Harga Minyak Sedikit Melemah Setelah Keuntungan 2% Semalam
Friday, 9 August 2019 13:09 WIB | ENERGY |Minyak WTIMinyak MentahMinyak Brent

Harga minyak diperdagangkan sedikit lebih rendah pada hari Jumat di Asia. Naik 2% pada sesi sebelumnya.

Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS tergelincir 0,1% menjadi $$ 52,47 pada pukul 12:18 pagi waktu timur AS (04:15 GMT). Sementara minyak mentah International Brent Berjangka juga turun 0,2% menjadi $ 57,27.

Mengutip dari seorang pejabat minyak Saudi, Reuters melaporkan hari ini bahwa Arab Saudi berencana untuk mempertahankan ekspor minyak mentahnya di bawah 7 juta barel per hari pada Agustus dan September.

Berita itu mengikuti laporan Bloomberg kemarin yang mengatakan kerajaan tidak akan mentolerir penurunan tajam harga minyak dan terbuka untuk semua opsi untuk menghentikan penurunan lebih lanjut.

Data China yang optimis juga dikutip sebagai penarik untuk pasar minyak, yang melonjak 2% di sesi sebelumnya sebelum memberikan kembali beberapa kenaikan mereka hari ini.

Data pabean pada Kamis menunjukkan bahwa ekspor China dalam mata uang dolar naik 3,3% dari tahun lalu. Itu dibandingkan dengan penurunan yang diharapkan sebesar 2,0%. Impor selama bulan tersebut turun 5,6%, lebih rendah dari penurunan yang diperkirakan sebesar 8,3%. (Tgh)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS

Minyak turun hampir 3% seiring kekhawatiran kelebihan pasokan membebani
Thursday, 23 January 2020 02:52 WIB

Harga minyak turun lebih dari 2% pada hari Rabu seiring perkiraan surplus pasar oleh Badan Energi Internasional (IEA) dan kekhawatiran permintaan melebihi atas gangguan pada produksi minyak mentah Libya. Minyak mentah Brent turun $ 1,39, atau 2,2%, pada $ 63,20 per barel. Minyak mentah antara West ...

Minyak Turun seiring Prediksi Surplus EIA, Kekhawatiran Gangguan di Libya Memudar
Wednesday, 22 January 2020 19:57 WIB

Harga minyak turun pada hari Rabu karena Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan surplus pasar pada semester pertama tahun ini sudah cukup untuk menghilangkan kekhawatiran tentang gangguan militer yang telah memangkas produksi minyak mentah Libya. Minyak mentah Brent turun 34 sen, atau 0,5%,...

Minyak kembali jatuh karena pasokan global terlihat imbangi penghentian di Libya
Wednesday, 22 January 2020 09:27 WIB

Harga minyak naik tipis pada Rabu, yang melanjutkan penurunan sesi sebelumnya, karena investor terus mengabaikan dampak dari hampir semua produksi minyak mentah Libya menjadi terhenti di tengah berlimpahnya pasokan di tempat lain. Minyak mentah brent (LCOc1) turun 13 sen, atau 0,2%, menjadi $ 64,46...

Minyak sedikit melemah di tengah krisis minyak Libya
Wednesday, 22 January 2020 02:50 WIB

Harga minyak turun pada hari Selasa di tengah ekspektasi bahwa pasar yang dipasok dengan baik akan dapat menahan gangguan yang telah memangkas produksi minyak mentah Libya. Minyak mentah Brent turun 65 sen menjadi $ 64,55 per barel, setelah mencapai sesi rendah $ 64,06. Minyak mentah West Texas Int...

Pasar Minyak Turun Lebih dari 1% Ditengah Krisis Minyak Libya
Tuesday, 21 January 2020 20:15 WIB

Harga minyak turun lebih dari 1% pada hari Selasa di tengah ekspektasi bahwa pasar yang dipasok dengan baik akan mampu menyerap gangguan yang telah memangkas produksi minyak mentah Libya. Minyak mentah Brent turun 98 sen, atau 1,5%, menjadi $ 64,22 per barel, setelah sebelumnya menyentuh $ 66 per b...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Rebound Setelah Aksi Sell-Off (Review)
Thursday, 23 January 2020 04:22 WIB Bursa saham Hong Kong rebound dari beberapa penurunan tajam pada hari sebelumnya ditengah aksi bargain-buying pada hari Rabu, tetapi para pedagang tetap khawatir karena mereka menunggu perkembangan terkait dengan virus mematikan seperti SARS yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.