Minyak tergelincir setelah sentuh level $ 70 terkait stok global
Friday, 12 January 2018 21:18 WIB | ENERGY |MinyakWTIBrentOil,

Minyak tergelincir di London setelah sempat mendaki ke atas level $ 70 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga tahun menyusul berkurangnya surplus global.

Brent berjangka turun 0,6 persen, setelah menambahkan 1,8 persen minggu ini untuk menuju kenaikan mingguan keempatnya. Rentetan terpanjang dari penurunan stok minyak mentah AS selama musim dingin dalam satu dekade - akibat meningkatnya permintaan dan pengurangan produksi OPEC - merupakan pendorong utama reli tersebut. Harga mungkin telah menyentuh puncaknya untuk saat ini, menurut bank yang berbasis di Stockholm SEB AB.

Brent untuk pengiriman Maret turun 38 sen ke level $ 68,88 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada pukul 1:49 siang, setelah naik 6 sen pada hari Kamis. Minyak acuan global ini diperdagangkan pada premium sebesar $ 5,72 untuk West Texas Intermediate Maret.

WTI untuk pengiriman Februari berada di level $ 63,20 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 60 sen. Total volume yang diperdagangkan sekitar 11 persen di atas rata-rata 100 hari. Harga naik 2,9 persen minggu ini. WTI naik 23 sen ke level $ 63,80 pada hari Kamis, menyentuh penutupan tertinggi sejak Desember 2014. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Global Menetap di 4 Tahun Tertinggi seiring Benchmark AS Naik untuk Sesi Ketiga
Wednesday, 26 September 2018 03:20 WIB

Minyak mentah berjangka global naik di level tertinggi empat tahun pada Selasa, karena harga minyak mentah AS naik untuk sesi ketiga berturut-turut tetapi berkurang kembali dari level terbaik. Harga minyak mentah AS membukukan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut, tetapi berkurang dari dari se...

Minyak Brent naik ke tertinggi 4 tahun, sementara minyak AS menuju kenaikan beruntun 2 bln
Tuesday, 25 September 2018 18:09 WIB

Minyak berjangka pada Selasa melanjutkan tren kenaikan baru-baru ini yang membawa acuan minyak global ke sekitar empat tahun tertingginya dan menempatkan mitra AS di jalur untuk kenaikan beruntun terpanjangnya sejak akhir Juli, didukung oleh ekspektasi dalam output Iran. Minyak Brent November naik ...

Dolar Menurun Menjelang Pertemuan The Fed
Tuesday, 25 September 2018 15:29 WIB

Dolar melemah terhadap sekumpulan mata uang utama lainnya pada Selasa karena investor menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve, di mana secara luas diharapkan untuk memberikan kenaikan suku bunga ketiga di tahun ini. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mat...

Minyak sentuh level tertinggi empat tahun terkait OPEC dan AS
Tuesday, 25 September 2018 13:35 WIB

Harga minyak menjejaki level tertinggi sejak November 2014 pada hari Selasa, melampaui posisi tertinggi empat tahun dari hari sebelumnya, seiring semakin dekatnya sanksi AS terhadap Iran dan keengganan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk meningkatkan output guna mendukung pasar. Minyak m...

OPEC Tentang Trump, Minyak Pertahankan Gain seiring Pedagang Menjadi Bullish
Tuesday, 25 September 2018 08:06 WIB

Minyak mempertahankan posisi di atas $ 72 per barel seiring para pedagang menjadi bullish pada harga setelah OPEC dan sekutunya menolak seruan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan produksi. Kontrak di New York sedikit berubah setelah kenaikan 1,8 persen pada hari Senin. Mercuria Energy Group Lt...

ANOTHER NEWS
UE Tetapkan Sistem Pembayaran dengan Iran untuk Pertahankan Perdagangan
Wednesday, 26 September 2018 03:44 WIB Lima pihak yang tersisa dalam perjanjian nuklir dengan Iran telah sepakat untuk membentuk suatu sistem pembayaran khusus yang memungkinkan perusahaan-perusahaan melanjutkan bisnisnya dengan rezim Iran, guna menghindari sanksi-sanksi baru yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.