Today Market Review 16 – 6 – 2016
Thursday, 16 June 2016 17:27 WIB | MARKET REVIEW |

Saham “ saham  merosot diikuti dengan harga minyak dan industri logam pasca hasil pertemuan bank sentral AS dan Jepang memicu kekhawatiran bahwa ekonomi global tengah kehilangan momentumnya. Yen melonjak tajam pasca Bank of Japan (BOJ) menahan diri dari pelonggaran kebijakan moneter, mendorong harga emas dan obligasi pemerintah.

Indeks Stoxx Europe 600 turun ke level terendahnya dalam empat bulan terakhir seiring indeks MSCI Asia Pacific yang mengalami penurunan diikuti indeks berjangka S&P 500. Mata uang Jepang melonjak lebih dari 2 persen ke level tertingginya dalam hampir dua tahun terakhir. Dolar memperpanjang penurunannya pada hari ini pasca sejumlah pejabat Federal Reserve berpandangan kenaikan suku bunga AS hanya satu kali tahun ini naik menjadi enam pejabat, dari satu pejabat pada bulan Maret lalu. Harga minyak mentah AS merosot di bawah $48 per barel seiring dengan harga tembaga, nikel dan seng semuanya merosot lebih dari 1 persen. Emas naik untuk hari ketujuh dan obligasi imbal hasil tenor 10-tahun merosot ke rekor terendahnya di Australia, Jerman dan Jepang.

Keputusan bank sentral Jepang untuk tetap mempertahankan stimulus moneter datang kurang dari 12 jam pasca The Fed mengekang proyeksi untuk kenaikan suku bunga selama dua tahun ke depan, Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan beberapa kekuatan ekonomi menekan suku bunga AS akan ditahan cukup lama. Kedua ulasan kebijakan memburuknya sentimen investor pada saat melonjaknya volatilitas di pasar global jelang pemungutan suara Inggris di keanggotaan Uni Eropa.

Kemungkinan bagi The Fed menaikkan suku bunganya tahun ini sekarang di bawah 50 persen dan Yellen mengatakan pada Rabu kemarin bahwa U.K. pada 23 Juni ini akan mengadakan referendum yang merupakan faktor dalam keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga. Sekitar 28 persen dari ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan BOJ akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter tambahan pada pertemuannya ini, dengan 55 persen melihat pada pertemuan berikutnya pada 29 Juli mendatang, ketika bank sentral akan memperbarui proyeksi inflasi.

Saham

Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,8 persen pukul 08:31 waktu London, sedangkan Indeks MSCI Asia Pacific anjlok 1,1 persen. Indeks berjangka S&P 500 tergelincir 0,3 persen, pasca indeks terkoreksi untuk hari kelima, Rabu.

Update terbaru indeks harga konsumen untuk kawasan euro dan AS yang akan dirilis pada Kamis, sedangkan U.K. akan merilis angka penjualan ritel. Selain itu, menteri keuangan kawasan euro akan bertemu di Luksemburg untuk melihat kemajuan bailout Yunani. Oracle Corp dijadwalkan untuk melaporkan pendapatannya.

Indeks Jepang Topix turun sebesar 2,8 persen, pasca berada di depan 1,2 persen lebih rendah dari pengumuman BOJ. Indeks Hang Seng Hong Kong turun sebesar 2 persen, sedangkan indeks acuan di India, Taiwan dan Thailand turun lebih dari 1 persen.

Mata Uang

Yen naik sebesar 2,1 persen ke level 103,87 dolar, memperpanjang penguatan untuk hari kelima. Yen menguat terhadap semua 31 mata uang utama pasca BOJ menahan diri menambahkan stimulus apapun yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan otoritas akan memantau pergerakan mata uang erat, menunjukkan resiko intervensi.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur greenback terhadap 10 mata uang utama, turun sebesar 0,3 persen menyusul penurunan serupa pada hari Rabu kemarin. pejabat otoritas The Fed terus meramalkan dua kenaikan sebesar 25 suku basis poin tahun ini, pasca meninggalkan target untuk suku bunga acuan tidak berubah pada 0,25 persen menjadi 0,5 persen.

Pound melemah 0,3 persen, franc Swiss menguat 0,1 persen dan rupiah Indonesia naik 0,1 persen sebelum pertemuan kebijakan bank sentral di mana suku bunga diperkirakan akan tetap tidak berubah. kiwi naik 0,1 persen, pasca sebelumnya naik sebanyak 0,8 persen pasca data menunjukkan ekonomi Selandia Baru meningkat 2,8 persen pada kuartal terakhir dari tahun sebelumnya, melebihi seperti yang diproyeksikan oleh para analis sebesar 2,6 persen.

Komoditas

Minyak mentah turun sebesar 1,3 persen menjadi $47,40 per barel di New York, penurunan beruntun untuk hari keenam di tengah tanda-tanda bahwa gangguan pasokan global memudar. Output minyak di Kanada diharapkan meningkatkan pasokan bulan ini pasca kebakaran hutan yang memangkas produksi, sementara militan Nigeria mengejar pembicaraan damai dengan pemerintah.

Emas naik sebanyak sebesar 1,7 persen dan ditutup pada $1.300 per ounce untuk pertama kalinya dalam enam pekan terakhir karena kurangnya prospek pengetatan moneter di AS sehingga mendorong permintaan untuk aset non-bunga-bearing. Jika Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa pada 23 Juni, harga akan melompat ke $1.350 dalam waktu sepekan, menurut survei Bloomberg dari 22 pedagang dan analis. Harus mayoritas memilih untuk tetap berada di blok tersebut, bullion mungkin turun ke level $1.250, menurut survei menunjukkan.

 

Perak melonjak 1,3 persen, kontribusi untuk menambah keuntungan sebesar 28 persen untuk tahun ini, pasca kepemilikan perah ETFs naik ke rekor tertingginya. Tembaga turun 1,6 persen di London, sedangkan nikel anjlok sebesar 1,7 persen. (izr)

RELATED NEWS

Saham HK gabung dengan rebound pasar global seiring kekhawatiran perang dagang mereda (Review)
Wednesday, 28 March 2018 04:04 WIB

Saham Hong Kong naik pada hari Selasa, bergabung dengan rebound pasar global yang dipicu oleh harapan bahwa perang perdagangan yang merusak antara Amerika Serikat dan China dapat dihindari. Gejolak tiba-tiba datang di tengah laporan pejabat China dan AS sedang sibuk bernegosiasi untuk menghindari p...

Stocks, Commodity, Currencies, Energy Overview Mid Day
Thursday, 22 December 2016 16:10 WIB

Ekuitas Hong Kong pimpin penurunan di bursa Asia, menyusul penurunan tajam AS yang diikuti penurunan harga minyak di tengah kenaikan stok minyak mentah secara tidak terduga. Indeks MSCI Asia-Pacific terkoreksi pasca indeks Dow Jones Industrial Average gagal mencapai level 20.000 ditengah berkurang ...

Ulasan Pasar selama November - Desember 2016
Wednesday, 7 December 2016 16:41 WIB

Badai politik yang dimulai di Inggris dengan hasil referendum pada Juni lalu juga melanda AS pada bulan November dengan kemenangan mengejutkan Donald Trump dalam pemilihan presiden. Fokus investor kini cepat bergeser ke administrasi Trump akan yang tengah berusaha untuk mencapai di Oval Office. Pote...

Penurunan Minyak Pekan ini Cukup Berikan Tekanan pada Bursa Saham Global dan Komoditas
Monday, 26 September 2016 15:34 WIB

Reli saham “ saham global terhenti seiring meningkatnya keraguan para pelaku pasar atas keberhasilan paket stimulus ditengah beragamnya data “ data ekonomi. Saham hentikan reli selama empat hari terakhir karena saham Apple inc. seret indeks S&P 500 ke teritori negatif lebih dalam terkait sp...

Today Market Review 17-06-2016
Friday, 17 June 2016 15:57 WIB

Saham “ saham global rebound dari level terendahnya dalam empat pekan terakhir, komoditas menguat dan pound menguat pasca pembunuhan seorang anggota parlemen U.K. mendorong spekulasi Inggris akan cenderung kurang untuk memilih untuk meninggalkan Uni Eropa. obligasi jatuh seiring permintaan untuk a...

ANOTHER NEWS
Emas menetap lebih tinggi, meski kenaikan dolar AS
Friday, 19 October 2018 00:41 WIB Harga emas menetap lebih tinggi hari Kamis, menutup sebagian besar dari penurunan sehari sebelumnya. Penurunan di pasar saham AS membantu meningkatkan minat investasi pada logam, meskipun penguatan dalam dolar, yang cenderung memberikan tekanan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.