Harga Minyak Dekati Flat Ditengah Turunnya Persediaan AS
Thursday, 18 April 2019 13:11 WIB | ENERGY |Minyak jenis BrentMinyak WTI Berjangka

Harga minyak diperdagangkan mendekati flat setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan pertama dalam stok minyak mentah dalam empat pekan terakhir.

Minyak Mentah berjangka WTI terakhir diperdagangkan pada level $63,80 pada 1:35 pagi waktu timur AS (05:35 GMT), sementara minyak berjangka Brent internasional tidak berubah pada $71,61.

EIA juga melaporkan bahwa persediaan bensin turun 1,17 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penarikan 2,13 juta barel.

Stok sulingan, turun hanya 0,36 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 0,85 juta.

Harga minyak telah didukung tahun ini oleh perjanjian yang dicapai oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk mengurangi produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta barel per hari sejak awal 2019.

Pasar minyak juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di Tiongkok.

Ekonominya tumbuh 6,4% pada kuartal pertama, data resmi menunjukkan pada hari Rabu. Analis memperkirakan pertumbuhan melambat menjadi 6,3%.

Sementara itu, sanksi AS terhadap anggota OPEC Venezuela dan Iran juga disebut-sebut sebagai penurunan pada harga minyak.(yds)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS

Minyak Jatuh Dari Tertingginya 2-Bulan Terkait Kekhawatiran Kesepakatan Perdagangan AS-Cina
Friday, 22 November 2019 18:44 WIB

Harga minyak turun dari level tertingginya dalam hampir dua bulan pada hari Jumat di tengah keraguan yang tersisa tentang apakah Amerika Serikat dan Cina akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang akan mengangkat beberapa tekanan pada ekonomi global. Hal tersebut lebih dari cukup untu...

Minyak turun dari tertinggi 2-bulan di tengah keraguan perdagangan AS-China
Friday, 22 November 2019 13:47 WIB

Harga minyak turun dari level tertinggi dalam hampir dua bulan pada hari Jumat di tengah berlanjutnya ketidakpastian apakah Amerika Serikat dan Cina akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang akan mengangkat beberapa tekanan pada ekonomi global. Itu lebih dari cukup untuk mengimbangi ...

Minyak Pangkas Gain Mingguan Ketiga seiring Investor Memantau Perdagangan
Friday, 22 November 2019 09:18 WIB

Minyak memangkas kenaikan mingguan ketiga seiring investor memantau perkembangan perang perdagangan AS-China yang telah melemahkan permintaan. Minyak berjangka turun sebanyak 0,7% di New York setelah melonjak 2,6% pada hari Kamis. Wakil perdana menteri China mengundang perunding perdagangan AS ke B...

Minyak turun terkait kebuntuan perang perdagangan AS-China
Thursday, 21 November 2019 18:24 WIB

Harga minyak naik tipis pada Kamis ini karena ketegangan baru antara Amerika Serikat dan China atas protes di Hong Kong memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan antara dua ekonomi utama dunia tersebut mungkin akan lebih tertunda. Minyak mentah Brent turun 44 sen, at...

Minyak turun di tengah kekhawatiran baru terkait kesepakatan dagang AS-China
Thursday, 21 November 2019 13:45 WIB

Harga minyak sedikit lebih rendah pada hari Kamis seiring ketegangan baru antara Amerika Serikat dan China atas protes yang sedang berlangsung di Hong Kong memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan lama yang diharapkan untuk mengakhiri perang perdagangan antara dua ekonomi utama dunia mungkin akan lebih...

ANOTHER NEWS
Vietnam Berupaya Keras Hindari Sengketa Dagang dengan AS
Friday, 22 November 2019 23:59 WIB Pemerintah AS pekan ini setuju memberi satu lagi kapal garda pantai untuk Vietnam agar negara itu dapat meningkatkan pertahanannya terhadap China. Tetapi di balik langkah tersebut, Vietnam dan AS sedang berupaya keras mengatasi defisit perdagangan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.