Reli Minyak ke Tertingginya 3-Tahun Dihentikan oleh Kekhawatiran Naiknya Produksi OPEC
Thursday, 31 May 2018 10:50 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak reli ke level tertingginya sejak 2014 yang dibatasi bulan ini setelah dua pemasok minyak mentah terbesar dunia mengisyaratkan mereka dapat mengurangi pemangkasan produksi bersejarah yang membantu menguras kelebihan pasokan global.

Minyak berjangka di New York bersiap untuk penurunan bulanan pertama mereka sejak Februari setelah menyentuh level tertingginya tiga tahun pada awal pekan lalu. Harga turun hampir 8 persen selama lima sesi menyusul proposal Saudi-Rusia untuk menghentikan pembatasan produksi yang membangkitkan harga dari penurunan terbesar dalam satu generasi. Minyak mentah menghentikan penurunannya pada hari Rabu setelah dolar mengalami penurunan terburuk dalam tiga minggu, meningkatkan daya tarik komoditas dengan harga dalam mata uang AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli diperdagangkan pada $ 68,08 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 13 sen, pada 11:36 pagi di Tokyo. Kontrak tersebut siap untuk penurunan 0,7 persen bulan ini setelah reli 11 persen dalam dua bulan sebelumnya. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 39 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent berjangka untuk penyelesaian Juli, yang berakhir Kamis, turun 0,5 persen menjadi $ 77,10 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak Agustus yang lebih aktif turun 0,3 persen. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 9,01 untuk WTI bulan Juli. Harga naik 2,6 persen bulan ini, lebih lambat dari laju kenaikan di bulan April dan Maret.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak berjangka AS berakhir naik ditengah ekspektasi penurunan pasokan minyak mentah
Wednesday, 24 July 2019 01:53 WIB

Minyak berjangka AS berakhir dengan kenaikan dari kerugian sesi sebelumnya pada Selasa, di tengah data pemerintah yang diperkirakan akan mengungkapkan penurunan pasokan minyak mentah domestik untuk minggu keenam beruntun. Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan penurunan 4,4 j...

Harga Minyak Melemah Seiring Pedagang Menimbang Ketegangan di Timur Tengah, Permintaan
Tuesday, 23 July 2019 09:06 WIB

Harga minyak bergerak lebih rendah pada hari Selasa karena Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan akan bertindak cepat jika diperlukan untuk menjaga pasar tetap dipasok di tengah ketegangan di Timur Tengah dan para pedagang melihat prospek permintaan yang lebih lemah. Minyak mentah berjangka B...

Minyak berakhir lebih tinggi pasca meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat
Tuesday, 23 July 2019 02:22 WIB

Harga minyak berakhir lebih tinggi pada Senin ini, karena investor menyaksikan situasi yang semakin rumit di Teluk Persia setelah Iran akhir pekan lalu menangkap sebuah kapal tanker berbendera Inggris, dan ketika Inggris menghadapi perubahan dalam kepemimpinan. Minyak mentah West Texas Intermediate...

Minyak Naik Terkait Penyitaan Tanker Oleh Iran yang Menjaga Ketegangan Tetap Tinggi
Monday, 22 July 2019 14:27 WIB

Minyak memperpanjang kenaikan karena ketegangan di Teluk Persia tetap tinggi setelah Iran menyita sebuah kapal tanker Inggris, dan produksi Libya turun setelah sebuah kelompok yang tidak dikenal dilaporkan menutup ladang terbesar di negara itu. Minyak berjangka di New York naik 1% setelah ditutup n...

Minyak Menguat Terkait Penyitaan Tanker Inggris yang Meningkatkan Ketegangan
Monday, 22 July 2019 08:39 WIB

Harga minyak naik pada hari Senin di tengah ketegangan tinggi di Timur Tengah setelah sebuah kapal tanker Inggris ditangkap oleh militer Iran pada akhir pekan lalu. Minyak mentah Brent berjangka naik 51 sen, atau 0,8%, di $ 62,98 per barel pada 0042 GMT. Minyak acuan internasional naik ke level $ 6...

ANOTHER NEWS
Saham Asia Mewaspadai Pembicaraan Perdagangan; Euro Di Bawah Tekanan
Wednesday, 24 July 2019 08:02 WIB Saham Asia bergerak lebih tinggi pada hari Rabu di tengah petunjuk kemajuan dalam perselisihan perdagangan Sino-AS, sementara dolar mencapai level tertingginya dua bulan terhadap euro karena investor berspekulasi pada hasil dovish dari pertemuan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.