Trump Kritik Saudi, Minyak Perpanjang Rekor Penurunan Beruntun
Tuesday, 13 November 2018 18:07 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Minyak jatuh untuk hari ke-12, penurunan beruntun terpanjang dalam catatan, setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik rencana Arab Saudi untuk memangkas produksi.

Minyak berjangka West Texas Intermediate di New York turun 2,6 persen, memperpanjang penurunan 11 persen sejak 26 Oktober. Harga diperkirakan akan jauh lebih rendah terkait pasokan, Trump mengatakan dalam sebuah cuitan di Twitter setelah pernyataan Menteri Energi Saudi, Khalid Al -Falih yang mengatakan produsen perlu memangkas 1 juta barel per hari. Sementara itu, dolar naik ke level tertinggi 18 bulan, menyakiti permintaan untuk komoditas yang dihargai dalam mata uang AS.

WTI untuk pengiriman Desember turun $ 1,55 ke level $ 58,38 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di level $ 58,51 pada pukul 10:27 pagi waktu London. Kontrak turun 26 sen pada hari Senin ke penutupan terendah sejak 13 Februari. Total volume yang diperdagangkan Selasa adalah sekitar 50 persen di atas rata-rata 100-hari.

Brent berjangka untuk pengiriman Januari kehilangan $ 1,57 ke level $ 68,55 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London, setelah turun 6 sen pada Senin ke level terendah tujuh bulan. Minyak mentah acuan global tersebut diperdagangkan pada premium $ 9,88 untuk WTI bulan yang sama.

Sumber: Bloomberg

 

RELATED NEWS

Minyak merosot 2,1% seiring meningkatnya perang dagang AS-China
Saturday, 24 August 2019 03:44 WIB

Harga minyak turun pada hari Jumat setelah China merilis tarif pembalasan sekitar $75 miliar terhadap barang AS, ini menandai eskalasi lain dari sengketa perdagangan yang berlarut-larut antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Minyak mentah berjangka Brent turun 50 sen, atau 0,8%, menjadi $59,40...

Harga Minyak Turun Menjelang Pidato Jerome Powell
Friday, 23 August 2019 19:18 WIB

Harga minyak diperdagangkan sedikit lebih rendah pada hari Jumat seiring pasar bersiap untuk pidato dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Simposium Ekonomi Jackson Hole. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York tergelincir 2 sen, hampir tidak berub...

Minyak Berakhir Lebih Rendah Terkait Kekhawatiran Permintaan yang Menekan Harga
Friday, 23 August 2019 02:17 WIB

Harga minyak berjangka berakhir lebih rendah pada hari Kamis, terbebani oleh ekspektasi untuk surplus pasokan, dengan ekonomi dan permintaan energi bergerak kembali dalam fokus pada hari pertama the Jackson Hole economic policy symposium di Wyoming. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengi...

Minyak Naik Ditengah Dari Masalah Ekonomi, Harapan Untuk Pemotongan Pasokan
Thursday, 22 August 2019 19:12 WIB

Harga minyak naik pada hari Kamis karena kenaikan tak terduga dalam aktivitas bisnis di zona euro memberi para pedagang jeda dari kekhawatiran ekonomi karena mereka menunggu stimulus lebih lanjut dari bank sentral, sementara harapan bahwa OPEC memiliki ruang untuk pengurangan pasokan lebih lanjut di...

Pasokan AS catat penurunan mingguan pertama, Minyak menetap lebih rendah
Thursday, 22 August 2019 02:51 WIB

Minyak berjangka AS berakhir lebih rendah Rabu setelah pemerintah melaporkan penurunan mingguan pasokan minyak mentah dalam negeri, yang pertama dalam tiga pekan terakhir, tetapi lebih kecil dari yang diperkirakan pasar. Kekhawatiran atas permintaan energi juga terus menekan harga. Minyak mentah W...

ANOTHER NEWS
Saham HK mengakhiri minggu ini dengan catatan positif (Review)
Saturday, 24 August 2019 04:05 WIB Saham Hong Kong mengakhiri minggu dengan kenaikan pada hari Jumat karena investor melihat ke depan untuk pidato kunci di kemudian hari oleh bos Federal Reserve Jerome Powell berharap petunjuk tentang penurunan suku bunga lebih lanjut. Indeks Hang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.