingguan terhadap Pasokan AS
Thursday, 23 January 2020 23:16 WIB

Harga minyak memangkas beberapa kerugian sebelumnya pada hari Kamis setelah data mingguan dari Energy Information Administration mengungkapkan bahwa pasokan minyak mentah AS turun 400.000 barel untuk pekan yang berakhir 17 Januari. Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan kenai...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.