Minyak Stabil Setelah Merosot Ke Bear Market Terkait Peningkatan Pasokan AS
Thursday, 6 June 2019 20:42 WIB | ENERGY |WTIBrent

Minyak tetap stabil setelah merosot ke Bear Market pada hari Rabu di tengah meningkatnya persediaan minyak mentah AS dan tanda-tanda bahwa permintaan goyah.

Minyak berjangka di New York sedikit berubah setelah jatuh 3,4% di sesi sebelumnya. Total cadangan minyak AS melonjak 22 juta barel pekan lalu, peningkatan terbesar dalam data sejak tahun 1990, menurut angka dari pemerintah. Data dari negara-negara yang mewakili sekitar setengah dari konsumsi minyak global menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan year-on-year terhenti di bulan Maret dan April, kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan, memangkas perkiraan Brent untuk paruh kedua.

Minyak telah turun lebih dari 20% sejak akhir April karena hubungan perdagangan AS-China yang memburuk dan Gedung Putih mengambil pertarungan tarif baru dengan Meksiko. Hal itu menyebabkan penurunan tajam dalam prospek permintaan, sementara data inventaris Amerika sekarang memberi investor alasan tambahan untuk khawatir. Pertemuan para menteri energi Saudi dan Rusia di St. Petersburg minggu ini dapat memberikan beberapa petunjuk mengenai tanggapan mereka.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk Juli bertambah 6 sen, atau 0,1%, diperdagangkan pada $ 51,74 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 9:22 waktu setempat.

Brent untuk penyelesaian Agustus naik 29 sen menjadi $ 60,92 per barel di London ICE Futures Europe Exchange, setelah ditutup turun 2,2% pada hari Rabu. Benchmark minyak mentah global diperdagangkan lebih besar $ 9,03 dari WTI untuk bulan yang sama.

Kombinasi permintaan minyak yang lemah, impor yang melonjak, rekor produksi dalam negeri, dan pengilangan yang tidak bersemangat mendorong peningkatan total persediaan AS, menurut ahli strategi minyak Bloomberg, Julian Lee. Stok minyak mentah sekarang berada di level tertinggi sejak Juli 2017.

Pertemuan di St. Petersburg akan mengadu Saudi, yang ingin memperpanjang pemangkasan produksi koalisi OPEC+ setelah Juni, melawan Rusia, yang paling-paling tidak berkomitmen. Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama antara menteri energi kedua negara sejak di Jeddah pada bulan Mei, ketika kesenjangan antara kepentingan mereka menjadi terlihat.

Presiden Vladimir Putin menekankan perbedaan antara dua arsitek kesepakatan OPEC+. Dia mengulangi keinginan untuk melanjutkan kerja sama, tetapi mencatat bahwa negaranya senang dengan harga minyak yang lebih rendah dari sekutu Saudinya dan menolak mengatakan apakah dia mendukung perpanjangan pengurangan produksi. (frk)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak stabil, tapi terbebani kekhawatiran penyebaran virus China
Friday, 24 January 2020 09:58 WIB

Harga minyak stabil pada hari Jumat, tetapi berada di jalur untuk penurunan hingga 5% untuk pekan ini di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar akan melemah karena penyebaran virus pernapasan dari China yang telah menewaskan 25 orang sejauh ini. Minyak mentah berjangka Brent ...

Minyak berjangka AS menandai penyelesaian terendah sejak akhir November
Friday, 24 January 2020 03:11 WIB

Minyak berjangka turun tajam pada hari Kamis, mengirimkan harga AS ke penyelesaian terendah sejak akhir November, seiring penyebaran virus corona meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi global dan permintaan energi. "Semua pasar mengawasi situasi di China" dan coronavirus, kata Tariq Zahir, anggo...

Minyak Pangkas Kerugian pasca EIA Melaporkan Penurunan Mingguan terhadap Pasokan AS
Thursday, 23 January 2020 23:16 WIB

Harga minyak memangkas beberapa kerugian sebelumnya pada hari Kamis setelah data mingguan dari Energy Information Administration mengungkapkan bahwa pasokan minyak mentah AS turun 400.000 barel untuk pekan yang berakhir 17 Januari. Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan kenai...

Minyak Turun ke Terendahnya 7-Minggu Terkait Masalah Virus di Asia
Thursday, 23 January 2020 18:28 WIB

Minyak turun lebih lanjut setelah mencapai level terendah tujuh minggu di tengah spekulasi bahwa wabah virus corona di China mungkin mengurangi permintaan, seperti halnya pasar yang sudah bersaing dengan pasokan yang berlimpah. Minyak berjangka kehilangan 1,6% di New York untuk diperdagangkan di ba...

Minyak turun hari ketiga ditengah meningkatnya kekhawatiran terhadap virus China
Thursday, 23 January 2020 10:56 WIB

Harga minyak turun ke level terendah dalam tujuh pekan pada Kamis ini ditengah kekhawatiran bahwa penyebaran virus pernapasan yang baru diidentifikasi dari China dapat menurunkan permintaan bahan bakar pada saat yang sama sebuah laporan menunjukkan persediaan minyak di Amerika Serikat naik pekan lal...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.