Trump Desak Arab Saudi untuk Tingkatkan Produksi, Minyak Jatuh
Monday, 2 July 2018 07:33 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak turun dari level tertingginya dalam lebih dari tiga tahun karena Presiden AS Donald Trump mendesak Arab Saudi untuk meningkatkan produksi.

Minyak berjangka di New York turun sebanyak 2,2 persen setelah kenaikan 1 persen pada hari Jumat. Kicauan Trump di Tweeter pada hari Sabtu mengatakan bahwa raja Saudi setuju untuk secara efektif meningkatkan produksi minyak ke kapasitas maksimumnya dalam menanggapi gejolak di Iran dan Venezuela. Sementara Gedung Putih mendukung pernyataannya malam itu, Trump menuntut dalam sebuah wawancara TV yang ditayangkan Minggu bahwa OPEC menghentikan apa yang disebutnya manipulasi pasar minyak mentah dan bersikeras kelompok itu memompa lebih banyak.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus turun sebanyak $ 1,64 ke $ 72,51 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di $ 73,56 pada 8:52 pagi di Tokyo. Kontrak naik 70 sen menjadi $ 74,15 pada hari Jumat. Total volume yang diperdagangkan lebih dari dua kali lipat di atas rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman September turun sebanyak 1,6 persen menjadi $ 77,99 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak Agustus, yang berakhir Jumat, menguat 5,2 persen pekan lalu. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 6,74 untuk WTI bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

EIA: Persediaan Minyak Mentah AS Naik 1,1 Juta Barel
Wednesday, 18 September 2019 21:48 WIB

Laporan mingguan yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) AS mengungkapkan persediaan minyak mentah komersial di AS naik 1,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 13 September dibandingkan dengan perkiraan analis penurunan 2,5 juta barel. Reaksi pasar terhadap laporan EIA relatif te...

Harga Minyak Turun seiring Saudi akan Segera Mengembalikan Output
Wednesday, 18 September 2019 12:37 WIB

Harga minyak turun pada hari Rabu di Asia setelah menteri energi Arab Saudi mengatakan kerajaan tersebut pulih lebih cepat dari yang diperkirakan dari serangan pada akhir pekan yang merobohkan 5% dari produksi minyak global. Minyak Mentah AS WTI Futures turun 0,4% menjadi $ 58,87 pada pukul 12:30 E...

Minyak perpanjang kerugian setelah Saudi akan memulihkan output di akhir September
Wednesday, 18 September 2019 08:05 WIB

Harga minyak memperpanjang kerugian mereka dari sesi sebelumnya pada Rabu ini, setelah menteri energi Arab Saudi mengatakan Kerajaan akan mengembalikan kehilangan produksi minyak pada akhir bulan. Tetapi investor tetap berhati-hati terhadap potensi ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat...

Minyak Berjangka AS Berakhir Dengan Penurunan Hampir 6%
Wednesday, 18 September 2019 01:53 WIB

Minyak berjangka turun pada Selasa, dengan harga AS kehilangan hampir 6%. pergerakan ini mengikuti berita bahwa menteri energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan kerajaan telah memulihkan 50% dari produksinya yang hilang dalam serangan akhir pekan pada fasilitas minyaknya dan berenc...

Minyak tergelincir karena pasar menilai dampak dari serangan Saudi
Tuesday, 17 September 2019 19:24 WIB

Harga minyak turun pada hari Selasa tetapi pasar gelisah atas ancaman pembalasan atas serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi yang mengurangi separuh produksinya dan mendorong lonjakan harga yang tidak terlihat dalam beberapa dekade. Serangan hari Sabtu meningkatkan momok guncangan pas...

ANOTHER NEWS
EIA: Persediaan Minyak Mentah AS Naik 1,1 Juta Barel
Wednesday, 18 September 2019 21:48 WIB Laporan mingguan yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) AS mengungkapkan persediaan minyak mentah komersial di AS naik 1,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 13 September dibandingkan dengan perkiraan analis penurunan 2,5 juta...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.