Minyak Gain terkait Optimisme Kesepakatan Perdagangan dan Stok AS
Tuesday, 8 January 2019 07:18 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Minyak memperpanjang kenaikan terpanjang dalam hampir 1 1/2 tahun di tengah optimisme AS dan China dapat mencapai kesepakatan perdagangan dalam pembicaraan dan stok minyak mentah AS diperkirakan akan turun.

Futures di New York naik 0,7 persen dan berada di jalur untuk kenaikan hari ketujuh, rentetan gain beruntun terpanjang sejak Juli 2017. Ada "peluang yang sangat baik" AS mendapat kesepakatan yang wajar dengan China, Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan pada CNBC Senin, saat negosiasi perdagangan dimulai di Beijing. Sementara itu, ekspektasi untuk penurunan persediaan minyak mentah AS mengurangi kekhawatiran atas kelebihan pasokan.

Persediaan minyak mentah AS mungkin turun 1,75 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg. Jika data Administrasi Informasi Energi yang dirilis pada hari Rabu sejalan dengan itu, maka itu akan menjadi penurunan mingguan kelima dalam enam minggu terakhir.

WTI untuk pengiriman Februari naik 33 sen ke level $ 48,85 / bbl di Nymex, diperdagangkan di level $ 48,78 pada jam 8:53 pagi waktu Tokyo. Kontrak bertambah 56c ke level $ 48,52 pada hari Senin.

Maret Brent gain 27 sen ke level $ 57,33 / bbl di ICE Futures Europe exchange pada hari Senin. Brent berakhir pada premium $ 8,51 untuk WTI bulan yang sama. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Penurunan minyak meluas hari ke keenam terkait meningkatnya korban virus Cina
Tuesday, 28 January 2020 18:23 WIB

Minyak berjangka menuju penurunan hari keenamnya karena meningkatnya korban tewas akibat virus di China, tetapi aksi jual besar-besaran dari sesi baru-baru ini dibatasi oleh penghentian output di Libya serta komentar OPEC yang dibuat untuk meredam kekhawatiran permintaan. Minyak mentah Brent turun ...

Minyak turun untuk hari ke-6 seiring virus China meningkatkan pertumbuhan global
Tuesday, 28 January 2020 13:57 WIB

Minyak berjangka turun untuk sesi keenam pada hari Selasa seiring penyebaran virus baru di Cina dan beberapa negara menimbulkan kekhawatiran terkait tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak. Minyak mentah Brent turun 37 sen, atau 0,6%, menjadi $ 58,95 pada sekitar 03:48 GMT, setel...

Minyak turun untuk hari keenam seiring menyebarnya virus China
Tuesday, 28 January 2020 08:47 WIB

Minyak berjangka tergelincir pada hari Selasa, lanjutkan penurunan sesi keenam seiring penyebaran virus di Cina dan negara-negara lain meningkatkan kekhawatiran tentang tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak yang lebih lambat. Minyak mentah Brent turun 15 sen, atau 0,3%, menjadi...

Minyak Mencatatkan Finish Terendah dalam Lebih Dari 3-Bulan terkait Wabah Coronavirus
Tuesday, 28 January 2020 03:46 WIB

Harga minyak turun untuk sesi kelima berturut-turut pada hari Senin, menetap di level terendah dalam lebih dari tiga bulan, karena meningkatnya angka kematian dan penyebaran influenza mematikan Cina selama akhir pekan memicu kekhawatiran baru bahwa penyakit itu dapat mengganggu permintaan energi glo...

Virus China mendorong kekhawatiran permintaan, Minyak turun dibawah $60
Monday, 27 January 2020 18:07 WIB

Harga minyak mentah melanjutkan penurunannya pada Senin ini, yang turun di bawah $60 untuk pertama kalinya dalam hampir tiga bulan karena korban tewas akibat virus corona China meningkat dan lebih banyak bisnis terpaksa ditutup, sehingga memicu harapan perlambatan permintaan minyak. Minyak mentah B...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong anjlok 3% seiring kekhawatiran virus
Wednesday, 29 January 2020 08:56 WIB Saham Hong Kong melemah lebih dari tiga persen pada awal perdagangan hari Rabu seiring investor kembali dari liburan Tahun Baru Imlek dengan pasar panik oleh penyebaran virus mematikan dari Cina. Indeks Hang Seng turun 3,03 persen, atau 848,10...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.