Minyak Naik ke Tujuh Minggu Tertinggi di tengah Badai Teluk Meksiko, Stok AS Turun
Thursday, 11 July 2019 13:43 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Minyak memperpanjang kenaikan setelah ditutup pada level tertinggi tujuh minggu karena sekitar sepertiga dari produksi minyak mentah di Teluk Meksiko dipangkas sebelum badai potensial dan persediaan minyak mentah AS menyusut lebih dari yang diperkirakan.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik 23 sen, atau 0,4%, menjadi $ 60,66 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:23 waktu London setelah naik sebanyak 40 sen sebelumnya. Kontrak ditutup pada level tertinggi sejak 22 Mei pada hari Rabu.

Minyak Brent untuk penyelesaian September naik 22 sen, atau 0,3%, menjadi $ 67,23 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Ini naik 4,4% menjadi $ 67,01 pada hari Rabu, penutupan tertinggi sejak 29 Mei. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada $ 6,50 premium untuk WTI untuk bulan yang sama.

Operator Teluk Meksiko telah menutup 602.715 barel per hari dari produksi minyak menjelang badai, Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan mengatakan dalam sebuah pemberitahuan. Chevron mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka mulai menutup di lima platformnya di Teluk dan akan mulai mengevakuasi semua personel terkait. Royal Dutch Shell Plc juga telah mengevakuasi personel yang tidak penting di tujuh platform dan BP juga mulai memindahkan personel lepas pantai.(Arl)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak stabil, tapi terbebani kekhawatiran penyebaran virus China
Friday, 24 January 2020 09:58 WIB

Harga minyak stabil pada hari Jumat, tetapi berada di jalur untuk penurunan hingga 5% untuk pekan ini di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar akan melemah karena penyebaran virus pernapasan dari China yang telah menewaskan 25 orang sejauh ini. Minyak mentah berjangka Brent ...

Minyak berjangka AS menandai penyelesaian terendah sejak akhir November
Friday, 24 January 2020 03:11 WIB

Minyak berjangka turun tajam pada hari Kamis, mengirimkan harga AS ke penyelesaian terendah sejak akhir November, seiring penyebaran virus corona meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi global dan permintaan energi. "Semua pasar mengawasi situasi di China" dan coronavirus, kata Tariq Zahir, anggo...

Minyak Pangkas Kerugian pasca EIA Melaporkan Penurunan Mingguan terhadap Pasokan AS
Thursday, 23 January 2020 23:16 WIB

Harga minyak memangkas beberapa kerugian sebelumnya pada hari Kamis setelah data mingguan dari Energy Information Administration mengungkapkan bahwa pasokan minyak mentah AS turun 400.000 barel untuk pekan yang berakhir 17 Januari. Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan kenai...

Minyak Turun ke Terendahnya 7-Minggu Terkait Masalah Virus di Asia
Thursday, 23 January 2020 18:28 WIB

Minyak turun lebih lanjut setelah mencapai level terendah tujuh minggu di tengah spekulasi bahwa wabah virus corona di China mungkin mengurangi permintaan, seperti halnya pasar yang sudah bersaing dengan pasokan yang berlimpah. Minyak berjangka kehilangan 1,6% di New York untuk diperdagangkan di ba...

Minyak turun hari ketiga ditengah meningkatnya kekhawatiran terhadap virus China
Thursday, 23 January 2020 10:56 WIB

Harga minyak turun ke level terendah dalam tujuh pekan pada Kamis ini ditengah kekhawatiran bahwa penyebaran virus pernapasan yang baru diidentifikasi dari China dapat menurunkan permintaan bahan bakar pada saat yang sama sebuah laporan menunjukkan persediaan minyak di Amerika Serikat naik pekan lal...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.