Reli Minyak Terhenti Terkait Tekanan Teknis Seiring Kenaikan Produksi AS
Friday, 19 January 2018 12:30 WIB | ENERGY |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Minyak berjangka jatuh sebanyak 1,7 persen di New York dan bersiap untuk penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember pasca adanya tekanan teknis lebih dari sepekan terakhir. Produksi AS telah pulih ke dekat level rekornya, mengimbangi penurunan stok minyak mentah, sementara OPEC telah menaikkan perkiraan untuk pertumbuhan penawaran saingannya pada bulan kedua setelah pemulihan harga.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari turun sebanyak $ 1,10 menjadi $ 62,85 per barel di New York Mercantile Exchange, dan berada di $ 63,17 pada 12:23 di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan lebih dari dua kali lipat rata-rata 100 harinya. Harga turun 1,8 persen minggu ini setelah ditutup di $ 64,30 pada 12 Januari, setelmen tertinggi sejak Desember 2014.

Brent untuk penutupan Maret turun sebanyak $ 1,01, atau 1,5 persen menjadi $ 68,30 per barel di the London-based ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga turun 1,8 persen minggu ini, bersiap untuk penurunan mingguan pertama tahun ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 5,48 untuk WTI Maret.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Harga Minyak Melemah Seiring Pedagang Menimbang Ketegangan di Timur Tengah, Permintaan
Tuesday, 23 July 2019 09:06 WIB

Harga minyak bergerak lebih rendah pada hari Selasa karena Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan akan bertindak cepat jika diperlukan untuk menjaga pasar tetap dipasok di tengah ketegangan di Timur Tengah dan para pedagang melihat prospek permintaan yang lebih lemah. Minyak mentah berjangka B...

Minyak berakhir lebih tinggi pasca meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat
Tuesday, 23 July 2019 02:22 WIB

Harga minyak berakhir lebih tinggi pada Senin ini, karena investor menyaksikan situasi yang semakin rumit di Teluk Persia setelah Iran akhir pekan lalu menangkap sebuah kapal tanker berbendera Inggris, dan ketika Inggris menghadapi perubahan dalam kepemimpinan. Minyak mentah West Texas Intermediate...

Minyak Naik Terkait Penyitaan Tanker Oleh Iran yang Menjaga Ketegangan Tetap Tinggi
Monday, 22 July 2019 14:27 WIB

Minyak memperpanjang kenaikan karena ketegangan di Teluk Persia tetap tinggi setelah Iran menyita sebuah kapal tanker Inggris, dan produksi Libya turun setelah sebuah kelompok yang tidak dikenal dilaporkan menutup ladang terbesar di negara itu. Minyak berjangka di New York naik 1% setelah ditutup n...

Minyak Menguat Terkait Penyitaan Tanker Inggris yang Meningkatkan Ketegangan
Monday, 22 July 2019 08:39 WIB

Harga minyak naik pada hari Senin di tengah ketegangan tinggi di Timur Tengah setelah sebuah kapal tanker Inggris ditangkap oleh militer Iran pada akhir pekan lalu. Minyak mentah Brent berjangka naik 51 sen, atau 0,8%, di $ 62,98 per barel pada 0042 GMT. Minyak acuan internasional naik ke level $ 6...

Minyak Menguat Untuk Sesi, Tapi Harga Minyak AS Turun Lebih Dari 7% Untuk Minggu Ini
Saturday, 20 July 2019 02:08 WIB

Minyak berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Jumat setelah laporan bahwa Iran menyita kapal berbendera AS di Teluk Oman. Harga masih berakhir lebih rendah untuk minggu ini, namun, di tengah kekhawatiran tentang perlambatan permintaan. Pasar melihat "tren penurunan minyak mentah minggu ini," kat...

ANOTHER NEWS
Pasar Eropa Dibuka Lebih Tinggi Saat Inggris Bersiap untuk Dilayani Perdana Menteri Baru
Tuesday, 23 July 2019 14:22 WIB Saham Eropa dibuka lebih tinggi pada Selasa pagi, sementara pound turun di tengah kekhawatiran bahwa perdana menteri baru Inggris dapat menyebabkan negara itu keluar dari kesepakatan dengan Uni Eropa. Pan-European Stoxx 600 naik sekitar 0,45% tak...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.