Minyak Turun ke dekat Level $ 63 terkait Penurunan di Ekuitas dan Stok AS
Tuesday, 6 February 2018 07:19 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Minyak memperpanjang penurunan setelah semakin dalamnya penurunan di pasar ekuitas dan hutang mengalahkan prospek permintaan energi terkait kemungkinan kenaikan stok minyak mentah AS.

Kontrak berjangka di New York turun 1,3 persen, memperpanjang penurunan 2,5 persen dalam dua sesi sebelumnya. Dow Jones Industrial Average pada hari Senin turun 4,6 persen, jumlah tertajam dalam lebih dari enam tahun, seiring kekhawatiran inflasi dan prospek tingkat suku bunga yang lebih tinggi menggetarkan pasar keuangan. Stok minyak mentah AS mungkin naik 3 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah dirilis pada hari Rabu.

WTI untuk pengiriman Maret kehilangan 80 sen ke level $ 63,35 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di level $ 63,61 pada pukul 9:03 pagi waktu di Tokyo. Kontrak turun 2 persen pada hari Senin ke level $ 64,15. Total volume yang diperdagangkan sekitar 24 persen di bawah rata-rata 100 hari.

Brent untuk penyelesaian April jatuh 96 sen atau 1,4 persen, ditutup di level $ 67,62 pada bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London pada hari Senin. Minyak mentah acuan global ini mengakhiri sesi dengan premi $ 3,79 untuk WTI April. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak berjangka naik tipis pada kekhawatiran atas perlambatan ekonomi dunia
Monday, 25 March 2019 18:34 WIB

Minyak berjangka berjuang untuk menentukan arah pada Senin ini di tengah kekhawatiran yang terus-menerus mengenai resesi yang menguasai ekonomi global serta dampak kontraksi yang mungkin terjadi pada permintaan energi. Upaya OPEC untuk mengurangi output dan sanksi AS terhadap Venezuela serta Iran te...

Minyak Perpanjang Penurunan seiring Kekhawatiran Ekonomi Meredam Sentimen
Monday, 25 March 2019 14:56 WIB

Minyak memperpanjang kerugian terhadap tanda-tanda baru bahwa pertumbuhan global dapat melemah lebih lanjut, menaungi penurunan jumlah rig Amerika yang mengeksplorasi minyak mentah ke level terendah dalam hampir satu tahun. Futures di New York turun sebanyak 1,2 persen, setelah kehilangan 1,6 perse...

Harga Minyak Turun terhadap Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Yang Meluas
Monday, 25 March 2019 08:01 WIB

Harga minyak memulai perdagangan di minggu ini dengan kerugian karena kekhawatiran perlambatan ekonomi yang tajam melebihi gangguan pasokan dari pengurangan produksi OPEC dan sanksi A.S. terhadap Iran dan Venezuela. Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 66,79 per barel pada pukul 00:22 GMT, tur...

Minyak Pangkas Gain Mingguan ke-3 Terkait Kekhawatiran Ekonomi
Friday, 22 March 2019 18:29 WIB

Minyak turun di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi, namun tetap di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga seiring OPEC yang terus menekan dengan pengurangan pasokan. Minyak berjangka turun sebanyak 1,1 persen di New York karena obligasi 10-tahun Jerman turun di bawah nol untuk perta...

Minyak tergelincir dari tertinggi 2019 karena dibebani kekhawatiran ekonomi
Friday, 22 March 2019 13:46 WIB

Harga minyak mereda dari puncak 2019 pada hari Jumat karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi membebani sentimen, menghentikan reli tiga bulan didorong oleh pemangkasan pasokan yang dipimpin OPEC dan sanksi A.S. terhadap Iran dan Venezuela. Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 67,72 per barel p...

ANOTHER NEWS
Saham AS sedikit lebih rendah karena kekhawatiran pertumbuhan
Monday, 25 March 2019 20:43 WIB Saham AS memulai pekan lebih rendah, menambah kerugian mereka dari hari Jumat ketika ketiga tolok ukur utama mencatat penurunan satu hari terburuk sejak 3 Januari. Kerugian datang pada coattail dari inversi dari Treasury tiga bulan dan 10 tahun....

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.