Minyak Bersiap untuk Penurunan Mingguan seiring Perlambatan Ekonomi Membatasi OPEC
Friday, 5 July 2019 09:11 WIB | ENERGY |Minyak WTIMinyak MentahMinyak Brent

Minyak bersiap untuk penurunan mingguan terbesar sejak Mei karena kekhawatiran permintaan global melebihi pakta OPEC+ untuk memperpanjang pembatasan pasokan hingga 2020 dan kekhawatiran bahwa konfrontasi baru dengan Iran dapat mengancam pasokan.

Futures turun di New York dari penutupan hari Rabu karena kekhawatiran atas permintaan muncul kembali minggu ini menyusul angka ekonomi yang lamban dari AS ke Cina. Angka-angka suram membayangi perjanjian OPEC untuk menggulingkan pembatasan pasokan, sementara perebutan sebuah kapal tanker yang membawa minyak mentah Iran ke Suriah oleh pasukan khusus Inggris pada hari Kamis gagal memacu harga.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus turun 61 sen menjadi $ 56,73 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 9:10 pagi waktu Singapura. Tidak ada penyelesaian pada Kamis karena hari libur di AS dan semua transaksi akan dipesan pada Jumat. Harga turun 3% minggu ini.

Brent untuk penyelesaian September kehilangan 4 sen menjadi $ 63,26 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Futures turun 4,9% minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 6,46 kepada WTI untuk bulan yang sama. (Tgh)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak kembali jatuh karena pasokan global terlihat imbangi penghentian di Libya
Wednesday, 22 January 2020 09:27 WIB

Harga minyak naik tipis pada Rabu, yang melanjutkan penurunan sesi sebelumnya, karena investor terus mengabaikan dampak dari hampir semua produksi minyak mentah Libya menjadi terhenti di tengah berlimpahnya pasokan di tempat lain. Minyak mentah brent (LCOc1) turun 13 sen, atau 0,2%, menjadi $ 64,46...

Minyak sedikit melemah di tengah krisis minyak Libya
Wednesday, 22 January 2020 02:50 WIB

Harga minyak turun pada hari Selasa di tengah ekspektasi bahwa pasar yang dipasok dengan baik akan dapat menahan gangguan yang telah memangkas produksi minyak mentah Libya. Minyak mentah Brent turun 65 sen menjadi $ 64,55 per barel, setelah mencapai sesi rendah $ 64,06. Minyak mentah West Texas Int...

Pasar Minyak Turun Lebih dari 1% Ditengah Krisis Minyak Libya
Tuesday, 21 January 2020 20:15 WIB

Harga minyak turun lebih dari 1% pada hari Selasa di tengah ekspektasi bahwa pasar yang dipasok dengan baik akan mampu menyerap gangguan yang telah memangkas produksi minyak mentah Libya. Minyak mentah Brent turun 98 sen, atau 1,5%, menjadi $ 64,22 per barel, setelah sebelumnya menyentuh $ 66 per b...

Harga minyak naik terkait Libya, kekhawatiran pasokan Irak
Tuesday, 21 January 2020 09:37 WIB

Harga minyak naik pada hari Selasa setelah Libya menyatakan force majeure di dua ladang minyak utama setelah blokade militer dan protes di Irak, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasokan. Minyak mentah Brent diperdagangkan naik 11 sen, atau 0,2%, pada $ 65,31 per barel pada 0101 GMT. Minyak mentah...

Minyak Naik Seiring Tutupnya Ladang Minyak Libya
Monday, 20 January 2020 18:55 WIB

Harga minyak naik ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu pada hari Senin setelah dua basis produksi minyak mentah besar di Libya mulai ditutup di tengah blokade militer, berisiko mengurangi aliran minyak mentah dari anggota OPEC menjadi lebih sedikit. Minyak mentah Brent naik 37 sen, atau 0,6...

ANOTHER NEWS
Saham Tokyo berakhir lebih tinggi terkait aksi bargain hunting
Wednesday, 22 January 2020 13:35 WIB Saham Tokyo membalikkan penurunan sebelumnya dan berakhir lebih tinggi pada hari Rabu berkat aksi bargain hunting, dengan ketenangan relatif meskipun tumbuh kekhawatiran mengenai penyebaran virus mirip SARS baru. Indeks acuan Nikkei 225 bertambah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.