WGC: Gold demand posts weakest start to the year since 2008 – Reuters
Thursday, 3 May 2018 13:34 WIB | GOLD CORNER |GOLDEMAS

In its latest quarterly report, the World Gold Council (WGC) said that gold demand posted its weakest start to the year in a decade, Reuters reports.

Key Details:

œGlobal gold demand totaled 973.5 tonnes in the January to March period, down 7 percent year on year and the weakest first quarter since 2008. That coincided with a period of calm in the gold market, which saw prices hold within their narrowest range of any quarter in more than a decade.

The biggest drop in demand came from the investment sector, with bar and coin consumption down by 15 percent and buying of the gold-backed exchange-traded funds two-thirds lower year on year.

Chinese jewelry demand rose 7 percent to 188 tonnes, which Hewitt attributed to strong seasonal buying and a better product range. œ

The WGC™s head of market intelligence Alistair Hewitt noted: œThe rangebound gold price has certainly had an effect on investor sentiment. It works both ways - for people in the retail space, a price drop can be an entry point, and if the price is rising, people want to take advantage of that momentum.

œA weakening rupee really pushed up the local gold price. You also had far fewer auspicious days. In Q1 last year, you had 22, and in Q1 2018 you just had seven. Auspicious days are important for weddings, and weddings are important for jewelry demand, Hewitt added.

Source: FXstreet

RELATED NEWS

Gold Rally Rolls On
Tuesday, 16 October 2018 04:14 WIB

Pada hari Jumat kami mengajukan pertanyaan - bisakah rally emas berlanjut? Pasar telah berbicara dengan kata ya. Emas diperdagangkan di level setinggi $ 1,237 pagi ini. Tingkat kunci berikutnya untuk dicermati adalah $ 1.240. Penembusan ke atas $ 1.275 mulai terlihat. Yang paling penting untuk dii...

What Would Trigger A "Tremendous Bull Rally" In Gold?
Monday, 8 October 2018 20:56 WIB

Emas kan menghadapi tantangan dalam waktu dekat, tetapi beberapa tahun ke depan, pengetatan yang berlebihan oleh Fed dapat mengirim ekonomi ke dalam resesi dan mendorong harga emas naik secara substansial, menurut Erik Norland, Direktur Eksekutif dan Ekonom Senior CME Group. "Kami melihat ekspansi ...

TDS Looks For $1,300/Oz Gold Prices By End Of 2019
Tuesday, 2 October 2018 21:22 WIB

Harga emas mungkin tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat tetapi kemungkinan akan rally pada akhir tahun dan 2019 dengan bantuan pelemahan dolar AS pada akhirnya dan banyak faktor lainnya, kata TD Securities. "Kami memperkirakan logam kuning untuk berada rata-rata di level $ 1.225 / oz dalam tiga...

Gold Expected To Gain Some Luster After Fed
Monday, 24 September 2018 11:35 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, berdasarkan survei emas mingguan Kitco News. Rapat Komite Pasar Terbuka Federal AS diperkirakan akan menaikkan sebesar suku bunga 25 basis poin minggu ini. Tapi itu tidak menghalangi analis, yang melihat kenaikan suku bu...

All Signs Point To Upside For Gold - Expert
Tuesday, 18 September 2018 04:47 WIB

Emas telah diperdagangkan dalam kisaran terkompresi sepanjang minggu tetapi logam kuning memiliki peluang lebih tinggi untuk menembus ke atas daripada bergerak ke bawah, kata Todd "Bubba" Horwitz dari bubbatrading.com. œKompresi ini menyiksa baik bulls maupun bears. Pada akhirnya ini akan merusak...

ANOTHER NEWS
Yen Near 1-Month High, 5-Year JGB Auction in Focus: Inside Japan
Tuesday, 16 October 2018 07:16 WIB Yen stays near a one-month high reached against the dollar overnight, with investor focus on the U.S. Treasury™s semi-annual foreign-exchange report due to be released this week. Japanese bond traders to take cues from auction of...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.