Minyak Pangkas Gain Jelang Data Inventaris AS, Pembicaraan Saudi-Rusia
Wednesday, 28 November 2018 18:40 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak memangkas keuntungan karena pedagang menunggu data mingguan inventaris AS dan tanda-tanda apakah Arab Saudi dan Rusia akan mengambil langkah untuk mencegah surplus global.

Minyak berjangka 0,2 persen lebih rendah di New York setelah naik sebanyak 1,9 persen. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman akan bertemu di KTT Kelompok 20 di Argentina dan mungkin membahas pasar minyak sebelum OPEC dan sekutunya meninjau keputusan produksi pekan depan di Wina. Data pemerintah AS mungkin akan menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah meningkat sebesar 1 juta barel minggu lalu, menurut survei Bloomberg, sementara laporan industri menunjukkan bahwa persediaan naik 3,45 juta.

West Texas Intermediate untuk Januari 9 sen lebih rendah pada $ 51,47 per barel di New York Mercantile Exchange pada 11:20 pagi di London. Kontrak turun 7 sen menjadi $ 51,56 pada hari Selasa. Indeks Kekuatan Relatif 14-hari AS tetap berada di wilayah oversold. Total volume yang diperdagangkan adalah 26 persen di atas rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman Januari turun 32 sen menjadi $ 59,89 per barel di London™s ICE Futures Europe exchange. Kontrak tersebut turun 27 sen menjadi $ 60,21 pada hari Selasa. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 8,43 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak menguat seiring penurunan persediaan minyak mentah mingguan AS hampir 13 juta barel
Thursday, 27 June 2019 02:50 WIB

Harga minyak naik tajam pada hari Rabu, karena pemerintah AS melaporkan penurunan mingguan hampir 13 juta barel dalam stok minyak mentah domestik, dilaporkan yang terbesar sejak 2016. Mengingat penarikan besar dalam bensin dan penurunan pasokan di pusat perdagangan minyak AS di Cushing, Okla., "Kam...

Harga Minyak Naik Seiring Penurunan Persediaan Minyak Mentah AS, Penghentian Kilang
Wednesday, 26 June 2019 18:33 WIB

Harga minyak naik pada hari Rabu, didukung oleh penghentian di sebuah kilang utama di Pantai Timur AS dan data industri yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih dari yang diharapkan. Minyak mentah berjangka Brent bulan depan, minyak acuan internasional, naik 84 sen menjadi $ 65,89 per bar...

Minyak naik ditengah penurunan stok AS, kekhawatiran Timur Tengah
Wednesday, 26 June 2019 08:15 WIB

Harga minyak naik lebih dari 1% pada Rabu ini untuk menyentuh tertinggi dalam hampir sebulan karena data menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih dari yang diharapkan, sehingga mendukung pasar yang ditopang oleh kekhawatiran atas potensi konflik AS-Iran. Minyak mentah berjangka Brent bulan dep...

Harga minyak AS melemah pasca naik 3 sesi ditengah ketegangan dengan Iran
Wednesday, 26 June 2019 02:40 WIB

Harga minyak AS turun pada Selasa, membukukan penurunan moderat pasca tiga sesi beruntun naik ditengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Minyak mentah West Texas Intermediate Agustus turun 7 sen, atau 0,1%, berakhir pada $ 57,83 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak mengakhir...

Gejolak AS-Iran tetap menjadi fokus, Harga minyak stabil
Tuesday, 25 June 2019 08:45 WIB

Harga minyak stabil pada hari Selasa, didukung oleh kekhawatiran atas konflik antara Iran dan Amerika Serikat tetapi tertekan oleh kekhawatiran mengenai potensi penurunan permintaan minyak mentah. Minyak mentah berjangka Brent naik 3 sen menjadi $ 64,89 per barel pada 0034 GMT. Yang naik 0,5% pada ...

ANOTHER NEWS
Jelang G20 Saham Tokyo Dibuka Lebih Tinggi
Thursday, 27 June 2019 07:44 WIB Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Kamis didorong oleh penghentian apresiasi yen, dengan investor fokus pada KTT G-20 pekan ini serta pembicaraan perdagangan utama AS-China. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,21% atau 45,10 poin pada 21.131,69...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.