Minyak Menuju untuk Penurunan Mingguan ke-6 Terkait Kekhawatiran Perang Dagang
Friday, 10 August 2018 11:13 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Satu minggu yang kurang baik untuk minyak telah menetapkan harga di jalur untuk penurunan mingguan terpanjang dalam tiga tahun karena perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia memicu kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat melemahkan permintaan energi.

Minyak berjangka menuju penurunan sebesar 2,4 persen minggu ini. AS dan Cina mengancam akan memberlakukan tarif tambahan impor kepada satu sama lain dalam hitungan minggu, dengan langkah-langkah proteksionis yang menegangkan untuk diperluas. Konflik perdagangan membayangi penurunan persediaan minyak mentah Amerika dan potensi kerugian pasokan dari Iran.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September diperdagangkan pada $ 66,83 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 2 sen, pada 12:43 siang. di Tokyo. Kontrak merosot 13 sen menjadi $ 66,81 pada hari Kamis. Harga menuju penurunan mingguan keenam, beruntun terpanjang sejak Agustus 2015. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 55 persen di bawah rata-rata 100 hari.

Brent untuk pengiriman Oktober naik 6 sen menjadi $ 72,13 di London-based ICE Futures Europe exchange. Harga turun 21 sen menjadi $ 72,07 pada hari Kamis, dan menuju penurunan 1,5 persen minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 5,97 untuk WTI bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Harga Minyak Naik pasca Meningkatnya Ketegangan AS-Saudi
Monday, 15 October 2018 19:33 WIB

Harga minyak bergerak lebih tinggi dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Senin, mendapat dorongan dari pertikaian yang berkembang antara AS dan Arab Saudi atas jurnalis yang hilang. Menarik ke arah lainnya, data terbaru yang menunjukkan penurunan permintaan untuk komoditas tersebut. Minyak m...

Minyak Naik Terkait Arab Saudi yang Siap untuk Kembali Melawan Sanksi
Monday, 15 October 2018 14:01 WIB

Minyak naik di atas $ 72 per barel karena salah satu produsen top dari OPEC Arab Saudi mengancam akan membalas tindakan hukuman atas hilangnya jurnalis dan kritikus pemerintah Jamal Khashoggi. Minyak berjangka di New York naik sebanyak 1,9 persen setelah membukukan kerugian mingguan terbesar sejak ...

Arab Saudi Berikrar untuk Kembali Melawan Sanksi, Minyak Meningkat
Monday, 15 October 2018 08:49 WIB

Minyak naik di atas $ 72 per barel karena salah satu produsen top dari OPEC Arab Saudi mengancam akan membalas tindakan hukuman atas hilangnya jurnalis dan kritikus pemerintah Jamal Khashoggi. Minyak berjangka di New York naik sebanyak 1,9 persen setelah membukukan kerugian mingguan terbesar sejak ...

Minyak Acuan AS Berakhir Lebih Tinggi, Masih Turun 4% Untuk Minggu Ini
Saturday, 13 October 2018 03:03 WIB

Minyak acuan AS naik tipis pada hari Jumat, memangkas kerugian mingguan menjadi sekitar 4%. Harga untuk komoditas mendapat dorongan karena pasar saham AS naik di tengah dua sesi penurunan tajam yang telah memicu kekhawatiran atas prospek permintaan energi. Minyak West Texas Intermediate November na...

Harga Minyak Merangkak Naik Dari Terendah 2-Minggu Saat Stabilisasi Saham Global
Friday, 12 October 2018 18:47 WIB

Minyak berjangka pada hari jumat naik sedikit lebih tinggi, masih mendekati level terendah dua minggu seiring investor menilai leg berikutnya untuk pasar saham yang bergejolak dan meningkatnya pasokan minyak mentah terus mendorong perdagangan. Minyak mentah West Texas Intermediate November naik 51 ...

ANOTHER NEWS
Wall Street Dibuka Lebih Rendah Seiring Ketegangan Saudi Menambah Kekhawatiran
Monday, 15 October 2018 20:52 WIB Saham AS turun pada pembukaan pada hari Senin karena meningkatnya ketegangan antara kekuatan Barat dan Arab Saudi ditambah kekhawatiran atas meningkatnya biaya pinjaman dan dampak tarif menyusul penurunan mingguan terbesar ketiga indeks dalam lebih...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.