Pedagang Mengkaji Peningkatan Produksi Saudi dan Perang Perdagangan AS-China, Minyak Gain
Tuesday, 3 July 2018 11:37 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak naik di atas $ 74 per barel karena produksi OPEC tetap stabil bulan lalu meskipun ada dorongan oleh Arab Saudi, sementara pedagang menimbang dampak dari potensi pembatasan perdagangan global pada pertumbuhan ekonomi.

Minyak berjnagk di New York naik sebanyak 1,2 persen untuk menyentuh level intraday tertinggi sejak 2014. Sementara Arab Saudi menaikkan produksi minyak mentah ke level tertingginya dalam lima tahun bulan lalu, gangguan di Libya ditambah dengan kerugian pasokan yang berkelanjutan di Venezuela berarti dorongan kerajaan hanya cukup untuk menstabilkan produksi OPEC. Sementara itu, premi untuk minyak AS jangka pendek meningkat ke level tertinggi sejak 2014 dibandingkan kontrak yang lebih lama karena para analis memperkirakan persediaan menyusut di seluruh Amerika.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada 74,56 per barel di New York Mercantile Exchange pada 11:29 pagi di Singapura setelah naik sebanyak 88 sen menjadi $ 74,82 per barel, level intraday tertinggi sejak November 2014. Harga turun 21 sen ke $ 73,94 pada hari Senin. Total volume yang diperdagangkan sama dengan rata-rata 100 harinya.

Brent untuk penyelesaian September diperdagangkan 0,6 persen lebih tinggi pada $ 77,78 per barel. Kontrak pada hari Senin turun $ 1,93 menjadi ditutup pada $ 77,30 per barel di bursa London-based ICE Futures Europe exchange Minyak acuan global diperdagangkan dengan premi sebesar $ 5,56 untuk WTI bulan September.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak melemah pada sesi ini, tetapi naik untuk pekan ini terhadap pertemuan komite OPEC
Saturday, 18 May 2019 03:04 WIB

Minyak berjangka berakhir lebih rendah pada Jumat, dengan harga A.S. turun untuk pertama kalinya dalam empat sesi, tetapi naik untuk pekan ini, seiring setiap kekhawatiran permintaan potensial terkait dengan volatilitas pasar saham diimbangi oleh kekhawatiran pasokan terkait dengan ketegangan Timur ...

Minyak Bersiap untuk Gain Mingguan Terbesar Sejak Awal April
Friday, 17 May 2019 13:02 WIB

Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak awal April terkait ketegangan di Timur Tengah didahului dengan meningkatnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Minyak berjangka di New York naik sebanyak 0,8% pada hari Jumat dan naik 2,3% sejauh minggu ini. Arab Saudi pada hari Kamis men...

Minyak Lanjutkan Gain Beruntun ke Hari ke-4 Terkait Ketegangan di Timur Tengah
Friday, 17 May 2019 08:55 WIB

Harga minyak naik tipis pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan ke sesi keempat karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan potensial. Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 72,82 per barel pada 0024 GMT, naik 20 sen, atau 0,3%, dari penutupan terakhir mer...

Saudi Menuduh Iran melakukan Sabotase, Minyak menguat
Friday, 17 May 2019 02:23 WIB

Tidak masalah bahwa hampir enam juta barel minyak mentah menumpuk di penyimpanan pasokan AS pekan lalu, atau bahwa Badan Energi Internasional masih berpikir ada kelebihan pasokan meskipun ada pemangkasan enam bulan OPEC. Saudi menuduh Iran terlibat sabotase industri minyak pekan ini, dan hal terseb...

Harga Minyak Naik Di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Thursday, 16 May 2019 13:06 WIB

Harga minyak memperpanjang kenaikan pada hari Kamis di Asia di tengah ketegangan di Timur Tengah terkait dengan serangan sembunyi-sembunyi terhadap kapal tanker dan pipa minyak Saudi. Minyak Mentah AS WTI Futures naik 0,7% menjadi $ 62,45 pada pukul 12:20 ET (04:20 GMT). International Brent Oil Fut...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Mengakhiri Pekan yang Sulit di Level Rendah (review)
Saturday, 18 May 2019 03:11 WIB Saham-saham Hong Kong merosot pada hari Jumat, melampaui pekan yang panas terik lainnya, karena investor khawatir tentang meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Indeks Hang Seng turun 1,16 persen, atau 328,61 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.