Minyak Turun Pasca Lonjakan Tajamnya Dalam 5 Pekan Terakhir
Wednesday, 14 August 2019 18:50 WIB | ENERGY |Minyak WTIMinyak jenis Brent

Minyak turun setelah lonjakan tertajamnya dalam lima pekan terkahir karena sebuah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat, sehingga memangkas reli yang dipicu oleh tanda-tanda kebuntuan perdagangan AS dan China yang mungkin berkurang.

Minyak berjangka kehilangan sebanyak 1,5% di New York setelah American Petroleum Institute melaporkan bahwa persediaan minyak mentah naik 3,7 juta barel pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data pemerintah hari Rabu, ini akan menjadi kenaikan mingguan kedua, meskipun survei Bloomberg memprediksi hasil imbang dalam persediaan. Minyak melonjak 4% pada hari Selasa setelah Amerika Serikat menunda tarif beberapa barang China.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September turun 69 sen, atau 1,2%, menjadi $56,41 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:20 pagi waktu London. Kontrak naik $2,17 menjadi $57,10 pada hari Selasa, kenaikan terbesar sejak 10 Juli.

Minyak jenis Brent untuk penyelesaian Oktober turun 55 sen, atau 0,9%, menjadi $ 60,75 di ICE Futures Europe Exchange. Kontrak ditutup 4,7% lebih tinggi pada Selasa, kenaikan terbesar sejak 26 Desember. Acuam Minyak mentah global diperdagangkan pada $ 4,43 lebih tinggi dibandingkan WTI untuk bulan yang sama.(yds)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Lanjutkan Penurunan Ditengah Ketegangan AS-China
Tuesday, 14 July 2020 07:53 WIB

Minyak turun untuk hari kedua di tengah ekspektasi bahwa OPEC+ akan mulai mengurangi pemangkasan produksi bulan depan serta karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing memperburuk sentimen di seluruh pasar finansial. Minyak berjangka di New York turun di bawah $40 per barel setelah...

Minyak Berjangka Berakhir Turun seiring Pedagang Menunggu Pertemuan OPEC+
Tuesday, 14 July 2020 01:56 WIB

Minyak berjangka berakhir dengan penurunan pada hari Senin, dengan para pedagang menunggu hasil pertemuan Komite Pengawasan Bersama OPEC+ akhir pekan ini. Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka akan memutuskan apakah akan memperpanjang pengurangan produksi saat ini den...

Minyak tergelincir jelang pertemuan OPEC
Monday, 13 July 2020 09:36 WIB

Minyak tergelincir di awal perdagangan Asia pada Senin ini, karena para pedagang mengamati pertemuan teknis OPEC pekan ini yang diperkirakan akan merekomendasikan pelonggaran pengurangan pasokan yang telah menopang harga minyak mentah. Minyak mentah brent turun 27 sen menjadi $ 42,97 per barel pada...

Minyak Menguat, Tetapi Acuan AS Berakhir Lebih Rendah Untuk Pekan ini
Saturday, 11 July 2020 02:40 WIB

Minyak berjangka naik pada Jumat ini, didukung oleh hasil positif terkait dengan potensi obat COVID-19, tetapi harga minyak AS berakhir lebih rendah untuk pekan ini karena laporan dari Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa lesunya permintaan disebabkan oleh pandemi virus corona akan bertah...

Harga Minyak Jatuh ditengah Melonjaknya Kasus Virus, Pasokan Berlebihan
Friday, 10 July 2020 18:47 WIB

Harga minyak turun pada hari Jumat dan menuju penurunan mingguan karena persediaan yang meningkat dan kasus virus corona memecahkan rekor baru di Amerika Serikat memicu kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi dan permintaan bahan bakar. Minyak mentah Brent turun 46 sen, atau 1,1%, menjadi $ 41,...

ANOTHER NEWS
WHO Peringatkan Kehidupan "Tak Akan Kembali Normal" Pasca Pandemi
Tuesday, 14 July 2020 10:16 WIB Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) Senin (13/7) memperingatkan bahwa kehidupan "tidak akan kembali normal seperti sebelumnya untuk jangka waktu yang lama" sementara kasus COVID-19 meningkat di seluruh dunia. Hampir 13 juta kasus COVID-19 telah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.