Harga Minyak Naik Meskipun Data IHK Tiongkok dan Ritel AS yang Lemah
Friday, 15 February 2019 13:44 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Harga minyak naik pada hari Jumat di Asia setelah sempat jatuh karena laporan data penjualan ritel AS yang lemah.

Penjualan ritel AS jatuh 1,2% pada bulan Desember, pertama kalinya dalam 10 bulan, Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Kamis. Ekonom telah memperkirakan kenaikan sebesar 0,1% untuk periode tersebut.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen Tiongkok bulan Januari berada di 1,7% dan berada di bawah perkiraan pasar 1,9%. Indeks Harga Produsen juga mengecewakan, berada di 0,1%, dibandingkan dengan perkiraan 0,3%.

Saham AS ditutup lebih rendah semalam dan ekuitas Asia juga bergerak lebih rendah pada hari Jumat setelah rilis laporan. Dampak dari data tersebut pada harga minyak tampaknya terbatas, karena harga dengan cepat pulih dan saat ini diperdagangkan di zona hijau.

Minyak Mentah AS WTI Futures naik 0,4% ke level 54,62 pada pukul 01:01 dini hari Timur AS (06:01 pagi GMT), sementara Brent Oil Futures internasional gain 0,5% ke level 64,85.

Analis di TD Securities percaya meskipun data CPI dan PPI keduanya di bawah ekspektasi, fokus pedagang mungkin telah bergeser ke arah prospek kebijakan moneter yang lebih stimulatif dari otoritas Tiongkok, yang pada gilirannya akan membantu mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam berita lain, laporan penurunan produksi minyak oleh Rusia dan Arab Saudi juga disebut-sebut sebagai penarik untuk harga minyak. (Sdm)

Sumber: Investing

RELATED NEWS

Harga minyak stabil setelah turun tajam di awal pekan
Friday, 24 May 2019 08:38 WIB

Pasar minyak stabil pada hari Jumat ditengah pengurangan pasokan OPEC serta ketegangan di Timur Tengah, setelah mencatat penurunan tertajam sejak awal tahun sebelumnya di pekan ini di balik perlambatan ekonomi global dan membengkaknya persediaan bahan bakar. Minyak mentah berjangka Brent, acuan int...

Minyak Berakhir Turun 6% menjadikan Hari Perdagangan Terburuk di 2019
Friday, 24 May 2019 02:42 WIB

Harga minyak jatuh hampir 6% pada Kamis ini, penurunan terburuk untuk tahun ini dan penurunan terburuk sejak dimulainya pengurangan produksi OPEC pada bulan Desember. Perang perdagangan AS-China yang meningkat dan tumpukan minyak mentah yang besar dari permintaan penyulingan yang lemah bergabung unt...

Minyak Menuju Minggu Terburuk Dalam 6 Bulan Terkait Lonjakan Stok Minyak Mentah
Thursday, 23 May 2019 18:32 WIB

Harga minyak turun pada hari Kamis, memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya di tengah melonjaknya persediaan minyak AS dan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung membebani prospek permintaan. Saham dunia membuatnya empat hari di zona merah dalam lima hari terakhir karena kekhawatiran y...

Harga minyak turun terkait melonjaknya pasokan AS
Thursday, 23 May 2019 07:57 WIB

Harga minyak turun pada Kamis, yang melanjutkan penurunan yang lebih besar dari sesi sebelumnya, karena melonjaknya persediaan minyak mentah AS dan lemahnya permintaan dari kilang sehingga membebani pasar. Namun, pasar minyak masih tetap relatif baik didukung oleh pengurangan pasokan yang dipimpin ...

Harga minyak turun seiring pasokan minyak mentah AS catat kenaikan mingguan kedua berturut-turut
Thursday, 23 May 2019 02:48 WIB

Harga minyak turun pada Rabu, dengan harga A.S. membukukan kerugian satu sesi terbesar dalam hampir 3 minggu, pasca data pemerintah mengungkapkan peningkatan stok mingguan minyak mentah domestik yang besar, menentang ekspektasi untuk penurunan. Produksi minyak mentah domestik juga "bergerak lebih t...

ANOTHER NEWS
Emas Tahan Kenaikan Seiring Perang Dagang Picu Kekhawatiran Pertumbuhan
Friday, 24 May 2019 10:39 WIB Emas menuju kenaikan mingguan karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China mengurangi prospek pertumbuhan, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun stabil setelah merosot ke level terendah sejak 2017. Harga spot emas stabil di...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.