Trump Tekan OPEC untuk Menaikkan Produksi, Minyak Bertahan di Dekat $ 74
Thursday, 5 July 2018 10:34 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak diperdagangkan di dekat $ 74 per barel karena investor menimbang pengetatan pasokan AS terhadap janji dari Arab Saudi untuk memperbesar produksi. Sementara itu, Presiden Donald Trump mengecam OPEC.

Kontrak di New York sedikit berubah setelah liburan Hari Kemerdekaan AS. Persediaan minyak AS turun 4,51 juta barel pekan lalu,, American Petroleum Institute melaporkan pada hari Selasa. Trump mengecam OPEC dalam sebuah tweet yang berisi kemarahan, ia mengatakan kelompok itu "hanya melakukan sedikit untuk membantu" mengurangi harga bensin. Sebelumnya, Arab Saudi dan Rusia menegaskan kembali kesepakatan antara kelompok dan sekutu-sekutunya untuk meningkatkan produksi guna mengurangi kekhawatiran atas kekurangan pasokan global.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada $ 73,92 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 22 sen, pada 9:53 pagi di Singapura. Kontrak tersebut menambahkan 20 sen menjadi $ 74,14 pada hari Selasa, dan tidak ada penyelesaian pada hari Rabu karena liburan AS.

Brent untuk pengiriman September turun 52 sen, atau 0,7 persen, menjadi $ 77,72 per barel di the London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak pada hari Rabu naik 48 sen menjadi $ 78,24. Minyak acuan  global diperdagangkan pada premi sebesar $ 6,30 untuk WTI  bulan September.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak menuju Gain Mingguan Terbesar Sejak Januari pasca Serangan Saudi
Friday, 20 September 2019 20:23 WIB

Minyak di London berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak Januari seiring para pedagang menunggu untuk melihat apakah Arab Saudi dapat memenuhi janji untuk dengan cepat memperbaiki fasilitas penting yang diserang akhir pekan lalu. Eksportir minyak mentah terbesar dunia telah berjanji ...

Ketegangan di TimTeng mengangkat harga minyak ke kenaikan mingguan terbesar
Friday, 20 September 2019 14:19 WIB

Harga minyak berada di jalur untuk kenaikan lebih dari 7% minggu ini, kenaikan mingguan terbesar dalam beberapa bulan, karena di perdagangan awal pada hari Jumat mengalami kenaikan diperpanjang oleh ketegangan Timur Tengah yang baru setelah pusat pasokan utama Arab Saudi tersingkir dalam serangan ak...

Minyak Kembali Naik saat Peringatan Perang Iran Mendorong Harga
Friday, 20 September 2019 08:44 WIB

Ancaman perang di Timur Tengah mendorong harga minyak kembali naik, membatasi salah satu minggu paling dramatis yang pernah ada untuk pasar minyak mentah di mana 5% pasokan dunia terpotong oleh serangan terhadap fasilitas produksi Saudi. Minyak mentah Brent untuk penyelesaian November naik 42 sen, ...

Minyak AS Menguat, Tapi Pangkas Sebagian Besar Gainnya
Friday, 20 September 2019 02:30 WIB

Minyak berjangka naik pada Kamis, tetapi harga AS memangkas hampir semua keuntungan sebelumnya pada penutupan. Harga mendapat dukungan karena Arab Saudi dilaporkan menghubungi produsen asing untuk membantu mengisi lubang dalam rantai pasokan menyusul serangan akhir pekan lalu pada fasilitas produksi...

Minyak Naik Ditengah Keraguan Terkait Kecepatan Pemulihan Saudi
Thursday, 19 September 2019 18:52 WIB

Minyak menguat di tengah keraguan terkait kecepatan pemulihan Arab Saudi dari serangan akhir pekan lalu pada fasilitasnya yang melumpuhkan sebagian besar produksinya. Minyak berjangka naik 2,1% di New York pasca memangkas sekitar setengah dari lonjakan 15% pada hari Senin selama dua hari terakhir. ...

ANOTHER NEWS
Saham AS dibuka lebih tinggi, Dow dan S&P 500 mendekati rekor tertinggi
Friday, 20 September 2019 20:45 WIB Saham AS dibuka lebih tinggi pada Jumat ini, mendorong ekuitas kunci lebih dekat ke level tertinggi sepanjang masa, karena investor terdorong pada pembicaraan perdagangan AS-China. Indeks S&P 500 naik 0,2% diperdagangkan pada 3,012. Dow Jones...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.