Pedagang Pertimbangkan Produksi OPEC vs Iran, Minyak Bertahan di Bawah $ 68
Tuesday, 11 September 2018 08:25 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak berada di bawah $ 68 per barel karena para investor menilai apakah produksi OPEC yang lebih tinggi dapat mengimbangi potensi krisis pasokan global yang dipicu oleh sanksi terhadap minyak mentah Iran.

Minyak berjangka di New York sedikit berubah setelah turun 3,3 persen dalam empat sesi sebelumnya. Spekulasi OPEC dan sekutunya akan mengimbangi penurunan penurunan dari sanksi Amerika terhadap Iran karena Menteri Energi Rusia Alexander Novak dilaporkan telah mengisyaratkan bahwa tingkat produksi kelompok teresebut akan ditahan pada tingkat yang lebih tinggi pada bulan September. Sementara itu, persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan utama AS diperkirakan meningkat selama minggu kelima.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober diperdagangkan pada $ 67,58 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 4 sen, pada 9:33 pagi di Tokyo. Kontrak turun 21 sen menjadi $ 67,54 pada hari Senin. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 78 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman November naik 8 sen menjadi $ 77,45 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global diperdagangkan dengan premi sebesar $ 10 untuk WTI bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak AS ditutup naik, tetapi Brent jatuh ketika pemerintahan Trump mengumumkan sanksi tambahan terhadap Iran
Tuesday, 25 June 2019 02:38 WIB

Minyak berjangka bervariasi pada Senin, dengan harga AS berakhir lebih tinggi tetapi acuan minyak mentah global Brent membukukan kerugian seiring AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran. Presiden Donald Trump pada hari Senin menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi finansia...

Minyak AS Lanjutkan Kenaikan Minggu Lalu Saat AS Bersiap Memberikan Sanksi Tambahan untuk Iran
Monday, 24 June 2019 18:40 WIB

Harga minyak AS naik pada Senin ini, memperpanjang kenaikan kuat pekan lalu yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, karena Washington akan mengumumkan sanksi ekonomi baru terhadap Teheran, menurut laporan. Harga minyak AS menambah kenaikan hampir 9% untuk minggu la...

Harga minyak naik karena meredanya ketegangan di Timur Tengah
Monday, 24 June 2019 08:47 WIB

Harga minyak naik pada Senin karena tetap tingginya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan sanksi "signifikan" terhadap Teheran akan diumumkan. Minyak berjangka Brent naik 37 sen, atau 0,6%, pada $65,57 per barel pada 00.44 GMT. Minyak ment...

Minyak catat 9% kenaikan mingguan - terbesar sejak akhir 2016
Saturday, 22 June 2019 03:08 WIB

Minyak berjangka menguat pada Jumat, dengan harga AS menghitung kenaikan hampir 9% untuk minggu ini dan penyelesaian tertinggi bulan ini, terangkat oleh ekspektasi untuk kebijakan bank sentral meningkatkan ekonomi dan melanjutkan ketegangan Timur Tengah yang dapat mengganggu pasar minyak. Bensin me...

Minyak Berada Pada Tren Kenaikan di Asia Seiring Ketegangan AS-Iran
Friday, 21 June 2019 13:25 WIB

Didorong oleh ketegangan yang memanas antara AS dan Iran, harga minyak terus diperdagangkan lebih tinggi selama perdagangan pagi di Asia, Jumat, setelah melonjak ke level tertinggi mereka untuk bulan ini. Minyak mentah berjangka WTI AS naik 0,47% menjadi $ 57,40 pada pukul 20:36 ET (00:30 GMT). Min...

ANOTHER NEWS
Bursa Hong Kong Berakhir Dengan Kenaikan (Review)
Tuesday, 25 June 2019 03:35 WIB Bursa saham Hong Kong memulai minggu ini dengan keuntungan kecil pada hari Senin, menghapus kekhawatiran tentang krisis antara AS-Iran untuk fokus pada pembicaraan mendatang antara Donald Trump dan Xi Jinping. Indeks Hang Seng menguat sebesar 0,14...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.