Reli Minyak Gagal karena OPEC Kembali Menghadapi Dilema Atas Postingan Trump Di Tweeter
Tuesday, 26 February 2019 13:20 WIB | ENERGY |Minyak WTIMinyak MentahMinyak Brent

Minyak turun setelah reli 30 persen sejak Malam Natal karena spekulasi berputar tentang apakah OPEC akan mengacuhkan seruan Donald Trump untuk meredam harga.

MInyak berjangka di New York memperpanjang kerugian setelah meluncur 3,1 persen pada hari Senin, terbesar dalam empat minggu. Sementara minyak mentah masih lebih dari 25 persen di bawah empat tahun tertinggi pada bulan Oktober, presiden AS memposting di tweeter pada Senin bahwa harga menjadi terlalu tinggi dan meminta Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk "beristirahat dan santai." Pemulihan minyak pada 2019 telah didorong oleh pembatasan produksi oleh OPEC, dengan anggota terkemuka Arab Saudi memangkas lebih dalam.

Tahun lalu, Saudi mewajibkan ketika Trump mendesak agar keran-keran harus tetap terbuka karena pemerintahannya berusaha untuk mengurangi ekspor Iran menjadi nol melalui sanksi. Kemudian AS mengurangi permintaan garis kerasnya agar pelanggan negara Teluk Persia itu menghentikan pembelian dan memberikan beberapa dari mereka keringanan untuk membeli dalam jumlah terbatas. Langkah Amerika itu memicu penurunan 38 persen dalam minyak mentah pada kuartal keempat, memberikan tekanan bagi ekonomi anggota OPEC.

Kelompok itu telah belajar dari kesalahannya dan tidak mungkin mengulanginya, menurut dua pejabat minyak di wilayah Teluk yang meminta untuk tidak diidentifikasi. Namun, investor masih khawatir apakah OPEC akan dapat menentang Trump, yang dapat menegakkan undang-undang yang mengguncang organisasi hingga ke fondasinya. Sementara itu , Saudi juga menghadapi serangan politik di AS atas pembunuhan kolumnis dan kritikus Washington Post, Jamal Khashoggi.

Minyak WTI pada pengiriman April diperdagangkan di $ 55,17 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 31 sen, pada pukul 12:06 siang waktu Singapura. Kontrak turun $ 1,78 ke level $ 55,48 pada hari Senin, level terendah sejak 14 Februari.

Minyak Brent pada penyelesaian April turun 15 sen ke level $ 64,61 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak turun $ 2,36 ke level $ 64,76 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 9,46 atas WTI. (Tgh)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Turun, Berkontribusi Terhadap Kerugian Mingguan pasca Data China yang Lemah
Saturday, 19 October 2019 03:44 WIB

Minyak berjangka berakhir lebih rendah pada hari Jumat, menghapus kenaikan sebelumnya untuk membangun kerugian di minggu ini, karena data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lebih lambat memicu kekhawatiran tentang permintaan minyak yang lebih lemah dan sebuah laporan baru-baru ini mengung...

Minyak Naik untuk Hari Ketiga Di Tengah Volume Perdagangan yang Rendah
Friday, 18 October 2019 19:07 WIB

Minyak naik untuk hari ketiga di New York di tengah volume perdagangan yang rendah, memulihkan sebagian besar kerugian awal pekan ini, namun prospek tetap dibayangi oleh kekhawatiran terhadap ekonomi dan pasokan yang melimpah. Minyak berjangka West Texas Intermediate naik sebanyak 1,2% dengan sedik...

Harga Minyak turun seiring Cina catat pertumbuhan PDB paling lambat hampir 3 dekade
Friday, 18 October 2019 13:25 WIB

Harga minyak jatuh pada hari Jumat setelah China, importir minyak terbesar di dunia, mencatat kuartal pertumbuhan ekonomi terlemah dalam hampir tiga dekade, terseret oleh perselisihan perdagangan dengan Amerika Serikat. Minyak mentah Brent berjangka Acuan global turun 34 sen, 0,6%, menjadi $ 59,57 ...

Minyak Menuju Penurunan Mingguan seiring Optimisme Perdagangan Mereda
Friday, 18 October 2019 09:54 WIB

Minyak menuju penurunan mingguan seiring optimisme atas pengenduran perdagangan AS-China dilunakkan oleh tanda-tanda itu masih akan sulit untuk mencapai bahkan kesepakatan terbatas, sementara data persediaan minyak mentah Amerika menunjukan gambaran yang beragam. Minyak berjangka di New York naik t...

EIA: Stok minyak mentah AS naik 9,3 juta barel
Thursday, 17 October 2019 22:12 WIB

Laporan mingguan yang dirilis oleh Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengungkapkan bahwa persediaan minyak mentah komersial di AS meningkat 9,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 Oktober, dibandingkan dengan perkiraan analis untuk membangun 2,9 juta barel. Dengan reaksi pasar awal, barel ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai berakhir dengan penurunan (Review)
Saturday, 19 October 2019 03:59 WIB Saham Hong Kong dan Shanghai merosot pada Jumat ini setelah data menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh pada laju paling lambat selama hampir 30 tahun. Indeks Hang Seng turun 0,48 persen, atau 128,91 poin, menjadi 26.719,58. Indeks Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.