Minyak Menahan Dekat $ 66 Pasca Kenaikan Pasokan AS Melebihi Perkiraan
Thursday, 25 April 2019 14:04 WIB | ENERGY |Minyak WTIMinyak MentahMinyak Brent

Minyak diperdagangkan mendekati $ 66 per barel pasca persediaan minyak mentah AS naik lebih dari yang diharapkan, menghalangi reli yang didorong oleh prospek pasokan yang lebih ketat karena sanksi Amerika terhadap Iran.

Futures di New York sedikit berubah setelah membukukan penurunan terbesar dalam lebih dari seminggu pada Rabu. Data pemerintah menunjukkan stok AS naik 5,48 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 1 juta barel dalam survei Bloomberg. Kenaikan itu merupakan yang keempat dalam lima minggu terakhir, mendorong total ke level tertinggi sejak Oktober 2017.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni diperdagangkan 3 sen lebih tinggi pada $ 65,92 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 2:38 malam waktu Singapura pasca turun sebanyak 35 sen sebelumnya. Kontrak turun 41 sen pada Rabu, tetapi masih naik $ 1,92, atau 3 persen, pekan ini.

Brent untuk penyelesaian Juni naik 0,3 persen pada $ 74,82 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London setelah ditutup naik 0,1 persen pada $ 74,57 pada Rabu. Minyak mentah global berada pada premi $ 8,90 untuk WTI. (Tgh)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Melonjak Seiring Sinyal Berlanjutnya Pemangkasan Oleh OPEC
Monday, 20 May 2019 08:51 WIB

Minyak mengawali pekan dengan kuat setelah Arab Saudi dan anggota OPEC + lainnya mengisyaratkan berniat untuk menjaga pasokan tetap terbatas selama sisa tahun ini, sementara ketegangan anatar AS dengan Iran bergejolak ketika Presiden Donald Trump mengancam negara tersebut dalam sebuah cuitan di twit...

Minyak melemah pada sesi ini, tetapi naik untuk pekan ini terhadap pertemuan komite OPEC
Saturday, 18 May 2019 03:04 WIB

Minyak berjangka berakhir lebih rendah pada Jumat, dengan harga A.S. turun untuk pertama kalinya dalam empat sesi, tetapi naik untuk pekan ini, seiring setiap kekhawatiran permintaan potensial terkait dengan volatilitas pasar saham diimbangi oleh kekhawatiran pasokan terkait dengan ketegangan Timur ...

Minyak Bersiap untuk Gain Mingguan Terbesar Sejak Awal April
Friday, 17 May 2019 13:02 WIB

Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak awal April terkait ketegangan di Timur Tengah didahului dengan meningkatnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Minyak berjangka di New York naik sebanyak 0,8% pada hari Jumat dan naik 2,3% sejauh minggu ini. Arab Saudi pada hari Kamis men...

Minyak Lanjutkan Gain Beruntun ke Hari ke-4 Terkait Ketegangan di Timur Tengah
Friday, 17 May 2019 08:55 WIB

Harga minyak naik tipis pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan ke sesi keempat karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan potensial. Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 72,82 per barel pada 0024 GMT, naik 20 sen, atau 0,3%, dari penutupan terakhir mer...

Saudi Menuduh Iran melakukan Sabotase, Minyak menguat
Friday, 17 May 2019 02:23 WIB

Tidak masalah bahwa hampir enam juta barel minyak mentah menumpuk di penyimpanan pasokan AS pekan lalu, atau bahwa Badan Energi Internasional masih berpikir ada kelebihan pasokan meskipun ada pemangkasan enam bulan OPEC. Saudi menuduh Iran terlibat sabotase industri minyak pekan ini, dan hal terseb...

ANOTHER NEWS
Saham China Dekati Tiga Bulan Terendahnya Terkait Ban Huawei
Monday, 20 May 2019 11:45 WIB Saham China diperdagangkan mendekati level terendahnya sejak Februari sebelum bangkit kembali, yang menunjukkan ketidakpastian yang tumbuh mengenai apakah gejolak $1,2 triliun di negara itu berakhir. Indeks Shanghai Composite tergelincir 0,4% pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.