Minyak Perpanjang Gain seiring Sinyal Fleksibilitas Fed dan Penurunan Rig AS
Monday, 7 January 2019 08:14 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Minyak memperpanjang kenaikan ke atas $ 48 per barel seiring Federal Reserve mengindikasikan bank sentral fleksibel pada tingkat suku bunga dan data industri mengisyaratkan perlambatan pertumbuhan produksi minyak mentah AS.

Futures di New York naik 1,5 persen setelah naik 1,9 persen pada hari Jumat. Anjungan minyak yang bekerja di AS turun untuk pertama kalinya dalam tiga minggu, menurut data yang dirilis Jumat oleh Baker Hughes. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bank sentral dapat menghentikan sementara kenaikan suku bunga jika ekonomi AS melemah.

AS dan China akan mengadakan pembicaraan perdagangan minggu ini, pertemuan formal pertama sejak presiden Donald Trump dan Xi Jinping menyetujui gencatan senjata 90 hari pada bulan lalu.

WTI untuk pengiriman Februari naik 70 sen ke level $ 48,66 / bbl di Nymex, diperdagangkan di level $ 48,58 pada jam 8:38 pagi di Tokyo. Kontrak naik 87 sen ke level $ 47,96 pada hari Jumat. Total volume WTI yang diperdagangkan adalah 44% di bawah rata-rata 100 hari.

March Brent menambahkan 66c sen ke level $ 57,72 / bbl di bursa ICE Futures Europe. Kontrak naik $ 1,11 ke level $ 57,06 pada hari Jumat. Brent diperdagangkan pada premium $ 8,84 untuk WTI bulan yang sama. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak stabil, tapi terbebani kekhawatiran penyebaran virus China
Friday, 24 January 2020 09:58 WIB

Harga minyak stabil pada hari Jumat, tetapi berada di jalur untuk penurunan hingga 5% untuk pekan ini di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar akan melemah karena penyebaran virus pernapasan dari China yang telah menewaskan 25 orang sejauh ini. Minyak mentah berjangka Brent ...

Minyak berjangka AS menandai penyelesaian terendah sejak akhir November
Friday, 24 January 2020 03:11 WIB

Minyak berjangka turun tajam pada hari Kamis, mengirimkan harga AS ke penyelesaian terendah sejak akhir November, seiring penyebaran virus corona meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi global dan permintaan energi. "Semua pasar mengawasi situasi di China" dan coronavirus, kata Tariq Zahir, anggo...

Minyak Pangkas Kerugian pasca EIA Melaporkan Penurunan Mingguan terhadap Pasokan AS
Thursday, 23 January 2020 23:16 WIB

Harga minyak memangkas beberapa kerugian sebelumnya pada hari Kamis setelah data mingguan dari Energy Information Administration mengungkapkan bahwa pasokan minyak mentah AS turun 400.000 barel untuk pekan yang berakhir 17 Januari. Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan kenai...

Minyak Turun ke Terendahnya 7-Minggu Terkait Masalah Virus di Asia
Thursday, 23 January 2020 18:28 WIB

Minyak turun lebih lanjut setelah mencapai level terendah tujuh minggu di tengah spekulasi bahwa wabah virus corona di China mungkin mengurangi permintaan, seperti halnya pasar yang sudah bersaing dengan pasokan yang berlimpah. Minyak berjangka kehilangan 1,6% di New York untuk diperdagangkan di ba...

Minyak turun hari ketiga ditengah meningkatnya kekhawatiran terhadap virus China
Thursday, 23 January 2020 10:56 WIB

Harga minyak turun ke level terendah dalam tujuh pekan pada Kamis ini ditengah kekhawatiran bahwa penyebaran virus pernapasan yang baru diidentifikasi dari China dapat menurunkan permintaan bahan bakar pada saat yang sama sebuah laporan menunjukkan persediaan minyak di Amerika Serikat naik pekan lal...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.