Minyak Rebound Terkait Kelanjutan Kesepakatan Pemangkasan Pasokan
Monday, 22 January 2018 12:55 WIB | ENERGY |Minyak WTIMinyak jenis BrentCadangan Minyak Mentah AS

Minyak Brent menguat setelah kemerosotan mingguan pertama sejak pertengahan Desember karena Arab Saudi dan Rusia menjanjikan akan melanjutkan pemangkasan pasokan sementara beberapa bank memprediksi kesepakatan tersebut mungkin berakhir lebih cepat.

Minyak berjangka naik 0,4% di New York setelah tergelincir 1,8% pekan lalu.

Minyak Brent untuk pengiriman Maret berada di $ 68,85 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, naik 24 sen, pukul 12:46 siang di Hong Kong. Kontrak ditutup 1% lebih rendah pada $ 68,61 pada hari Jumat, jatuh untuk hari kedua. Acuan minyak global diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 5,37 dibanding West Texas Intermediate untuk Maret.

WTI untuk pengiriman Februari, yang berakhir Senin, berada di level $ 63,57 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 20 sen, setelah jatuh 1,5% minggu lalu. Total volume yang diperdagangkan sekitar 8% di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak Maret yang lebih aktif naik 17 sen menjadi $ 63,48.(yds)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak melemah pada sesi ini, tetapi naik untuk pekan ini terhadap pertemuan komite OPEC
Saturday, 18 May 2019 03:04 WIB

Minyak berjangka berakhir lebih rendah pada Jumat, dengan harga A.S. turun untuk pertama kalinya dalam empat sesi, tetapi naik untuk pekan ini, seiring setiap kekhawatiran permintaan potensial terkait dengan volatilitas pasar saham diimbangi oleh kekhawatiran pasokan terkait dengan ketegangan Timur ...

Minyak Bersiap untuk Gain Mingguan Terbesar Sejak Awal April
Friday, 17 May 2019 13:02 WIB

Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak awal April terkait ketegangan di Timur Tengah didahului dengan meningkatnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Minyak berjangka di New York naik sebanyak 0,8% pada hari Jumat dan naik 2,3% sejauh minggu ini. Arab Saudi pada hari Kamis men...

Minyak Lanjutkan Gain Beruntun ke Hari ke-4 Terkait Ketegangan di Timur Tengah
Friday, 17 May 2019 08:55 WIB

Harga minyak naik tipis pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan ke sesi keempat karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan potensial. Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 72,82 per barel pada 0024 GMT, naik 20 sen, atau 0,3%, dari penutupan terakhir mer...

Saudi Menuduh Iran melakukan Sabotase, Minyak menguat
Friday, 17 May 2019 02:23 WIB

Tidak masalah bahwa hampir enam juta barel minyak mentah menumpuk di penyimpanan pasokan AS pekan lalu, atau bahwa Badan Energi Internasional masih berpikir ada kelebihan pasokan meskipun ada pemangkasan enam bulan OPEC. Saudi menuduh Iran terlibat sabotase industri minyak pekan ini, dan hal terseb...

Harga Minyak Naik Di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Thursday, 16 May 2019 13:06 WIB

Harga minyak memperpanjang kenaikan pada hari Kamis di Asia di tengah ketegangan di Timur Tengah terkait dengan serangan sembunyi-sembunyi terhadap kapal tanker dan pipa minyak Saudi. Minyak Mentah AS WTI Futures naik 0,7% menjadi $ 62,45 pada pukul 12:20 ET (04:20 GMT). International Brent Oil Fut...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Mengakhiri Pekan yang Sulit di Level Rendah (review)
Saturday, 18 May 2019 03:11 WIB Saham-saham Hong Kong merosot pada hari Jumat, melampaui pekan yang panas terik lainnya, karena investor khawatir tentang meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Indeks Hang Seng turun 1,16 persen, atau 328,61 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.