Minyak diperdagangkan di atas $ 70 jelang sanksi Trump terhadap Iran
Monday, 7 May 2018 19:33 WIB | ENERGY |Minyak WTIMinyak jenis Brent

Minyak AS naik di atas $ 70 per barel untuk pertama kalinya sejak November 2014 karena pedagang menunggu sanksi AS terhadap produsen minyak mentah Timur Tengah Iran.

Minyak berjangka di New York dan London melonjak sebanyak 1,4%. Sementara Presiden AS Donald Trump mengancam akan menarik diri dari kesepakatan antara Iran dan kekuatan dunia karena tenggat waktu 12 Mei semakin dekat, dia memberi isyarat dia akan menjadi tonegosiasi terbuka. Kesepakatan 2015 mengurangi sanksi terhadap produsen terbesar ketiga OPEC sebagai ganti pembatasan program nuklirnya, dan tindakan baru Amerika dapat membatasi ekspor minyak mentah negara-negara Teluk Persia.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik sebanyak 97 sen menjadi $ 70,69 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan pada $ 70,44 pada jam 3:15 sore. di Dubai. Total volume yang diperdagangkan sekitar 1,6% di atas rata-rata 100-hari. Harga naik 2,4% pekan lalu.

Brent untuk pengiriman Juli naik 73 sen menjadi US $ 75,60 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Harga naik 0,3% pekan lalu. Acuan minyak mentah global, yang juga berada di jalur untuk penutupan tertinggi sejak November 2014, diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 5,32 hingga Juli dibanding WTI.

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Harga minyak stabil setelah turun tajam di awal pekan
Friday, 24 May 2019 08:38 WIB

Pasar minyak stabil pada hari Jumat ditengah pengurangan pasokan OPEC serta ketegangan di Timur Tengah, setelah mencatat penurunan tertajam sejak awal tahun sebelumnya di pekan ini di balik perlambatan ekonomi global dan membengkaknya persediaan bahan bakar. Minyak mentah berjangka Brent, acuan int...

Minyak Berakhir Turun 6% menjadikan Hari Perdagangan Terburuk di 2019
Friday, 24 May 2019 02:42 WIB

Harga minyak jatuh hampir 6% pada Kamis ini, penurunan terburuk untuk tahun ini dan penurunan terburuk sejak dimulainya pengurangan produksi OPEC pada bulan Desember. Perang perdagangan AS-China yang meningkat dan tumpukan minyak mentah yang besar dari permintaan penyulingan yang lemah bergabung unt...

Minyak Menuju Minggu Terburuk Dalam 6 Bulan Terkait Lonjakan Stok Minyak Mentah
Thursday, 23 May 2019 18:32 WIB

Harga minyak turun pada hari Kamis, memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya di tengah melonjaknya persediaan minyak AS dan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung membebani prospek permintaan. Saham dunia membuatnya empat hari di zona merah dalam lima hari terakhir karena kekhawatiran y...

Harga minyak turun terkait melonjaknya pasokan AS
Thursday, 23 May 2019 07:57 WIB

Harga minyak turun pada Kamis, yang melanjutkan penurunan yang lebih besar dari sesi sebelumnya, karena melonjaknya persediaan minyak mentah AS dan lemahnya permintaan dari kilang sehingga membebani pasar. Namun, pasar minyak masih tetap relatif baik didukung oleh pengurangan pasokan yang dipimpin ...

Harga minyak turun seiring pasokan minyak mentah AS catat kenaikan mingguan kedua berturut-turut
Thursday, 23 May 2019 02:48 WIB

Harga minyak turun pada Rabu, dengan harga A.S. membukukan kerugian satu sesi terbesar dalam hampir 3 minggu, pasca data pemerintah mengungkapkan peningkatan stok mingguan minyak mentah domestik yang besar, menentang ekspektasi untuk penurunan. Produksi minyak mentah domestik juga "bergerak lebih t...

ANOTHER NEWS
Emas Tahan Kenaikan Seiring Perang Dagang Picu Kekhawatiran Pertumbuhan
Friday, 24 May 2019 10:39 WIB Emas menuju kenaikan mingguan karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China mengurangi prospek pertumbuhan, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun stabil setelah merosot ke level terendah sejak 2017. Harga spot emas stabil di...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.