Rusia Mengatakan Saat Ini Harga Minyak Mentah Baik-Baik Saja, Minyak Melemah
Friday, 30 November 2018 18:59 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak menuju penurunan bulanan terbesar sejak 2008 karena Rusia menyatakan kembali merasa nyaman dengan harga saat ini, hanya seminggu sebelum mereka bergabung dengan pertemuan OPEC di Wina untuk membahas kemungkinan pembatasan produksi.

Minyak berjangka di New York memangkas kenaikan sebelumnya, turun sebanyak 1,8 persen. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kepada kantor berita Tass bahwa produksi minyak nasionalnya akan tetap stabil sampai akhir tahun ini, dengan harga saat ini yang disetujui oleh produsen dan konsumen.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun 72 sen menjadi $ 50,73 per barel di New York Mercantile Exchange pada 11:07 pagi waktu London, membuat penurunan WTI bulan ini menjadi 22 persen. Kontrak naik 2,3 persen pada hari Kamis. Total volume yang diperdagangkan Jumat adalah 30 persen di atas rata-rata 100-harinya.

Brent untuk penyelesaian Januari, yang berakhir Jumat, turun 55 sen menjadi $ 58,96 per barel di London™s ICE Futures Europe exchange, memperpanjang penurunan bulan menjadi 22 persen. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi sebesar $ 8,24 untuk WTI. Kontrak Februari yang lebih aktif turun 58 sen.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

OPEC + Mendekati Kesepakatan untuk Tanggal Pertemuan Berikut, Minyak Pertahankan Gain
Wednesday, 19 June 2019 10:49 WIB

Minyak mempertahankan kenaikan terbesar dalam lebih dari lima bulan karena OPEC dan sekutunya bergerak mendekati penetapan tanggal untuk pertemuan berikutnya dan karena AS dan China mengisyaratkan pembicaraan perdagangan akan dilanjutkan setelah sebelumnya menemui jalan buntu. Minyak berjangka sedi...

Minyak Lanjutkan Gain Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Kesepakatan Perdagangan AS-China
Wednesday, 19 June 2019 08:21 WIB

Harga minyak naik pada hari Rabu, memperpanjang kenaikan tajam dari sesi sebelumnya karena hidupnya kembali harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China dan pada ketegangan lanjutan di Timur Tengah setelah serangan kapal tanker di sana minggu lalu. Minyak mentah berjangka Brent naik 34 sen, atau ...

Minyak AS menandai penyelesaian tertinggi dalam lebih dari sepekan
Wednesday, 19 June 2019 01:53 WIB

Minyak berjangka AS mencatat reli pada Selasa karena cuitan dari Presiden Donald Trump mengisyaratkan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China, sehingga menekan kekhawatiran pasar tentang potensi perlambatan permintaan energi. Berita tersbut juga berkontribusi pada kenaikan tajam di antara in...

Harga minyak tergelincir untuk hari kedua di tengah kekhawatiran pertumbuhan global
Tuesday, 18 June 2019 19:27 WIB

Harga minyak turun untuk hari kedua pada hari Selasa di tengah tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi global sedang dihantam oleh perang perdagangan AS-China, meskipun kerugian dibatasi oleh ketegangan Timur Tengah setelah serangan kapal tanker minggu lalu. Minyak mentah berjangka Brent diperdagangk...

Harga Minyak Bertahan Stabil Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Data Ekonomi Lemah
Tuesday, 18 June 2019 08:52 WIB

Harga minyak stabil pada hari Selasa, terjebak antara meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi yang sedang dilanda ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Minyak mentah berjangka Brent naik 4 sen di $ 60,98 per barel pada 0055 GMT. Harga ter...

ANOTHER NEWS
AS Tidak Upayakan Kesepakatan Tarik Pasukan dengan Taliban
Wednesday, 19 June 2019 18:39 WIB Amerika, Selasa (18/6), secara eksplisit menyatakan pihaknya sedang mengupayakan perjanjian perdamaian yang komprehensif dengan Taliban. Perjanjian itu akan mencakup jaminan kontraterorisme, penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan, pembicaraan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.