Minyak Bersiap untuk Gain Mingguan Terbesar Sejak Awal April
Friday, 17 May 2019 13:02 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak awal April terkait ketegangan di Timur Tengah didahului dengan meningkatnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Minyak berjangka di New York naik sebanyak 0,8% pada hari Jumat dan naik 2,3% sejauh minggu ini. Arab Saudi pada hari Kamis menuduh Iran memerintahkan serangan drone di stasiun pompa bahan bakarnya minggu ini. Presiden Trump khawatir untuk menarik AS ke dalam perang dengan Iran, meskipun ada divisi dalam pemerintahannya mengenai cara mendekati Republik Islam, menurut orang-orang yang akrab dengan masalah tersebut.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik 23 sen, atau 0,4%, menjadi $ 63,10 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:11 siang di Singapura. Kontrak berakhir 1,4% lebih tinggi pada hari Kamis dan telah naik 2,3% sejak 10 Mei, di jalur untuk kenaikan terbesar sejak pekan yang berakhir 5 April.

Brent untuk penyelesaian Juli bertambah 18 sen, atau 0,3%, menjadi $ 72,80 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange setelah ditutup naik 1,2% pada Kamis. Sejauh minggu ini naik 3,1%. minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 9,53 untuk WTI bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Harga Minyak Naik Seiring Penurunan Persediaan AS, Disetujuinya Tanggal Pertemuan OPEC
Thursday, 20 June 2019 08:29 WIB

Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada hari Kamis karena data resmi menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih dari yang diharapkan dan OPEC serta produsen lainnya akhirnya menyetujui tanggal untuk pertemuan untuk membahas pengurangan produksi. Minyak mentah berjangka Brent telah naik 82 sen...

Minyak AS ditutup turun 0,3% pada $ 53,76 seiring The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah
Thursday, 20 June 2019 01:58 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada hari Rabu pasca Federal Reserve mengatakan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil. Minyak mentah berjangka Brent melemah 29 sen, atau 0,47 persen, menjadi $ 61,85 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 14 sen, atau 0,...

Harga minyak turun pasca pengurangan pasokan AS yang lebih lemah dari perkiraan
Wednesday, 19 June 2019 19:18 WIB

Harga minyak berjangka tergelincir pada hari Rabu setelah ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari seminggu, karena laporan dari data pasokan AS menunjukkan penarikan stok yang lebih kecil dari yang diharapkan oleh investor bullish. Dalam perdagangan baru-baru ini, minyak mentah West Texas Int...

OPEC + Mendekati Kesepakatan untuk Tanggal Pertemuan Berikut, Minyak Pertahankan Gain
Wednesday, 19 June 2019 10:49 WIB

Minyak mempertahankan kenaikan terbesar dalam lebih dari lima bulan karena OPEC dan sekutunya bergerak mendekati penetapan tanggal untuk pertemuan berikutnya dan karena AS dan China mengisyaratkan pembicaraan perdagangan akan dilanjutkan setelah sebelumnya menemui jalan buntu. Minyak berjangka sedi...

Minyak Lanjutkan Gain Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Kesepakatan Perdagangan AS-China
Wednesday, 19 June 2019 08:21 WIB

Harga minyak naik pada hari Rabu, memperpanjang kenaikan tajam dari sesi sebelumnya karena hidupnya kembali harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China dan pada ketegangan lanjutan di Timur Tengah setelah serangan kapal tanker di sana minggu lalu. Minyak mentah berjangka Brent naik 34 sen, atau ...

ANOTHER NEWS
Pompeo Batalkan Lawatan ke Sri Lanka
Thursday, 20 June 2019 10:29 WIB Menteri Luar Negeri Mike Pompeo membatalkan lawatannya ke Sri Lanka, dalam kunjungan ke kawasan Indo-Pasifik yang sebagian di antaranya bertujuan untuk mendampingi Presiden Donald Trump ke KTT G20 di Jepang. Kedutaan Besar Amerika di Sri Lanka...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.