Minyak Bersiap untuk Reli Mingguan Terpanjang Sejak 2016 seiring Naiknya Risiko Pasokan
Friday, 12 April 2019 10:29 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilCrude Oil

Minyak bersiap untuk gain mingguan beruntun terpanjang sejak 2016 karena gangguan pasokan di Libya dan Venezuela bertahan pada saat koalisi OPEC + menunjukkan catatan kepatuhan dengan pengurangan produksi yang dijanjikan.

Minyak berjangka di New York sedikit berubah, menuju kenaikan 1,1 persen minggu ini. Panglima perang Libya Khalifa Haftar telah memindahkan pasukannya ke gerbang Tripoli ketika dia seharusnya mempersiapkan konferensi perdamaian internasional yang bertujuan mengakhiri delapan tahun kekacauan. Sementara itu, OPEC mengatakan produksinya jatuh pada bulan Maret karena pengurangan yang direncanakan diperkuat oleh krisis di Venezuela, dan menunjuk ke pasar yang jauh lebih ketat dalam beberapa bulan mendatang.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei bertambah 17 sen, atau 0,3 persen, menjadi $ 63,75 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 9:40 pagi di Singapura. Harga bersiap untuk kenaikan mingguan keenam, setelah ditutup 1,6 persen lebih rendah di $ 63,58 pada hari Kamis, kerugian terbesar sejak 1 Maret.

Brent untuk penyelesaian Juni naik 20 sen menjadi $ 71,03 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Harga naik 1 persen minggu ini, naik untuk minggu ketiga berturut-turut. Harga kehilangan 1,3 persen menjadi $ 70,83 pada hari Kamis. Minyak mentah acuan global berada pada premi sebesar $ 7,17 untuk WTI bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak capai level tertinggi 2019 terkait pengetatan tekanan terhadap Iran
Monday, 22 April 2019 17:54 WIB

Harga minyak menyentuh level $74 per barel pada hari Senin, level tertinggi sejak November, dengan Amerika Serikat akan mengumumkan larangan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran, memperketat pasokan global. Amerika Serikat diperkirakan akan mengatakan pada hari Senin bahwa pembeli minyak Iran p...

Harga minyak naik seiring AS menetapkan untuk mengakhiri keringanan sanksi Iran
Monday, 22 April 2019 14:12 WIB

Harga minyak melonjak pada hari Senin seiring Amerika Serikat tampaknya akan mengumumkan bahwa semua konsumen minyak Iran harus mengakhiri impor mereka atau dikenai sanksi. Minyak mentah berjangka Brent menguat 3,3 persen menjadi $ 74,31 per barel, tertinggi sejak 1 November, sebelum turun kembali ...

Harga minyak mencapai tertinggi November 2018 pada laporan AS akan mengakhiri keringanan sanksi minyak Iran
Monday, 22 April 2019 09:20 WIB

Harga minyak menguat lebih dari 1 persen pada hari Senin ke level tertinggi baru sejak November 2018, didorong oleh kolom opini Washington Post yang mengatakan Amerika Serikat bersiap mengumumkan semua impor minyak Iran harus diakhiri atau dikenai sanksi. Minyak mentah berjangka Brent menguat di at...

Minyak berjangka AS catatkan kenaikan mingguan ke-7 beruntun, kenaikan terpanjang dalam 5-tahun
Friday, 19 April 2019 03:00 WIB

Minyak berjangka naik pada Kamis ini, dengan patokan AS membukukan kenaikan mingguan ketujuh beruntun - kenaikan terpanjang mingguan di sekitar lima tahun. Pedagang mempertimbangkan prospek pasokan global menjelang berakhirnya Juni dari perjanjian pengurangan produksi di antara anggota dan beberapa...

Harga Minyak Dekati Flat Ditengah Turunnya Persediaan AS
Thursday, 18 April 2019 13:11 WIB

Harga minyak diperdagangkan mendekati flat setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan pertama dalam stok minyak mentah dalam empat pekan terakhir. Minyak Mentah berjangka WTI terakhir diperdagangkan pada level $63,80 pada 1:35 pagi waktu timur AS (05:35 GMT), sementara min...

ANOTHER NEWS
Saham Tokyo dibuka lebih tinggi dalam perdagangan hati-hati
Tuesday, 23 April 2019 07:21 WIB Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada Selasa dalam perdagangan hati-hati menjelang musim laporan laba, dengan aksi ambil untung sebelum 10 hari libur di Jepang yang membebani pasar. Indeks Nikkei 225 menguat 0,03 persen atau 6,40 poin ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.