Minyak Turun terhadap Spekulasi Intervensi Suriah Yang Terbatas
Monday, 16 April 2018 20:34 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Minyak mundur dari penutupan tertingginya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pasca surutnya ketegangan Timur Tengah terkait spekulasi bahwa intervensi militer yang dipimpin AS di Suriah tidak akan melampaui serangan rudal pada akhir pekan.

Saham berjangka tergelincir sebanyak 1,9 persen di New York. Presiden Donald Trump menyatakan "misi selesai" sehari setelah AS, Prancis, dan AS meluncurkan serangan militer sebagai tanggapan atas serangan kimiawi yang dicurigai oleh pemimpin Suriah Bashar al-Assad terhadap warga sipil. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson bersikeras bahwa pukulan itu merupakan langkah satu kali. Rig minyak di AS naik ke tertinggi tiga tahun, produksi sinyal dapat naik dari tingkat rekor, berkontribusi terhadap penurunan minyak mentah.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun sebanyak $ 1,25 hingga $ 66,14 per barel di New York Mercantile Exchange sebelum diperdagangkan pada $ 66,91 pada pukul 02:05 siang waktu London. Kontrak ditutup pada tertinggi sejak Desember 2014 pada hari Jumat, naik 8,6 persen dalam sepekan. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 30 persen di atas rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Juni turun sebanyak $ 1,47 menjadi $ 71,11 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London, setelah naik 8,2 persen pekan lalu. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada $ 5,30 premium hingga Juni WTI. (arl)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Pangkas Gain Mingguan ke-3 Terkait Kekhawatiran Ekonomi
Friday, 22 March 2019 18:29 WIB

Minyak turun di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi, namun tetap di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga seiring OPEC yang terus menekan dengan pengurangan pasokan. Minyak berjangka turun sebanyak 1,1 persen di New York karena obligasi 10-tahun Jerman turun di bawah nol untuk perta...

Minyak tergelincir dari tertinggi 2019 karena dibebani kekhawatiran ekonomi
Friday, 22 March 2019 13:46 WIB

Harga minyak mereda dari puncak 2019 pada hari Jumat karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi membebani sentimen, menghentikan reli tiga bulan didorong oleh pemangkasan pasokan yang dipimpin OPEC dan sanksi A.S. terhadap Iran dan Venezuela. Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 67,72 per barel p...

Harga minyak mendekati tertinggi 2019 di tengah pengurangan pasokan OPEC
Friday, 22 March 2019 08:50 WIB

Harga minyak pada hari Jumat menguat mendekati puncak 2019 yang dicapai pada hari sebelumnya, didukung oleh pemotongan pasokan yang dipimpin oleh klub produsen OPEC dan oleh sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela. Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 67,82 per barel pada pukul 01:22 GMT, turun ...

Minyak Bertahan Dekat $ 60 Terkait Jatuhnya Persediaan Minyak AS, Saudi Pangkas Persediaan
Thursday, 21 March 2019 18:22 WIB

Minyak bertahan di dekat level tertingginya empat bulan setelah persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan terbesar sejak Juli, sementara Arab Saudi melanjutkan pemangkasan ekspor. Minyak bejangka turun  0,5 persen di New York, setelah ditutup di atas $ 60 per barel pada hari Rabu untuk p...

Terfokus Pada Peringatan Fed Tentang Perlambatan Ekonomi, Harga Minyak Bervariasi
Thursday, 21 March 2019 14:04 WIB

Harga minyak bervariasi pada hari Kamis di Asia karena Federal Reserve AS menyoroti tanda-tanda perlambatan ekonomi dan meningkatkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi. Minyak Mentah AS WTI Futures turun 0,1% menjadi $ 60,13 pada pukul 12:56 malam waktu timur AS (04:56 GMT). International...

ANOTHER NEWS
Saham AS turun pasca data Eropa yang lemah pada kekhawatiran pertumbuhan
Friday, 22 March 2019 20:53 WIB Saham AS jatuh pada awal perdagangan pada Jumat ini, setelah putaran suram dari data Eropa menggarisbawahi kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global. Dow Jones Industrial Average turun 118 poin, atau 0,5%, menjadi 25.845, sementara indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.