Minyak Pangkas Penurunan Dibawah $ 51 Pada Kekhawatiran Kelebihan Pasokan
Monday, 26 November 2018 11:16 WIB | ENERGY |Minyak WTIMinyak jenis Brent

Minyak diperdagangkan di bawah $ 51 per barel pada kekhawatiran rekor produksi oleh Arab Saudi dapat memperburuk kelebihan pasokan, dan juga Presiden Donald Trump yang terus meminta harga lebih rendah.

Kontrak di New York menghentikan penurunan setelah merosot 7,7% ke level terendah dalam lebih dari setahun pada hari Jumat. Trump mengulangi pandangannya bahwa jatuhnya harga minyak sangat besar bahkan setelah WTI AS turun tajam dalam pekan lalu sejak Januari 2016. Menteri perminyakan Arab Saudi pekan lalu menyarankan bahwa kerajaan tersebut telah meningkatkan produksi di atas 10,7 juta barel.

Minyak West Texas Intermediate untuk Januari diperdagangkan pada $ 50,75 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 33 sen, pada 11:42 pagi di Tokyo. Kontrak tersebut anjlok 10,7% pekan lalu menjadi $ 50,42. Tidak ada penyelesaian pada hari Kamis karena hari libur Thanksgiving AS. Total volume yang diperdagangkan lebih dari dua kali lipat rata-rata 100 hari.

Jenis Brent untuk pengiriman Januari naik 56 sen menjadi $ 59,36 per barel per barel di bursa ICE Futures Europe London. Kontrak tersebut merosot pada hari Jumat hingga di bawah ambang $ 60 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2017. Acuan minyak global diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 8,64 dibandingkan WTI.(yds)

Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak berjangka bulan depan ditutup lebih tinggi untuk sesi ketiga secara beruntun
Wednesday, 21 August 2019 02:49 WIB

Kontrak berjangka minyak bulan depan ditutup lebih tinggi untuk sesi ketiga secara beruntun pada hari Selasa, menjelang data pemerintah AS yang diperkirakan akan mengungkapkan penurunan mingguan pasokan minyak mentah AS, menyusul kenaikan pasokan mingguan secara berturut-turut. Minyak mentah West T...

Rally harga minyak terhenti setelah keuntungan hari Senin
Tuesday, 20 August 2019 19:12 WIB

Minyak berjangka melemah pada Selasa, dengan kenaikan harga minyak mentah terhenti pada sesi sebelumnya yang sebagian didorong oleh laporan bahwa pemberontak Houthi Yaman melancarkan serangan drone selama akhir pekan di salah satu ladang minyak terbesar di Arab Saudi. Minyak mentah West Texas Inter...

Minyak ditutup menguat terkait kemajuan dalam pembicaraan dagang
Tuesday, 20 August 2019 02:47 WIB

Minyak mendapat dorongan dari putaran positif pada pembicaraan perdagangan AS-China serta laporan serangan drone baru di ladang minyak Saudi. Tetapi faktor yang lebih besar untuk pekan ini adalah apa yang terjadi pada pertemuan tahunan the Fed Kansas di Jackson Hole, Wyo. Minyak mentah West Texas I...

Harga minyak naik setelah serangan drone di ladang minyak Saudi
Monday, 19 August 2019 18:32 WIB

Harga minyak mentah naik pada hari Senin setelah serangan pada akhir pekan terhadap fasilitas minyak Saudi oleh separatis Yaman dan karena para pedagang mencari tanda-tanda bahwa ketegangan perdagangan AS-China bisa mereda. Namun, kenaikan harga dibatasi sampai batas tertentu oleh laporan OPEC yang...

Minyak Berjangka AS Catatkan kenaikan Untuk Sesi Dan Minggu Ini
Saturday, 17 August 2019 02:22 WIB

Minyak berjangka naik pada Jumat ini, catatkan kenaikan untuk minggu ini, yang pertama dalam tiga minggu. "Kenaikan hari ini mencerminkan beberapa keengganan untuk pulih secara cepat selama akhir pekan karena ketidakpastian di Teluk Persia ...," kata Marshall Steeves, analis pasar energi di IHS Mark...

ANOTHER NEWS
Emas Pertahankan Gain Karena Trump Berkata Tidak Siap Membuat Kesepakatan
Wednesday, 21 August 2019 09:14 WIB Emas mengalami kenaikan karena Presiden Donald Trump tidak menunjukkan urgensi untuk menyelesaikan konflik perdagangan dengan China, mengatakan dia tidak siap untuk membuat kesepakatan, sementara investor menunggu lebih banyak petunjuk tentang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.