Emas melemah seiring karena kekhawatiran perdagangan angkat dolar AS
Tuesday, 12 February 2019 08:48 WIB | PRECIOUS METALS |GOLDEMASEmas berjangka

Harga emas melemah pada hari Selasa seiring investor mencari keamanan dalam dolar dari perang dagang AS-Sino yang telah berlangsung lama dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Spot gold turun 0,2 persen ke level $ 1,306.51 per ounce, pada pukul 01:02 dini hari waktu GMT, setelah turun 0,4 persen di sesi sebelumnya.

Emas berjangka AS melemah 0,1 persen ke level $ 1,310.20 per ounce.

Investor sekarang berfokus pada putaran baru pembicaraan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang dimulai di Beijing pada hari Senin.

Pembicaraan ini terjadi ketika dua negara ekonomi terbesar di dunia mencoba untuk menuntaskan kesepakatan sebelum batas waktu 1 Maret, setelah itu tarif AS untuk impor Tiongkok senilai $ 200 miliar dijadwalkan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen.

Ketegangan perdagangan Sino-AS telah mengguncang pasar keuangan sejak tahun lalu dan juga meningkatkan daya tarik dolar AS sebagai safe-haven.

Indeks dolar stabil di level 97,08, setelah naik 0,4 persen di sesi sebelumnya untuk merasakan persentase kenaikan terbesar sejak 24 Januari.

Greenback yang lebih kuat membuat emas dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. (Sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Emas Stabil Pasca Risalah The Fed; Platinum Terendah 3 Bulan
Thursday, 23 May 2019 11:44 WIB

Emas stabil karena risalah dari pertemuan Federal Reserve terakhir mengurangi harapan untuk suku bunga yang lebih rendah tahun ini, sementara perang perdagangan yang sedang berlangsung membebani ekuitas serta dolar melanjutkan kenaikannya. Platinum jatuh ke level terendah sejak Februari. Harga Spot...

Emas Berakhir Menguat, Mendorong Naik Perdagangan Elektronik setelah Risalah The Fed
Thursday, 23 May 2019 01:18 WIB

Harga emas membukukan kenaikan moderat pada hari Rabu, memulihkan sebagian dari kerugian pada hari sebelumnya karena indeks saham patokan A.S. AS bergerak melemah. Harga kemudian bergerak beberapa sen lebih tinggi dalam perdagangan elektronik setelah hasil risalah  dari pertemuan Komite Pasar ...

Emas Rebound Terkait Perselisihan Perdagangan yang Persisten Menekan Ekuitas
Wednesday, 22 May 2019 21:19 WIB

Emas berjangka rebound dari level terendahnya dua minggu, didukung oleh ekuitas yang lebih lemah dan dolar yang goyah. Harga tembaga turun. Emas berjangka untuk pengiriman Juni  menguat  0,1% di $ 1,274.40 per ons pada jam 9:38 pagi di New York. Harga turun menjadi $ 1.269 pada hari Selas...

Emas dekati level terendah dua pekan pada dolar yang kuat jelang risalah Fed
Wednesday, 22 May 2019 11:38 WIB

Emas beringsut lebih rendah pada hari Rabu untuk melayang mendekati level terendah dua pekan, karena dolar yang lebih kuat dan tanda-tanda pelonggaran Sino-AS mengurangi permintaan bullion menjelang risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve AS. Harga spot emas naik 0,1% lebih rendah ke level $...

Emas Berakhir di Level 3 Minggu Terendah Terkait Dolar, Saham Menguat
Wednesday, 22 May 2019 01:36 WIB

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Selasa ini karena saham global melakukan rebound dan dolar sedikit menguat, menumpulkan daya tarik emas dan mengirimkan harga ke penutupan terendah dalam hampir tiga minggu. Emas Juni di Comex kehilangan $ 4,10, atau 0,3%, menetap di $ 1,273.20 per ounce, s...

ANOTHER NEWS
Minyak Menuju Minggu Terburuk Dalam 6 Bulan Terkait Lonjakan Stok Minyak Mentah
Thursday, 23 May 2019 18:32 WIB Harga minyak turun pada hari Kamis, memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya di tengah melonjaknya persediaan minyak AS dan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung membebani prospek permintaan. Saham dunia membuatnya empat hari di zona...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.